POJOKSATU.ID - Kondisi darurat bencana akibat gempa bumi tidak lantas menyurutkan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur.

Kemendikdasmen merancang strategi fleksibel agar proses belajar mengajar tetap berlangsung meski di tengah keterbatasan.

Pemerintah telah menerbitkan panduan khusus pembelajaran masa darurat yang menekankan pada materi esensial serta literasi dasar.

Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi para guru dan murid yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Baca Juga: Data Mengerikan Gempa Flores Terkuak! Lebih dari Ribuan Kelas Hancur Total, Ratusan Ribu Siswa Terancam Terhenti Sekolahnya

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir mendampingi seluruh siswa terdampak.

Tim khusus dari kementerian bahkan telah diterjunkan ke titik bencana seperti Labuan Bajo sejak awal terjadinya musibah.

Penyaluran bantuan logistik pendidikan terus bergerak menyisir berbagai wilayah rawan mulai dari Manggarai hingga Kabupaten Sikka.

Bantuan yang disalurkan mencakup ribuan bingkisan anak, paket sembako, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Kabar Baik Buat Lansia dan Disabilitas! Program Bantuan Makanan Segera Ditempelkan ke MBG

Guna menampung aktivitas belajar yang terhenti akibat gedung sekolah hancur, pemerintah mendistribusikan seratus tenda ruang kelas darurat.

Tenda-tenda khusus ini dirancang agar dapat segera digunakan sebagai ruang kelas sementara di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti di situ, penyaluran bantuan tahap berikutnya sudah disiapkan dengan volume yang jauh lebih besar.

Bantuan susulan tersebut meliputi puluhan ribu buku, ribuan perabot kelas, papan tulis, serta perlengkapan belajar tambahan.

Pendampingan intensif kepada pemerintah daerah dalam mengawal kurikulum darurat ini dipastikan berjalan hingga masa tanggap darurat usai.

Seluruh pemangku kepentingan diajak untuk saling bahu-membahu mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak.***