POJOKSATU.id - Pesatnya perkembangan teknologi digital ikut mengubah wajah pendidikan. Proses belajar tak lagi hanya bertumpu pada metode konvensional, melainkan mulai bertransformasi ke arah yang lebih adaptif, relevan, dan berbasis teknologi.
Di tengah perubahan itu, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan menjadi kunci utama agar transformasi tidak sekadar slogan.
Penguatan kualitas SDM dinilai sebagai fondasi penting kemajuan bangsa. Pendidikan pun dituntut mampu menjawab tantangan zaman melalui kebijakan dan program strategis yang berorientasi masa depan.
Pemerintah melihat integrasi teknologi digital dalam pembelajaran sebagai salah satu langkah krusial untuk menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari agenda pembangunan pendidikan jangka panjang.
Pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan inklusif, tentu membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Mulai tahun ajaran 2025/2026, penguatan itu dipertegas lewat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang revitalisasi satuan pendidikan.
Dalam kebijakan tersebut, digitalisasi pembelajaran ditetapkan sebagai mandat penting, termasuk target kesiapan seluruh satuan pendidikan dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, khususnya Papan Interaktif Digital (PID).
Baca Juga: Sistem Info GTK Berubah, Guru Sertifikasi Wajib Tahu Cara Akses Terbaru, Kunci Prarealisasi TPG THR
Persiapan Matang Libatkan Banyak Pihak
Menyongsong akhir 2025, Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen menjalankan berbagai Program Digitalisasi Pembelajaran yang berfokus pada penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Program ini dirancang sebagai implementasi langsung dari Inpres No. 7 Tahun 2025, dengan penekanan pada pemanfaatan PID dalam proses belajar mengajar.
Rangkaian program diawali dengan Training of Trainer (ToT) pada akhir Agustus 2025. Kegiatan ini menyasar Duta Teknologi Kemendikdasmen, kepala sekolah yang tergabung dalam BERGEMA KS, guru terpilih, akademisi perguruan tinggi, hingga praktisi pendidikan profesional.
Mereka dipersiapkan menjadi pendamping dan narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran yang terpusat di Jakarta dan Surabaya.
Baca Juga: Petugas Gabungan Tangkap Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon, Sosoknya Masih Muda
Bimtek Jadi Akselerator Daerah
Dalam rentang 17 September hingga 18 Oktober 2025, Direktorat Sekolah Dasar menyelenggarakan Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran bagi PemanTIK dinas pendidikan dan perwakilan guru dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini dibagi dalam 10 angkatan dengan total target 1.930 peserta.
Materi yang diberikan mencakup kebijakan digitalisasi pembelajaran, praktik langsung penggunaan teknologi terutama PID, pemanfaatan aplikasi digital pendukung pembelajaran, hingga penyusunan rencana pembelajaran berbasis digital.
Tujuannya agar peserta mampu menjadi penggerak di daerah masing-masing dalam membangun ekosistem pembelajaran digital.
Selain keterampilan teknis, Bimtek juga menanamkan pola pikir baru bahwa guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran digital yang kreatif.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto. menjelaskan, digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan.
Namun, lanjutnya, perangkat hanyalah satu sisi.
"Yang lebih penting adalah transformasi pola pikir: guru harus mampu beradaptasi, mengembangkan literasi digital, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan bermakna,” tuturnya.
Dari total target, tercatat 1.893 peserta hadir, terdiri dari 498 PemanTIK dan 1.395 guru SD.
Para peserta juga diwajibkan melakukan pengimbasan ke 10 sekolah di sekitar wilayah kerjanya masing-masing.
Baca Juga: TPG THR Guru 100 Persen Sudah Cair ke Daerah, Tapi Hanya untuk 333 Wilayah
Pendampingan Daerah Perluas Dampak
Penguatan digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada Bimtek. Direktorat Sekolah Dasar melanjutkannya melalui Pendampingan Digitalisasi Pembelajaran yang menyasar 120 kabupaten/kota di 35 provinsi.
Program ini menargetkan 50 guru di setiap daerah, di luar peserta Bimtek.
Sepanjang pendampingan, para guru dibekali wawasan kebijakan, strategi implementasi, hingga keterampilan praktis mengelola kelas digital dan merancang pembelajaran berbasis teknologi.
Fokus utama tetap pada pemanfaatan Papan Interaktif Digital dalam kegiatan belajar mengajar.
Dari proyeksi 6.000 peserta, program ini berhasil menjangkau 6.002 guru. Capaian tersebut memperlihatkan antusiasme dan kesiapan daerah dalam menyambut transformasi pembelajaran berbasis digital.
Baca Juga: Materi Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar PJOK Kelas 6: Lengkap untuk Pembelajaran Semester I
Membangun Ekosistem Pembelajaran Digital
Melalui Program Digitalisasi Pembelajaran, Kemendikdasmen mendorong transformasi sekolah yang tidak hanya berorientasi pada perangkat teknologi, tetapi pada penguatan ekosistem pembelajaran digital secara menyeluruh.
Kepala sekolah berperan sebagai penggerak kebijakan, guru menjadi aktor utama integrasi teknologi, sementara tenaga kependidikan mendukung aspek administrasi dan teknis.
Peserta didik dan orang tua pun dilibatkan untuk membangun budaya penggunaan teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan selaras dengan tujuan pembelajaran.
Baca Juga: BisKita Trans Pakuan Setop Operasi, Warga Desak Kejelasan dari Pemkot Bogor
Satuan pendidikan yang telah menerima intervensi didorong untuk menyusun serta menerapkan rencana pembelajaran berbasis digital secara konsisten. ***




