POJOKSATU.id - Di tengah biaya kuliah yang terus meroket dan keraguan sebagian masyarakat terhadap nilai sebuah gelar sarjana, sebuah riset jangka panjang justru menghadirkan temuan menarik.

Setelah melacak ribuan mahasiswa selama 15 tahun, penelitian ini membongkar jurusan-jurusan kuliah yang terbukti paling menguntungkan secara finansial.

Menariknya, posisi teratas bukan ditempati Kedokteran, melainkan Teknik dan Arsitektur.

Baca Juga: Mengejutkan! Diam-diam Dewi Perssik Kembali Kuliah, Kampus dan Program Studinya Terbongkar ke Publik!

Penelitian tersebut dilakukan oleh Postsecondary Commission, lembaga kajian pendidikan nirlaba di Amerika Serikat.

Studi ini mengikuti perjalanan sekitar 29.000 mahasiswa program sarjana yang mulai kuliah pada tahun akademik 2008-2009 dan memantau perkembangan pendapatan mereka selama 15 tahun.

Para peneliti menggunakan metode penghitungan yang cukup ketat melalui metrik "cumulative net value-added earnings" atau akumulasi pendapatan nilai tambah bersih.

Baca Juga: Jago Cimory

Artinya, hasil yang diperoleh tidak hanya menghitung besarnya gaji setelah lulus, tetapi juga memperhitungkan biaya kuliah, biaya hidup selama menempuh pendidikan, hingga potensi pendapatan yang hilang karena tidak bekerja penuh waktu selama masa studi.

Hasilnya cukup mengejutkan. Secara rata-rata, lulusan sarjana memperoleh tambahan pendapatan bersih hampir US$ 86.806 atau sekitar Rp1,41 miliar dibandingkan mereka yang hanya lulus SMA, bahkan setelah seluruh biaya pendidikan diperhitungkan.

Jurusan Teknik dan Arsitektur menjadi bidang studi dengan pengembalian investasi pendidikan atau Return on Investment (ROI) tertinggi.

Baca Juga: Di Balik Alasan Prabowo Copot Jabatan Dadan Hindayana, Netizen Malah Soroti Masa Lalu Kepala BGN yang Baru?

Lulusan bidang ini mencatat tambahan pendapatan bersih mencapai US$ 204.686 dalam periode 15 tahun.

Posisi kedua ditempati jurusan Bisnis dan Ekonomi dengan tambahan pendapatan sebesar US$ 183.841.

Sementara peringkat ketiga dihuni oleh Layanan Keamanan dan Proteksi yang menghasilkan tambahan pendapatan sebesar US$ 109.925.

Bidang Pertanian dan Sumber Daya Alam juga menunjukkan hasil yang sangat positif dengan tambahan pendapatan mencapai US$ 106.758.

Baca Juga: Berawal dari Medsos X, Pertemuan Mahasiswa PNJ Berujung Aksi Tak Terpuji Terekam Bikin Geger dan Viral!

Disusul Biologi dan Kesehatan sebesar US$ 100.287 serta Ilmu Fisika dan Matematika sebesar US$ 98.173.

Sementara itu, jurusan Komunikasi mencatat tambahan pendapatan sebesar US$ 70.382.

Ilmu Sosial menghasilkan tambahan US$ 51.314, sedangkan Taman, Rekreasi, Kebugaran, dan Pariwisata mencatat tambahan US$ 42.362.

Menariknya lagi, jurusan Sastra atau Seni Liberal yang selama ini kerap dianggap memiliki prospek pendapatan lebih rendah tetap memberikan keuntungan finansial.

Baca Juga: Viral di Media Sosial: Seorang Ayah Bersujud Minta Maaf Atas Tindakan Asusila Putranya di Kampus PNJ

Lulusan bidang ini memperoleh tambahan pendapatan bersih sekitar US$ 35.481 dibandingkan lulusan SMA.

"Mereka yang menempuh gelar sarjana, lepas dari apa pun bidang studinya telah melakukan investasi yang sangat bijak," ujar Presiden HEA Group sekaligus konsultan pendidikan tinggi, Michael Itzkowitz.

"Keuntungan finansial ini kemungkinan besar akan terus tumbuh secara eksponensial seiring berjalannya waktu, sejalan dengan kemajuan karier dan peningkatan keahlian para pekerja tersebut," lanjutnya.

Baca Juga: Mulai Berlaku Juni 2026, Inilah Skema Transisi Ekspor Komoditas Strategis Melalui PT Danantara

Meski demikian, penelitian ini memiliki catatan penting. Data yang digunakan berasal dari mahasiswa yang mulai kuliah hampir dua dekade lalu, sebelum teknologi Generative AI berkembang pesat dan mulai mengubah pasar tenaga kerja global.

Kekhawatiran mengenai berkurangnya pekerjaan tingkat pemula akibat otomatisasi dan kecerdasan buatan menjadi tantangan baru yang belum sepenuhnya tergambar dalam hasil penelitian tersebut.

Diploma dan Sertifikasi Masih Menjanjikan
Selain program sarjana, penelitian ini juga mengkaji efektivitas program diploma dan sertifikasi profesi yang menawarkan masa studi lebih singkat.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus USD 8,90 Miliar hingga April 2026

Hasilnya cukup beragam. Sebagian besar program diploma masih memberikan keuntungan finansial positif.

Sektor konstruksi menjadi yang paling menjanjikan dengan tambahan pendapatan hampir US$ 73.000 dalam kurun waktu 10 tahun.

Namun tidak semua bidang memberikan hasil serupa.

Program jasa boga atau kuliner justru mencatat kerugian investasi sekitar US$ 13.000 dibandingkan jika lulusannya langsung bekerja setelah tamat SMA.

Baca Juga: Kisruh Pembiayaan Akomodasi Tim Peserta AFF U19, PSSI Sumut: Komitmen Tersebut Antara Panitia Lokal dan Wali Kota Medan

Sementara sektor logistik mencatat kerugian sekitar US$ 15.000.

Pada jalur sertifikasi profesi, bidang konstruksi kembali menjadi yang paling menguntungkan dengan tambahan pendapatan sekitar US$ 48.000 setelah lima tahun.

Sebaliknya, beberapa sertifikasi lain, termasuk teknologi informasi dan ilmu sosial, justru menghasilkan nilai negatif karena biaya pendidikan tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan yang diperoleh.

Baca Juga: Eks Wartawan Nanik S Deyang Jabat Kepala BGN, Dadan dan Mantan Pangdam Dicopot Prabowo

Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Cuan Berdasarkan Riset 15 Tahun

Teknik dan Arsitektur — US$ 204.686

Bisnis dan Ekonomi — US$ 183.841

Layanan Keamanan dan Proteksi — US$ 109.925

Pertanian dan Sumber Daya Alam — US$ 106.758

Biologi dan Kesehatan — US$ 100.287

Ilmu Fisika dan Matematika — US$ 98.173

Komunikasi — US$ 70.382

Ilmu Sosial — US$ 51.314

Taman, Rekreasi, Kebugaran dan Pariwisata — US$ 42.362

Sastra atau Seni Liberal — US$ 35.481

Baca Juga: Dell XPS 13 2026 Bikin Geger, Laptop Premium Windows Kini Lebih Murah dari MacBook Neo

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, memilih jurusan kuliah memang tidak bisa hanya berdasarkan tren atau gengsi semata.

Namun riset ini menunjukkan bahwa pendidikan tetap menjadi investasi berharga ketika dipadukan dengan pilihan bidang yang tepat.

Kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh jurusan yang dipilih, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang menghadapi masa depan yang terus berubah.***