POJOKSATU.id – Universitas Indonesia (UI) resmi mengubah nomenklatur kelembagaan dari Program Pendidikan Vokasi menjadi Sekolah Vokasi UI.

Perubahan ini menjadi tonggak baru dalam penguatan pendidikan tinggi terapan yang lebih mandiri, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Rektor UI, Heri Hermansyah, mengatakan perubahan nama tersebut merupakan momentum penting dalam perjalanan pendidikan vokasi di lingkungan Universitas Indonesia.

Baca Juga: 8 Formasi CPNS Non Guru yang Bisa Dilamar Lulusan S.Pd, Peluang Karier Tak Hanya Jadi Guru

"Ini merupakan momentum bersejarah dari perubahan nama dari Program Pendidikan Vokasi UI menjadi Sekolah Vokasi UI.

Selama ini Vokasi UI mengelola aset, SDM, dan secara otonomi. Nama baru ini juga sesuai dengan perguruan tinggi di Indonesia dan internasional yang menyelenggarakan pendidikan vokasi," ujar Heri di Depok, Jumat (31/7/2026).

Perkuat Tata Kelola dan Otonomi
Menurut Heri, perubahan nomenklatur dari "Program" menjadi "Sekolah" bukan sekadar pergantian nama.

Baca Juga: Wings Air Sukses Mendarat Perdana di Bandara AH Nasution, Madina Ajak Daerah Lain Berkolaborasi

Langkah tersebut mencerminkan transformasi strategis agar Sekolah Vokasi UI menjadi institusi pendidikan tinggi terapan yang utuh dengan tata kelola yang lebih kuat.

Penggunaan istilah "Sekolah" juga mengikuti praktik pendidikan vokasi di berbagai perguruan tinggi dunia yang menggunakan istilah "School" sebagai identitas lembaga akademik yang memiliki otonomi dalam mengembangkan pendidikan, riset terapan, inovasi, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dengan status baru tersebut, Sekolah Vokasi UI diharapkan semakin fleksibel dalam merespons perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan tantangan dunia kerja yang terus berubah.

Baca Juga: Pengelola SixNine Coffee Buka Suara soal Polemik Penebangan Pohon di Martadinata, Klaim Tak Tahu Proses Pembangunan

Perkuat Link and Match dengan Dunia Industri
Transformasi ini juga menjadi bagian dari upaya UI memperkuat konsep link and match dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Melalui pendekatan tersebut, lulusan Sekolah Vokasi UI diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi praktis, keterampilan profesional, serta sikap kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

UI menilai sinergi dengan DUDIKA menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang siap bekerja sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Didukung Rekam Jejak Prestasi
Direktur Sekolah Vokasi UI, Safrin Arifin, menegaskan bahwa perubahan nomenklatur tersebut didukung fondasi kelembagaan yang telah terbukti kuat.

Baca Juga: Mensos Dorong Karang Taruna Ambil Peran Lebih Besar Dalam Pengentasan Kemiskinan Dan Pendampingan Kelompok Rentan

Ia menyebut Sekolah Vokasi UI memiliki berbagai capaian prestasi, di antaranya meraih Peringkat I Kontrak Kinerja (Kokin) UI Tahun 2023, Peringkat II UI Zona Integritas Award selama dua tahun berturut-turut pada 2022 dan 2023, serta Peringkat I GreenMetric UI Tahun 2025.

Selain itu, berbagai prestasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional menjadi modal penting dalam menjalankan mandat kelembagaan yang baru.

Komitmen Cetak Lulusan Siap Bersaing
Melalui perubahan ini, Sekolah Vokasi UI menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja profesional.

Baca Juga: Kemensos Mengawal Keamanan Dan Kenyamanan Siswa Sekolah Rakyat Pada MPLS Sekolah Rakyat Gel 2

Lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional sekaligus memiliki daya saing di tingkat global.

Saat ini, Sekolah Vokasi UI menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan tinggi terapan, mulai dari Program Diploma III, Sarjana Terapan (Diploma IV), hingga Magister Terapan.

Dengan identitas kelembagaan yang baru, UI optimistis Sekolah Vokasi akan semakin berperan dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di berbagai sektor. ***