POJOKSATU.id - Peluncuran e-Rapor SD Versi 2025 menandai era baru digitalisasi rapor bagi sekolah dasar di seluruh Indonesia.

Aplikasi ini hadir dengan pembaruan besar pada sisi fitur, sistem penilaian, hingga integrasi data.

Namun, tidak sedikit guru yang belum memahami perubahan signifikan tersebut.

Baca Juga: Kumpulan Catatan Wali Kelas Terbaru! Berisi Pesan Motivasi yang Menguatkan Siswa, Guru Disarankan Menyesuaikan dengan Karakter Kelas

Padahal, banyak fitur di versi terbaru yang dapat memangkas waktu kerja administratif dan membantu proses penilaian menjadi jauh lebih efisien.

Dalam rilis panduan resmi yang beredar di kalangan tenaga pendidik, disebutkan bahwa e-Rapor SD 2025 telah disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka, Kurikulum 2013, serta format P5 dan Kokurikuler.

Informasi tersebut menegaskan bahwa aplikasi ini tidak hanya menjadi alat penginput nilai.

Baca Juga: Bobby Bantah Pangkas Anggaran Bencana, Padahal Angka Lama Masih Menghantui: Publik Geram!

Tetapi juga menjadi sistem asesmen terpadu yang mengikuti ketentuan kurikulum nasional.

“Aplikasi e-Rapor SD dikembangkan dengan acuan sistem asesmen Kurikulum Merdeka, Kurikulum 2013, Panduan P5 dan Kokurikuler,"

"Sehingga sekolah dapat menginput nilai, sikap, dan evaluasi belajar sesuai regulasi terbaru,” dikutip dari Sinau Thewe pada 26 November 2025.

Baca Juga: Jangan Salah! Begini Cara Login e-Rapor SD 2025 yang Benar Menurut Panduan Resmi

Dengan banyaknya perubahan dan fitur baru yang ditambahkan, guru wajib memahami fungsi dan manfaat dari masing-masing menu.

Tentunya agar proses pengolahan nilai di akhir semester dapat berjalan tanpa hambatan.

Fitur-Fitur Baru e-Rapor SD 2025 yang Perlu Diketahui Guru

1. Integrasi Data Siswa dengan Dapodik

Fitur ini memungkinkan data siswa, kelas, mata pelajaran, wali kelas, hingga rombongan belajar otomatis tersinkron tanpa input ulang.

Integrasi ini sangat mempersingkat waktu administrasi karena sekolah tidak perlu memasukkan data manual satu per satu.

2. Input Nilai Lebih Terstruktur Sesuai Kurikulum

Guru kini dapat mengisi nilai harian, sumatif, proyek (P3/P5), hingga penilaian sikap dengan format yang telah disediakan secara otomatis.

Baca Juga: Unduhan Resmi! Modul Pedagogik PPG Kemenag Semua Mata Pelajaran Topik 1–8 Kini Tersedia dalam Satu File Lengkap

Sistem ini mendukung penilaian Kurikulum Merdeka maupun K13, sehingga tidak perlu menggunakan dokumen terpisah.

3. Upload Foto Siswa & Kop Sekolah

Sistem kini mendukung unggah foto siswa secara massal serta pemakaian kop sekolah dan tanda tangan digital.

Hal ini membuat dokumen rapor lebih rapi, standar, dan siap cetak tanpa edit tambahan.

Baca Juga: Bandung Memanas! Wakil Wali Kota dan Anggota DPRD Terseret Korupsi, Jaksa Tunggu Restu Mendagri!

4. Cetak Rapor & Ijazah Otomatis

Versi 2025 membawa peningkatan sistem cetak rapor dalam format terbaru.

Bahkan, untuk siswa kelas akhir, sistem menyediakan fitur pencetakan ijazah dan transkrip nilai otomatis, sehingga sekolah tidak perlu lagi membuat format manual.

5. Grafik Perkembangan dan Analisis Nilai

Guru bisa melihat grafik capaian hasil belajar setiap siswa.

Fitur ini membantu wali kelas dalam mengevaluasi perkembangan akademik dan memberikan rekomendasi tindak lanjut berdasarkan data.

6. Manajemen Akun dan Hak Akses Lebih Aman

Administrator dapat mengatur peran pengguna: guru, wali kelas, siswa, hingga operator.

Setiap peran memiliki akses terbatas untuk menjaga keamanan dan integritas data rapor.

Baca Juga: Apa Saja Perlengkapan Traveling yang Wajib Dibawa? Ini 20 Barang Simpel tapi Sangat Membantu

7. Backup / Restore Data dan Upgrade Database

Versi terbaru membawa peningkatan stabilitas database.

Sekolah dapat melakukan backup dan restore dengan lebih mudah, mencegah kehilangan data ketika server mengalami gangguan.


Mengapa Fitur Baru Ini Penting bagi Guru?

Pembaruan e-Rapor SD 2025 dirancang untuk mengurangi beban administratif guru, terutama saat memasuki akhir semester.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bandung Jadi Tersangka, Farhan Sibuk Jaga Citra di Tengah Kisruh Korupsi

Fitur input nilai terstruktur, upload foto massal, dan cetak rapor otomatis akan memangkas waktu yang dulunya habis untuk pengisian manual.

Selain itu, fitur analisis nilai dan grafik perkembangan memungkinkan guru memberikan laporan yang lebih komprehensif kepada orang tua maupun pihak sekolah.

Dengan integrasi Dapodik, kesalahan input atau data ganda juga bisa diminimalkan.

Guru yang memahami seluruh fitur ini akan lebih mudah mengadaptasi penggunaan e-Rapor 2025.

Terutama mengingat aplikasi ini telah menjadi standar nasional untuk penilaian siswa jenjang SD.***