POJOKSATU.ID - Program magang atau ferien job ke Jerman yang melibatkan ribuan mahasiswa Indonesia dipastikan bukan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/4/2024).
Menurut Kiki, ferien job tidak cocok dengan program MBKM yang diselenggarakan Kemendikbudristek.
Baca Juga: DIBONGKAR MENKEU SRI MULYANI, Ternyata Banyak Pemda Belum Cairkan THR PPPK dan PNS, Cek Daerah Anda
Sekadar informasi, Mabes Polri saat ini tengah menangani kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok program magang ferienjob di Jerman.
Banyak mahasiswa yang kemudian tertarik mengikuti program ferien job ini karena iming-iming gaji dan disebut masuk dalam bagian MBKM, serta bisa dikonversi menjadi 21 SKS.
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap setidaknya ada 33 kampus di Indonesia yang terseret dalam kasus TPPO berkedok program magang ferienjob di Jerman ini.
Baca Juga: Ini Daftar Nama Honorer Kemenag Wajib Pemutakhiran Data, Jika Ingin Diangkat PPPK 2024
Sementara mahasiswa yang berangkat ke Jerman untuk mengikut program ini mencapai 1.047 orang.
Penjelasan Kemendikbudristek soal Ferien Job
Dalam raker dengan Komisi X DPR RI, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati menegaskan ferien job bukan program MBKM yang diselenggarakan Kemendikbudristek.
Ferien job sendiri diatur dalam Pasal 14 ayat (2) Ordonansi Ketenagakerjaan Jerman yang dilakukan hanya pada saat official semester break atau libur semester yang resmi dengan jenis pekerjaan berupa manual labour atau tenaga fisik.
Ferien job juga tidak terkait dengan dunia akademis karena bertujuan untuk mengisi kekurangan tenaga kerja fisik di Jerman dan hanya untuk mengisi masa liburan semester para mahasiswa.
Hal tersebut menandakan fokus ferien job bukan untuk mencari pengalaman budaya dan perolehan keterampilan bahasa karena apabila mahasiswa mengikuti ferien job maka mereka harus memiliki kemampuan bahasa Jerman sebagai modal berkomunikasi.
Masa kerja maksimal pada ferien job adalah 90 hari dalam jangka waktu 12 bulan selama liburan semester resmi di negara asli dan tidak dapat diperpanjang.
"Fakta-fakta terkait ferien job itu memperkuat bahwa magang tersebut benar-benar tidak berkaitan dan bukan merupakan program MBKM yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek," tegas Kiki di Senayan, Rabu.
Ia menjelaskan magang yang masuk dalam program MBKM tidak diselenggarakan dalam masa libur namun pada semester berjalan karena harus berkontribusi terhadap nilai atau prestasi akademik mahasiswa.
Selain itu, magang yang masuk dalam MBKM juga harus berkaitan dengan pembelajaran yang menguatkan kompetensi yang diikuti mahasiswa di program studinya sehingga meski tidak sama namun harus selaras sehingga memperkuat pembelajaran di kampus.
“Ini merupakan experiental learning jadi otomatis pekerjaan yang sifatnya fisik (seperti ferien job) seringkali tidak cocok dengan MBKM,” ujar Kiki.
Kiki menuturkan pemerintah mewajibkan penyelenggara magang yang masuk dalam program MBKM untuk merancang kegiatan yang bisa melatih hard skill dan soft skill mahasiswa.
Sejauh ini, magang program MBKM sudah mendapat tanggapan positif dari industri karena mereka bisa mengidentifikasi talenta yang potensial untuk bekerja di perusahaan atau industrinya.
Bahkan penyelenggara magang MBKM memberi golden tiket kepada mahasiswa yang dinilai layak sehingga ketika mereka lulus maka bisa langsung bekerja di perusahaan atau industri tempat mereka magang.
Kiki menambahkan magang MBKM turut mempersingkat masa penyiapan tenaga kerja baru atau on job training (OJT) sehingga dapat mengefisienkan biaya perusahaan dalam melatih sumber daya manusia (SDM).
“Mahasiswa juga bisa lebih percaya diri karena mengenal dunia kerja dan perkembangan industri yang akhirnya turut memberikan pengayaan bagi bahan pelajaran dan pembelajaran di kampus,” katanya.
Namun berbeda yang dengan program magang ferien job yang sudah memperdaya ribuan mahasiswa Indonesia.
Sejumlah mahasiswa yang jadi korban membuat pengakuan yang hampir sama.
Antara lain pekerjaan tak sesuai jurusan di kampus, pemutusan kerja sepihak, dan pemotongan gaji.
Ferienjob merupakan kerja paruh waktu selama tiga bulan yang biasa diikuti mahasiswa di Jerman saat musim libur.
Jenis pekerjaan yang dilakukan umumnya yang mengandalkan tenaga fisik atau kerja kasar yang tidak linier dengan program studi mahasiswa pesertanya.
Polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yaitu Sihol Situngkir, guru besar Universitas Jambi.
Kemudian ada AJ (52 tahun) dan MZ (60 tahun)—keduanya dosen Universitas Negeri Jakarta, dua WNI yang berada di Jerman, yaitu Direktur PT SHB, Enik Waldkonig (39 tahun), serta pemilik PT CVGEN, A alias AE (37 tahun).***




