POJOKSATU.id - Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) membantu peserta didik menumbuhkan keingintahuannya terhadap fenomenal alam semesta yang terjadi.

Capaian pembelajaran di kelas 7 IPA fase D menekankan kemampuan peserta didik dalam menggunakan berbagai alat bantu pengukuran dan pengamatan.

Peserta didik diharapkan mampu melakukan pengamatan secara cermat, juga memperhatikan detail penting dari objek yang sedang diteliti.

Mereka juga mampu mengajukan pertanyaan lanjutan secara mandiri guna memperjelas hasil pengamatan serta membuat prediksi terkait penyelidikan ilmiah.

Baca Juga: Apakah TPG Bulanan Membuat Guru Lebih Mudah Dipantau? Ini Analisisnya

Selain itu, pelajar merencanakan dan menjalankan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Dalam proses penyelidikan, peserta didik memanfaatkan beragam variabel untuk membuktikan prediksi.

Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau model.

Mereka juga menjelaskan hasil pengamatan serta pola hubungan dalam data, baik secara digital maupun non digital.

Berikut merupakan matriks tujuan pembelajaran dan ringkasan materi mengenai Hakikat Ilmu Sains, Pengukuran, dan Metode Ilmiah yang sesuai dengan tujuan pembelajaran IPA kelas 7 Kurikulum Merdeka bab 2 semester 1.

Baca Juga: 29 Tahun Solid, Paguyuban Tanaman Hias Cibinong Jadi Teladan Komunitas Lingkungan

Bab II: Zat dan Perubahannya

Tujuan Pembelajaran

1. Wujud Zat dan Model Partikel

Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan keadaan partikel dalam zat padat, cair dan gas.

Peserta didik mampu mendeskripsikan peristiwa difusi dalam zat cair dan gas dalam keseharian. • Membuat model partikel zat padat, cair dan gas.

Peserta didik mampu menerapkan konsep pergerakan partikel dalam menjelaskan fenomena yang terjadi di sekitar pelajar.

Baca Juga: PPG Calon Guru 2025 Cuma Buka Satu Gelombang? Ini Penjelasan Lengkap dan Prediksi Kebijakan Terbarunya

2. Perubahan Wujud Zat

Peserta didik mampu menjelaskan proses perubahan wujud zat dalam skala partikel.

Peserta didik mampu menginterpretasi wujud zat pada suhu yang bervariasi berdasarkan data titik didih dan titik leleh.

Peserta didik mampu menganalisis data titik didih dan titik leleh.

3. Perubahan Fisika dan Kimia

Peserta didik mampu membedakan perubahan fisika dan kimia.

Peserta didik mampu mendeskripsikan siklus air dalam kaitannya dengan perubahan wujud zat.

Peserta didik mampu menyebutkan tanda-tanda terjadinya reaksi kimia.

Peserta didik mampu mengidentifikasi perubahan zat dalam kehidupan sehari-hari sebagai perubahan fisika atau kimia.

Baca Juga: Daftar Materi Inti UKPPPG yang Hampir Selalu Keluar Setiap Tahun

4. Kerapatan Zat

Peserta didik mampu menentukan massa jenis suatu benda padat.

Peserta didik mampu mendeskripsikan pengaruh perbedaan kerapatan zat pada peristiwa mengapung, tenggelam.

Peserta didik mampu membandingkan kerapatan zat cair berdasarkan percobaan atau gambar lapisan cairan-cairan yang dicampur.

5. Proyek Akhir

Peserta didik mampu merancang percobaan untuk menyelidiki faktor yang mempengaruhi waktu melelehnya es.

Peserta didik mampu mengumpulkan data dalam percobaan.

Peserta didik mampu menulis laporan percobaan (tugas di rumah).

Baca Juga: Sisa Waktu Pengusulan Kandidat Anugerah GTK 2025 Sudah Habis, Cek Sosok yang Layak Disebut Teladan Pendidikan Indonesia

Zat dan Model Partikel

Zat merupakan segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.

Sifat-sifat zat berbeda satu sama lain karena susunan partikel penyusunnya tidak sama.

Partikel-partikel penyusun zat selalu bergerak, dan gerakan inilah yang menentukan sifat serta perilaku setiap wujud zat.

Zat padat memiliki partikel yang tersusun sangat rapat dan hanya dapat bergetar pada tempatnya, sehingga bentuk serta volumenya tetap.

Pada zat cair, jarak antar partikel lebih renggang sehingga partikelnya dapat bergerak bebas meski masih berdekatan.

Baca Juga: 450 VA Batal Dihapus, Pemerintah Tegaskan Subsidi Tetap Jadi Prioritas, Warga Jangan Panik!

Hal ini membuat zat cair memiliki bentuk yang mengikuti wadahnya, tetapi volumenya tetap.

Sementara itu, zat gas memiliki jarak antar partikel paling renggang sehingga partikelnya bisa bergerak cepat dan bebas; akibatnya gas tidak memiliki bentuk maupun volume tetap.

Gerakan partikel ini dapat diamati melalui peristiwa difusi, seperti aroma parfum yang menyebar di udara atau tinta yang perlahan menyebar ketika dimasukkan ke dalam air.

Pola gerakan partikel dapat menjelaskan banyak fenomena sehari-hari.

Jarak antarpartikel juga berperan penting dalam proses tersebut.

Fenomena seperti gula yang lebih cepat larut dalam air panas terjadi karena partikel bergerak lebih cepat.

Contoh lainnya adalah balon yang mengempis setelah dibiarkan semalaman.

Perubahan ini berkaitan dengan perpindahan partikel gas melalui celah-celah kecil pada permukaan balon.

Baca Juga: Diterjang Angin, Pohon Tumbang Timpa Empat Rumah di Citereup, Kabupaten Bogor

Perubahan Wujud Zat

Perubahan wujud zat terjadi ketika zat menerima atau melepaskan kalor.

Ketika kalor diterima, jarak antar partikel bertambah sehingga zat padat dapat mencair atau zat cair dapat menguap menjadi gas.

Sebaliknya, ketika kalor dilepaskan, gerak partikel melambat sehingga gas dapat mengembun menjadi cairan atau cairan dapat membeku menjadi padat.

Perubahan ini bersifat fisika karena tidak menghasilkan zat baru.

Selain itu, setiap zat memiliki titik leleh dan titik didih yang menjadi acuan ketika mengalami perubahan wujud.

Es, misalnya, mulai mencair pada suhu 0°C, sementara air mendidih pada 100°C.

Data titik leleh dan titik didih sering digunakan untuk memprediksi wujud suatu zat pada suhu tertentu atau membandingkan sifat beberapa zat yang berbeda.

Baca Juga: 50 Contoh Latihan Soal UAS PPKN, Kelas 4 SD Semester 1, Lengkap Jawaban dan Pembahasan, Lengkap Semua Materi sesuai Kurikulum Merdeka

Perubahan Fisika dan Kimia

Perubahan fisika terjadi ketika suatu zat mengalami perubahan bentuk atau wujud tanpa menghasilkan zat baru, seperti es yang mencair atau kertas yang dirobek.

Sebaliknya, perubahan kimia menghasilkan zat baru.

Perubahan ini biasanya ditandai oleh beberapa ciri khusus.

Salah satu tandanya adalah perubahan warna yang bersifat permanen.

Tanda lainnya bisa berupa munculnya gas atau timbulnya endapan.

Pada beberapa reaksi, pelepasan panas juga dapat terjadi sebagai bagian dari perubahan kimia.

Contoh perubahan kimia adalah besi yang berkarat atau kayu yang dibakar.

Siklus air di alam merupakan salah satu contoh perubahan fisika yang terjadi secara berulang.

Air mengalami penguapan saat terkena panas, berubah menjadi awan melalui kondensasi, kemudian jatuh sebagai hujan dan kembali lagi ke permukaan tanah.

Baca Juga: Bonus Penebalan dan Rapelan Bansos PKH BPNT BLT Kesra Membanjiri Rekening KPM di Penutupan Tahun

Kerapatan Zat

Kerapatan zat ditentukan oleh massa dan volume suatu benda.

Massa jenis suatu zat dapat dihitung dengan membagi massa dengan volumenya.

Perbedaan kerapatan berpengaruh pada peristiwa mengapung atau tenggelam.

Benda yang memiliki massa jenis lebih kecil dari cairan akan mengapung, sedangkan benda yang massa jenisnya lebih besar akan tenggelam.

Selain itu, cairan dengan kerapatan berbeda akan membentuk lapisan ketika dicampur.

Misalnya, sirup yang memiliki kerapatan lebih besar akan berada di bagian bawah, air berada di tengah, dan minyak yang kerapatannya kecil akan berada di bagian paling atas.

Baca Juga: Begini Mekanisme Seleksi CPNS Khusus AMOR, 80 Persen Kuota Disiapkan Khusus untuk Putra-Putri Mimika

Proyek Akhir: Percobaan Melelehnya Es

Untuk melakukan percobaan tentang faktor yang memengaruhi waktu melelehnya es, diperlukan pemahaman mengenai variabel percobaan.

Variabel bebas adalah faktor yang ingin diselidiki, seperti suhu lingkungan, ukuran es, atau jenis wadah.

Variabel terikat adalah waktu yang dibutuhkan es untuk mencair, sedangkan variabel kontrol harus dibuat tetap agar hasil percobaan akurat.

Setelah merancang alat, bahan, dan langkah kerja, peserta didik dapat melakukan pengamatan dan mencatat waktu yang diperlukan es untuk mencair pada kondisi tertentu.

Data hasil percobaan dapat dianalisis menggunakan teori perubahan wujud dan perpindahan kalor.

Misalnya, es akan mencair lebih cepat pada suhu lebih tinggi karena partikel air bergerak lebih cepat.

Baca Juga: Menkes Ancam Cabut Izin Dokter Spesialis yang Kabur dari Daerah, Tegaskan Wajib Kerja Minimal 2–3 Tahun

Setelah semua data terkumpul, peserta didik dapat menuliskan laporan berisi kesimpulan, evaluasi proses percobaan, serta saran perbaikan untuk percobaan berikutnya.

Bab II: Zat dan Perubahannya memberikan landasan penting bagi siswa untuk memahami bagaimana materi bekerja dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui konsep partikel, perubahan wujud, perubahan fisika dan kimia, hingga kerapatan zat, peserta didik dapat memahami dasar-dasar cara kerja materi.

Setiap fenomena sederhana yang sering ditemui sehari-hari ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang runtut dan logis.

Contohnya adalah es yang mencair, gula yang larut, atau benda yang mengapung di atas permukaan air.

Baca Juga: Baterai Tanpa Dicharge? Inovasi Pendiri Bobibos Disebut Bisa Guncang Industri Mobil Listrik Dunia

Pembelajaran ini juga membantu siswa mengembangkan cara berpikir ilmiah, mulai dari mengamati, menganalisis data, hingga menarik kesimpulan melalui kegiatan percobaan.

Dengan pemahaman ini, siswa tidak hanya mengenal sains sebagai teori, tetapi juga sebagai alat untuk membaca berbagai peristiwa di sekitar mereka.

Pada akhirnya, pengetahuan dasar ini menjadi bekal penting untuk mempelajari materi IPA di jenjang berikutnya dan untuk menghadapi tantangan sains dalam kehidupan nyata.

Pelajarilah dengan baik ringkasan materi tersebut supaya lebih memahami materi mengenai Zat dan Perubahannya.

Jangan ragu untuk bertanya pada guru jika ada hal yang belum dipahami. ***