POJOKSATU.id - Modul Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) dirancang untuk menciptakan pengalaman dan lingkungan belajar yang memperhatikan kebutuhan sosial dan emosional siswa.
Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) menjadi salah satu fokus utama dalam program piloting Pendidikan Profesi Guru Tertentu atau PPG Daljab 2024.
PSE bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman pendidik tentang pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa, yang termuat dalam Modul 2.
PSE, atau dikenal juga sebagai Social Emotional Learning (SEL), adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa.
Tujuan utama dari PSE adalah membantu siswa mengenali dan mengelola emosi mereka, menetapkan tujuan positif, menunjukkan empati, membangun hubungan sehat, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.
Sehingga, modul ini bertujuan untuk membantu para pendidik dalam menuntun siswa mencapai potensi maksimal mereka, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, dengan tujuan akhir keselamatan dan kebahagiaan.
Modul ini menekankan pentingnya mengembangkan lima Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi atau relationship skills, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Terdapat lima kompetensi utama dalam PSE, yaitu:
- Kesadaran Diri (Self Awareness): Memahami emosi dan pengaruh diri sendiri.
- Manajemen Diri (Self Management): Mengatur emosi, pikiran, dan perilaku secara efektif.
- Kesadaran Sosial (Social Awareness): Menunjukkan empati dan menghargai perspektif orang lain.
- Keterampilan Berelasi (Relationship Skills): Membangun dan memelihara hubungan yang sehat.
- Pengambilan Keputusan (Responsible Decision Making): Membuat keputusan yang bertanggung jawab berdasarkan keyakinan.
Modul ini juga menguraikan empat indikator utama dalam implementasi PSE, yaitu:
- Pengajaran secara eksplisit,
- Integrasi dalam praktik mengajar guru dan kurikulum akademik,
- Penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, serta
- Penguatan KSE pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) melalui keteladanan, proses belajar, dan kolaborasi dengan komunitas sekolah.
Selain itu, PSE juga berhubungan erat dengan penguatan profil Pelajar Pancasila, yang merupakan kerangka karakter siswa yang diharapkan dalam sistem pendidikan Indonesia.
Integrasi antara PSE dan profil Pelajar Pancasila sangat penting dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan sosial yang kuat.
PSE membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang mendukung pencapaian enam dimensi dalam profil Pelajar Pancasila.
Dengan mengintegrasikan PSE dalam proses pembelajaran, siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu mengelola emosi dan hubungan sosial dengan baik.
Mereka akan siap menghadapi tantangan global dan mencapai tujuan utama dari penguatan profil Pelajar Pancasila yang diharapkan oleh sistem pendidikan di Indonesia.
Kompetensi lulusan PPG yang ditargetkan mencakup kemampuan guru untuk menetapkan tujuan, merencanakan, dan mencapai peningkatan kompetensi dan kematangan diri.
Selain itu, peserta PPG diharapkan mampu memahami dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sehingga semua individu di sekolah dapat mengembangkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis secara optimal.
Secara khusus, lulusan PPG diharapkan dapat:
- Menjelaskan pentingnya PSE dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis.
- Menerapkan konsep PSE berdasarkan kerangka kerja CASEL untuk mengembangkan lima KSE utama.
- Mempraktikkan konsep mindfulness sebagai dasar pengembangan KSE.
- Mengimplementasikan PSE melalui berbagai metode, termasuk pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktik mengajar dan kurikulum, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, serta penguatan kompetensi sosial dan emosional para pendidik.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang PSE, para pendidik dapat membimbing siswa menjadi individu yang berkarakter, mampu mengelola emosi, dan berinteraksi sosial dengan baik.
Modul ini diharapkan dapat menjadi panduan komprehensif bagi para pendidik untuk mengembangkan lingkungan belajar yang holistik dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. ***




