POJOKSATU.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial berhasil menunjukkan tren positif dalam pengelolaan anggaran belanja barang untuk kebutuhan pendidikan siswa Sekolah Rakyat.
Berdasarkan data terbaru, realisasi harga pembelian berbagai jenis sepatu siswa ternyata berada jauh di bawah batas maksimal atau pagu anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sebagai contoh, sepatu jenis PDL siswa yang semula dianggarkan maksimal tujuh ratus ribu rupiah per unit, berhasil didapatkan dengan harga enam ratus empat puluh ribu rupiah saja.
Efisiensi serupa juga ditemukan pada kategori sepatu harian siswa SD yang terealisasi hanya sebesar separuh dari anggaran maksimal yang tersedia.
Baca Juga: Bedah Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Kemensos, Gus Ipul Jamin Tak Ada Intervensi!
Penghematan ini tidak didapatkan secara instan, melainkan melalui proses riset pasar yang mendalam di berbagai platform perdagangan elektronik dan survei lapangan.
Untuk kategori sepatu olahraga baik bagi siswa maupun guru, pemerintah juga berhasil menekan harga hingga menyisakan selisih anggaran yang cukup signifikan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa hasil lelang untuk sepatu bot bahkan menyentuh angka yang sangat kompetitif setelah melewati tahap klarifikasi dan negosiasi yang alot.
Keberhasilan menekan harga ini diklaim tetap mempertahankan standar kualitas yang dibutuhkan oleh para siswa di lapangan.
Baca Juga: Gus Ipul Larang Bansos Kemensos Lakukan ini! Bantuan Harus Dikawal Hingga Tuntas!
Detail rincian harga ini sengaja dibuka kepada media untuk menunjukkan bahwa setiap rupiah uang rakyat digunakan secara efektif dan efisien.
Dengan adanya selisih harga dari pagu anggaran tersebut, negara dapat menghemat pengeluaran tanpa mengurangi volume kebutuhan yang sudah direncanakan.
Fokus pada efisiensi ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan keberlanjutan program bantuan bagi warga sekolah di masa depan.
Kemensos berharap pola pengadaan yang hemat dan tepat sasaran ini bisa menjadi contoh.
Terutama bagi lembaga pemerintah lainnya dalam melakukan pengadaan barang jasa.***




