POJOKSATU.id - Dua mahasiswa Pascasarjana Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya (FMIPA UB), kembali menjalankan program riset internasional melalui pendanaan UB STARS.

Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan di Department of Chemistry, Faculty of Science, Universiti Malaya (UM), Malaysia, sejak 9 November 2025.

Mahasiswa yang terlibat adalah Hana Zulfati Azhar, mahasiswa Magister (S2) Kimia, serta Izaz Aqeiluz Zahara, mahasiswa Doktor (S3) Kimia.

Baca Juga: Petugas Haji Diduga Jadi Ajang Haji Gratis? DPR Usul TNI–Polri Turun Tangan 50 Persen!

Keduanya mengerjakan dua topik riset berbeda namun saling berkaitan. Hana mengangkat penelitian berjudul “Nanoemulsion of Nigella sativa L. Extract: Formulation Optimization, Characterization, and Evaluation of Biological Activity”.

Sementara Izaz meneliti “Optimization and Development of Nanoemulsion from Cosmos caudatus Kunth Extract: Physicochemical Properties and In vitro Evaluation”.

Pemanfaatan Fasilitas Riset Berstandar Internasional
Selama di UM, fokus utama riset diarahkan pada pemanfaatan fasilitas karakterisasi lanjutan.

Baca Juga: Janji yang Digantungkan! Wacana PPPK Jadi PNS Masih Tanpa Kepastian di Akhir 2025, Bagaimana Nasib Selanjutnya?

Instrumen Transmission Electron Microscopy (TEM) digunakan untuk melihat morfologi dan struktur nanoemulsi.

Particle Size Analyzer (PSA) dipakai mengukur ukuran partikel dan distribusinya. Lalu Turbiscan Stability Analyzer membantu menilai kestabilan fisik nanoemulsi secara kuantitatif.

Nah, penggunaan instrumen lengkap ini diharapkan menghasilkan data karakterisasi komprehensif yang dapat menguatkan kualitas penelitian dan mendorong publikasi ilmiah bereputasi.

Baca Juga: BGN Kirim 1.591 Paket MBG untuk Korban Banjir Sumut, Warga Akhirnya Dapat Pasokan Gizi Darurat

Dibimbing Dua Kampus, Kolaborasi Semakin Kuat
Selama berada di Malaysia, kedua mahasiswa mendapat bimbingan langsung dari Assoc. Prof. Ch.M Dr. Noraini Binti Ahmad dari Department of Chemistry UM.

Dari Indonesia, riset ini juga dibimbing oleh Assoc. Prof. Anna Safitri, Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UB sekaligus Ketua Departemen.

Anna menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring riset internasional.

Baca Juga: Perjalanan Fida Pangesti ke Austria, Gabungkan Tata Bahasa Indonesia dan AI dalam Riset Doktoral

Ia menyampaikan, “Kegiatan riset ini tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penggunaan instrumen karakterisasi nanoemulsi berstandar internasional, tetapi juga memperkuat hubungan riset antara UB dan UM Malaysia.

Harapannya, program ini menghasilkan publikasi bersama serta membuka peluang kerja sama riset jangka panjang antara kedua institusi.”

Kontribusi pada SDGs dan Pengembangan Riset Berkelanjutan
Program internasional ini mendukung berbagai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga: Ekonomi Lemot, Warga Kabur Cari Nafkah! Purbaya: Itu Kegagalan Kita!

SDG 3 Good Health and Well-being berkaitan dengan inovasi nanoemulsi ekstrak tanaman obat yang memiliki potensi bioaktivitas tinggi.

SDG 4 Quality Education hadir melalui kesempatan mahasiswa mengakses pengalaman riset global dan fasilitas canggih.

SDG 9 Industry, Innovation, and Infrastructure tercermin dari pengembangan teknologi berbasis bahan alam yang potensial bagi industri pangan, farmasi, dan kesehatan.

Lalu SDG 17 Partnerships for the Goals terwujud melalui kolaborasi antara UB dan UM.

Baca Juga: Fokus Berubah Total! DPR Bungkam Isu Status PPPK, Revisi UU ASN 2025 Prioritaskan KASN, Apa Dampaknya Bagi Ribuan PPPK?

“Dengan terlaksananya program ini, diharapkan hasil riset yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi ilmiah yang bermakna serta memperkokoh jejaring kolaborasi riset internasional antara UB dan UM,” tutup Anna. ***