POJOKSATU.id — Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka jalur seleksi mandiri bagi calon mahasiswa baru tahun 2025 melalui Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada (UM UGM).
Jalur ini menjadi salah satu alternatif selain Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Beberapa skema seleksi yang tersedia dalam UM UGM mencakup Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM), Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB), Afirmasi Tridharma UGM, serta Ujian Mandiri berbasis Computer-Based Test (UM UGM CBT).
Selain itu, UGM juga menyediakan program International Undergraduate Program (IUP) untuk mahasiswa yang ingin mengikuti kelas internasional.
Kuota dan Perubahan Mekanisme Seleksi
Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., menjelaskan bahwa tahun ini total kuota penerimaan mahasiswa baru mencapai 9.236 mahasiswa.
Pembagian kuota terdiri dari 30% untuk SNBP, 30% untuk SNBT, dan 40% melalui jalur UM UGM.
Tahun ini, terdapat perubahan dalam mekanisme Ujian Mandiri UGM, terutama pada UM UGM CBT. Sebelumnya, ujian dibagi dalam kategori Saintek, Soshum, dan Campuran.
Namun, kini seleksi lebih sederhana dengan format Tes Kemampuan Dasar (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika Dasar), Tes Potensi Akademik, serta Tes Kemampuan Akademik yang terdiri dari dua mata pelajaran yang relevan dengan program studi pilihan.
"Calon mahasiswa perlu mencermati mata pelajaran yang diuji. Misalnya, untuk program studi MIPA Fisika, tes akan mencakup Matematika IPA dan Fisika, sementara untuk Sosiologi mencakup Sejarah dan Sosiologi," ujarnya.
Baca Juga: Mau Lolos SNBP di UGM? Coba Pilih 10 Jurusan Sepi Peminat Ini, Peluang Lolos Lebih Besar!
Syarat dan Kriteria Jalur Seleksi
Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom., menjelaskan syarat umum jalur PBUB, yaitu memiliki prestasi akademik dengan masuk 25 peringkat terbaik di kelas berdasarkan rapor.
Selain itu, calon mahasiswa harus memiliki sertifikat kejuaraan di bidang IPTEK, seperti Matematika, IPA, Fisika, Kimia, Informatika, Biologi, Astronomi, dan Kebumian, minimal juara 1 tingkat provinsi.
Untuk jalur olahraga dan seni, calon mahasiswa minimal harus meraih juara 1 atau 2 tingkat provinsi.
PBUTM dirancang untuk calon mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi.
Syaratnya meliputi kepemilikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan pendapatan kotor gabungan orang tua maksimal Rp4 juta per bulan atau Rp750.000 per anggota keluarga yang ditanggung.
Pendidikan tertinggi orang tua maksimal setara jenjang sarjana.
Jalur Afirmasi Tridharma UGM diperuntukkan bagi calon mahasiswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta mitra kerja sama UGM seperti kementerian, pemerintah daerah, BUMN, atau industri.
"Calon mahasiswa dari daerah pelosok tetap memiliki kesempatan besar untuk mendaftar melalui jalur ini," jelasnya.
Jadwal dan Biaya Pendaftaran
Pendaftaran jalur PBUB dan PBUTM dibuka pada 6 Mei – 10 Juni 2025.
Baca Juga: Dibuka hingga 27 Maret, UIN Jakarta Tawarkan 26 Prodi untuk Pendaftar Jalur UTBK SNBT
Tes keterampilan bagi pendaftar jalur olahraga dan seni dijadwalkan pada 25 – 26 Juni 2025.
Sementara itu, jalur Afirmasi Tridharma dibuka pada 18 Maret – 17 April 2025, dengan hasil seleksi administrasi diumumkan pada 30 April 2025.
Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti program pre-university mulai 5 Mei – 4 Juli 2025.
UM UGM CBT akan berlangsung dari 6 Mei hingga 10 Juni 2025, dengan lokasi ujian di Jakarta dan Yogyakarta.
Jalur ini tersedia bagi lulusan SMA atau sederajat dalam dua tahun terakhir, serta lulusan Paket C dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2025.
Hasil seleksi UM UGM CBT diumumkan pada 19 Juli 2025.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi um.ugm.ac.id, di mana calon mahasiswa harus membuat akun, mengisi biodata, mengunggah dokumen persyaratan, serta melakukan pembayaran.
Biaya pendaftaran bervariasi, mulai dari Rp275.000 untuk PBUB, Rp500.000 untuk Afirmasi, hingga UM UGM CBT yang tergantung pada lokasi ujian.
Terkait biaya pendidikan, peserta yang diterima melalui Ujian Mandiri dikenakan tambahan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sebesar Rp30 juta untuk program studi Sains, Teknologi, dan Kesehatan, serta Rp20 juta untuk program Sosial Humaniora.
Tips Memilih Program Studi
Sigit menyarankan calon mahasiswa untuk memilih program studi yang sesuai dengan minat dan kecenderungan akademik mereka.
"Calon mahasiswa sebaiknya mempertimbangkan minat dan prospek kerja dari program studi yang mereka pilih agar lebih selaras dengan masa depan mereka," ujarnya.
Untuk informasi lebih lanjut, calon mahasiswa dapat mengakses laman resmi um.ugm.ac.id.
UGM mengimbau agar calon mahasiswa selalu mencari informasi dari sumber terpercaya untuk memastikan mereka memenuhi seluruh persyaratan seleksi yang ditetapkan.
Dengan beragam jalur yang tersedia, UGM berharap dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia serta memastikan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas tinggi. ***




