POJOKSATU.id - Rombongan Belajar (rombel) di Dapodik 2026.B menjadi salah satu data paling krusial yang menentukan apakah jam mengajar guru terbaca di Info GTK atau tidak.
Kesalahan kecil saat membuat rombel bisa berdampak besar, mulai dari jam tidak terbaca, status invalid, hingga berpengaruh pada sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Karena itu, operator sekolah dan guru perlu memahami bahwa rombel bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan fondasi utama data pembelajaran di Dapodik versi terbaru.
Rombel Jadi Penentu Terbaca atau Tidaknya Jam Mengajar Guru
Pada Dapodik 2026.B, sistem membaca jam mengajar guru hanya dari rombel yang benar dan lengkap.
Baca Juga: Dana JHT Tak Kunjung Masuk Meski Lewat 5 Hari Kerja, Ini Penjelasan BPJS Ketenagakerjaan
Artinya, meskipun data guru sudah valid, jika rombel bermasalah, maka Info GTK tidak akan menampilkan jam mengajar.
Inilah sebabnya banyak guru sertifikasi mengalami kebingungan karena jam tidak muncul, padahal rombel sudah dibuat.
Masalahnya bukan di guru, melainkan di urutan dan kelengkapan pengisian rombel.
Perubahan Penting Rombel di Dapodik 2026.B
Berbeda dengan versi sebelumnya, pada Dapodik 2026.B:
1. Fitur salin data periodik tidak selalu otomatis muncul
Baca Juga: Dana JHT Tak Kunjung Masuk Meski Lewat 5 Hari Kerja, Ini Penjelasan BPJS Ketenagakerjaan
2. Rombel harus dibuat manual dengan struktur lengkap
3. Pengisian pembelajaran dan jam mengajar wajib dilakukan satu per satu
4. Linearitas guru lebih ketat terbaca sistem
Karena itu, operator tidak bisa lagi sekadar “menarik data lama” tanpa pengecekan detail.
Langkah Membuat Rombel Baru yang Benar
Langkah pertama adalah masuk ke menu Rombongan Belajar, lalu membuat rombel baru dengan memperhatikan beberapa hal penting:
1. Pilih tingkat kelas yang sesuai
2. Tentukan kurikulum, terutama Kurikulum Merdeka
Baca Juga: Pencairan JHT Hanya Bisa Jika Tidak Bekerja, Ganti Perusahaan Baru Dipastikan Gagal Klaim
3. Tentukan wali kelas
4. Pilih ruang kelas (jika belum ada, wajib dibuat dulu di menu sarana prasarana)
Rombel harus disimpan hingga statusnya aktif sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
Rombel tanpa ruang atau wali kelas berpotensi memunculkan error.
Cara Mengisi Anggota Rombel agar Tidak Error
Setelah rombel dibuat, langkah berikutnya adalah mengisi anggota rombel.
Pastikan memilih opsi lanjutkan semester, lalu ambil peserta didik dari rombel semester sebelumnya.
Peserta didik dapat dipindahkan secara massal dengan metode pilih semua, lalu dipindahkan ke rombel baru. Pastikan tidak ada siswa yang:
1. Tidak memiliki rombel
2. Masuk ke rombel yang salah
Kesalahan di tahap ini sering menyebabkan invalid di peserta didik.
Pengisian Pembelajaran dan Jam Mengajar, Bagian Paling Krusial
Tahap paling menentukan adalah pengisian pembelajaran. Urutan yang benar adalah:
1. Rombel dibuat
2. Anggota rombel diisi
3. Pembelajaran dan jam mengajar diinput
Baca Juga: Pencairan JHT Hanya Bisa Jika Tidak Bekerja, Ganti Perusahaan Baru Dipastikan Gagal Klaim
Pada menu pembelajaran, operator harus:
1. Memilih guru pengampu sesuai mata pelajaran
2. Mengisi nomor dan tanggal SK mengajar
3. Mengisi jam mengajar wajib, maksimal 24 jam
Banyak kasus jam mengajar tidak terbaca di Info GTK hanya karena kolom jam tidak diisi atau lupa disimpan.
Linearitas Guru dan Dampaknya pada Sertifikasi
Linearitas menjadi perhatian penting di Dapodik 2026.B. Contohnya:
1. Guru dengan S1 PAI dan PPG PGSD, mengajar sebagai guru kelas, tetap bisa terbaca valid
2. Asalkan rombel, pembelajaran, dan jam mengajar diisi sesuai peran guru
Sistem membaca kesesuaian antara rombel, mata pelajaran, dan sertifikat pendidik. Karena itu, operator perlu memahami posisi masing-masing guru.
Kesalahan Umum Saat Membuat Rombel
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
1. Rombel sudah dibuat tapi pembelajaran kosong
2. Jam mengajar tidak diisi
3. Ruangan belum tersedia di sapras
Baca Juga: Pencairan JHT Hanya Bisa Jika Tidak Bekerja, Ganti Perusahaan Baru Dipastikan Gagal Klaim
4. Data tidak disimpan sebelum keluar menu
Kesalahan-kesalahan ini terlihat sepele, tetapi berdampak besar pada validasi guru.
Checklist Akhir Rombel Aman di Dapodik 2026.B
Sebelum sinkronisasi, pastikan:
1. Rombel aktif dan lengkap
2. Anggota rombel sesuai
3. Pembelajaran terisi
4. Jam mengajar valid
5. Linearitas guru sesuai
6. Data terbaca di Info GTK
Jika semua terpenuhi, maka rombel aman dan tidak akan menghambat sertifikasi maupun TPG.
Dapodik 2026.B menuntut ketelitian lebih tinggi, khususnya dalam pengelolaan rombel.
Dengan mengikuti urutan yang benar dan mengisi data sesuai kondisi nyata sekolah, operator dapat memastikan hak guru tetap aman dan terbaca sistem.
Rombel yang benar bukan hanya memudahkan administrasi, tetapi menjadi kunci kelancaran karier dan kesejahteraan guru.***




