POJOKSATU.id — Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Banjarnegara beraksi damai menyuarakan aspirasi bersama.
Mereka menuntut kesetaraan status dan kesejahteraan yang lebih layak bagi tenaga pendidik usia dini di seluruh Indonesia.
Suara itu menggema di Alun-Alun Banjarnegara dalam peringatan dua dekade Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).
Suasana penuh semangat, dengan spanduk dan sorak dukungan yang mencerminkan perjuangan panjang para pendidik PAUD yang telah puluhan tahun mengabdi tanpa perlindungan hukum yang memadai.
Baca Juga: Letnan Dalimunte dan Jafar Sukhairi Nasution Kembali Diperiksa KPK Dugaan Korupsi Jalan di Sumut
Ketua Himpaudi Banjarnegara, Giriningsih Purwatin, menegaskan bahwa perjuangan guru PAUD tidak cukup hanya dengan dedikasi dan loyalitas, tapi juga butuh payung hukum yang adil.
“Kami menuntut revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 dan Undang-Undang Guru dan Dosen agar guru PAUD diakui setara dan mendapatkan kesejahteraan yang layak,” ujarnya dengan tegas.
Aspirasi itu, lanjutnya, akan diteruskan ke pemerintah pusat melalui pemerintah daerah agar suara para guru PAUD benar-benar diperhatikan.
Dukungan juga datang dari Ketua Pengurus Wilayah Himpaudi Jawa Tengah, Rusmanto, yang menyebut perjuangan guru PAUD sudah lama berlangsung, tapi belum juga membuahkan hasil nyata.
Baca Juga: Cara Efektif Mengelola Waktu bagi Pekerja Shift agar Tetap Produktif dan Sehat
“Himpaudi sudah enam kali melakukan rapat dengar pendapat dengan DPR RI untuk memperjuangkan revisi undang-undang. Guru PAUD ini bekerja total sejak pagi, menjalankan delapan standar nasional pendidikan, hingga akreditasi. Mereka pahlawan generasi emas Indonesia,” tegasnya.
Acara peringatan dua dekade Himpaudi Banjarnegara kali ini menjadi momentum penting memperkuat semangat perjuangan.
Lebih dari 1.200 guru PAUD hadir mengusung tema “Dua Dekade Himpaudi Membersamai PTK PAUD Wujudkan Kesetaraan dan Kesejahteraan.”
Sekretaris Daerah Banjarnegara, Indarto, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi untuk para guru PAUD. Menurutnya, mereka adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak bangsa.
“Guru PAUD adalah sahabat sejati dan penguat pendidikan anak-anak kita. Mereka pahlawan tanpa tanda jasa yang meletakkan pondasi masa depan generasi sejak usia dini,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memperjuangkan kesejahteraan guru PAUD.
“Peringatan ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi wujud nyata semangat para pendidik dalam mengawal masa depan anak-anak Banjarnegara yang cerdas dan berdaya saing,” imbuhnya.
Seruan dari Banjarnegara ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi guru PAUD di seluruh Indonesia — bahwa kesetaraan dan kesejahteraan bukan sekadar mimpi, tapi hak yang pantas diperjuangkan.***




