POJOKSATU.id - Suasana Pesantren Kilat Remaja dalam rangkaian RICMA Camp 2026 terasa berbeda ketika ratusan peserta memadati lokasi acara untuk mengikuti sesi dialog inspiratif bersama Sandiaga Uno.
Kegiatan pada Minggu 01 Maret 2026 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi tentang arah kepemimpinan generasi muda di tengah derasnya perubahan zaman.
Dalam paparannya, Sandiaga lebih banyak menekankan pentingnya kesiapan mental dan karakter dibanding sekadar pencapaian akademik.
Ia menilai, generasi muda hari ini hidup dalam era yang menuntut kecepatan berpikir dan keluwesan bertindak.
Baca Juga: THR Guru Sertifikasi 2026 Cair Penuh, Non-ASN Masih Menunggu
"Karena itu, kecerdasan harus dimaknai secara luas, bukan hanya soal nilai rapor, melainkan kemampuan memahami realitas, membaca peluang, dan beradaptasi dengan dinamika global," kata Sandiaga Uno.
Ia mengingatkan bahwa teknologi bukan ancaman, melainkan alat. Artificial intelligence, menurutnya, dapat menjadi pengungkit produktivitas dan kreativitas jika dimanfaatkan secara bijak.
Bahkan dalam penyelenggaraan acara berskala besar, teknologi seperti hologram dan AI dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif dan relevan dengan generasi digital.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan berarti tanpa fondasi moral yang kuat.
Baca Juga: THR 2026 Ditetapkan, Guru Diminta Finalisasi Data Sebelum 7 Maret
Di hadapan peserta, Sandiaga menyoroti pentingnya integritas sebagai pilar utama kepemimpinan.
"Dalam dunia usaha maupun organisasi, kepercayaan publik adalah aset yang jauh lebih berharga daripada modal finansial," terang mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
Menurutnya, reputasi tidak dibangun dalam satu malam. Reputasi tumbuh dari konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tindakan.
Ketika integritas goyah, kepercayaan pun runtuh. Karena itu, ia mendorong peserta untuk menjadikan nilai amanah sebagai kompas dalam mengambil keputusan.
Sandiaga juga menyinggung karakter pemimpin dalam menghadapi tekanan. Ia mengatakan bahwa tantangan adalah keniscayaan, tetapi respons terhadap tantangan itulah yang menentukan kualitas kepemimpinan seseorang.
"Pemimpin yang matang, katanya, tidak tenggelam dalam keluhan, melainkan hadir dengan ketenangan dan solusi yang terukur," jelasnya.
Ketua Pelaksana RICMA Camp 2026, Revanza, menyebut kehadiran Sandiaga Uno sebagai suntikan motivasi yang konkret bagi para peserta.
Menurutnya, kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai pesantren kilat yang bersifat seremonial, melainkan sebagai laboratorium karakter bagi generasi muda.
“RICMA Camp bukan hanya kegiatan pesantren kilat, tetapi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan," ujar Revanza.
"Kami ingin peserta tidak hanya semangat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi dunia nyata dengan integritas, kecerdasan, dan kemampuan beradaptasi. Kehadiran Pak Sandiaga menjadi inspirasi konkret bahwa pemimpin harus visioner sekaligus amanah,” ujarnya.
Baca Juga: Jadwal TKA SMP 2026 Resmi 6–16 April, Ini 30 Soal Bahasa Indonesia Lengkap dengan Pembahasan
Di akhir sesi, peserta diajak menengok kembali teladan kepemimpinan Rasulullah sebagai figur yang memadukan kecerdasan, kejujuran, dan orientasi pada kemaslahatan umat.
Selain itu, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian. Sandiaga mengingatkan agar platform digital tidak sekadar menjadi ruang ekspresi, tetapi juga sarana menyebarkan nilai positif dan membangun peradaban yang beretika.
RICMA Camp 2026 diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya piawai berbicara tentang perubahan, tetapi juga siap menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.
Dengan bekal spiritualitas, kecerdasan adaptif, serta komitmen pada integritas, para peserta didorong untuk mengambil peran strategis dalam berbagai bidang di masa depan.
Tentang RICMA
Remaja Islam Masjid Cut Meutia merupakan organisasi kepemudaan yang berbasis di Masjid Cut Meutia, Jakarta.
Organisasi ini berfokus pada penguatan karakter, kepemimpinan, serta pengembangan kapasitas generasi muda Muslim melalui program kaderisasi, kajian rutin, pelatihan, dan kegiatan sosial keagamaan.
RICMA Camp menjadi agenda tahunan unggulan yang bertujuan mencetak pemimpin muda berakhlak dan kompeten.***




