POJOKSATU.id – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2026 resmi dibuka mulai Selasa, 21 Juli 2026. 

Pada tahun pertama pelaksanaannya, Kemendikdasmen membatasi pendaftaran hanya bagi calon murid yang berdomisili di wilayah operasional Sekolah Nasional Terintegrasi.

Kebijakan tersebut disampaikan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal (Dirjen PAUD Dasmen PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, dalam Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Gogot, pada tahap awal tahun 2026, Sekolah Nasional Terintegrasi akan beroperasi di 17 kabupaten/kota. Cakupan tersebut akan diperluas menjadi 37 kabupaten/kota pada 2027.

Baca Juga: Tiga Korban Tewas Ledakan Gas di Grand Polonia Medan Ditemukan, Polisi Mulai Penyelidikan

Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa SPMB hanya diperuntukkan bagi calon murid yang berada di 17 kabupaten/kota tempat SNT mulai beroperasi pada 2026. Pada 2027, program akan diperluas ke 37 kabupaten/kota yang telah siap.

SPMB SNT 2026 Hanya Dibuka untuk 17 Kabupaten/Kota

Kemendikdasmen menetapkan bahwa akses pendaftaran hanya dapat dilakukan oleh calon peserta didik yang tinggal di daerah tempat Sekolah Nasional Terintegrasi mulai beroperasi.

Pembatasan tersebut dilakukan karena program SNT masih berada pada tahap implementasi awal.

Mulai tahun depan, pemerintah berencana memperluas cakupan sekolah sehingga semakin banyak daerah yang dapat mengikuti SPMB SNT.

Baca Juga: Fenomena Calon Peserta CPNS 2026 Menantikan Pengumuman Resmi Jadwal dari BKN!

Setiap Sekolah Menampung 80 Murid Berprestasi

Pada tahun pertama, pemerintah menyediakan kuota 80 peserta didik di setiap Sekolah Nasional Terintegrasi.

Kuota tersebut terdiri atas:

  • 40 murid jenjang SMP

  • 40 murid jenjang SMA

Seluruh peserta didik dipilih melalui dua jalur seleksi yang berbeda.

Jalur Seleksi SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026

Kemendikdasmen menerapkan dua mekanisme penerimaan murid baru.

1. Jalur Usulan Sekolah

Pada jalur ini, pemerintah daerah memanfaatkan database hasil SPMB yang dimiliki dinas pendidikan.

Baca Juga: Daftar Aroma Parfum Favorit Dunia, Floral, Woody, Citrus hingga Oriental, Mana yang Cocok untukmu?

Siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik terbaik akan diseleksi di tingkat kabupaten atau kota.

Selanjutnya, setiap sekolah diminta mengusulkan lima siswa terbaik untuk mengikuti seleksi administrasi dan tes skolastik yang diselenggarakan Kemendikdasmen.

Gogot menjelaskan bahwa usulan tersebut diambil dari peringkat teratas siswa berprestasi yang bersedia mengikuti seleksi.

Ia juga menilai mekanisme tersebut tidak akan mengganggu distribusi peserta didik di sekolah asal karena jumlah siswa yang direkrut dari setiap sekolah relatif sedikit dibandingkan jumlah sekolah dalam satu kabupaten atau kota.

Baca Juga: Daftar Rekor Baru di Piala Dunia 2026: Catatan Mbappe, Messi Hingga Ronaldo Sulit Terlampaui

2. Jalur Undangan Puspresnas

Selain melalui usulan sekolah, Kemendikdasmen juga membuka jalur undangan bagi siswa yang telah memiliki rekam jejak prestasi melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Peserta pada jalur ini akan dipanggil langsung berdasarkan data prestasi yang telah dimiliki pemerintah.

Dengan adanya dua jalur tersebut, pemerintah berharap kesempatan mengikuti pendidikan di Sekolah Nasional Terintegrasi dapat menjangkau lebih banyak siswa berprestasi dari berbagai daerah.

Siswa SMP SNT Otomatis Melanjutkan ke SMA

Salah satu keunggulan Sekolah Nasional Terintegrasi adalah sistem pembelajaran yang dirancang berkesinambungan.

Baca Juga: Motorola Razr Fold Masuk Indonesia, Ini Spesifikasi, Fitur Unggulan, dan Harga Preordernya

Karena itu, peserta didik yang diterima di jenjang SMP akan secara otomatis melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA SNT tanpa harus mengikuti seleksi ulang.

Menurut Gogot Suharwoto, kebijakan tersebut diterapkan agar perkembangan akademik siswa dapat dipantau secara utuh melalui kurikulum yang saling terintegrasi.

Apabila pada jenjang SMA terdapat kursi yang kosong, Kemendikdasmen akan membuka proses pengisian sesuai kebutuhan pada tingkat tersebut.

Baca Juga: Mau Lepas Status WNI? Simak Syarat, Alur Pengajuan, dan Tarif Resmi Terbaru

Jadwal Lengkap SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026

Rangkaian seleksi SPMB SNT 2026 berlangsung mulai akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Berikut jadwal lengkapnya:

  • 21–24 Juli 2026: Pengumuman dan sosialisasi.

  • 21–24 Juli 2026: Pendaftaran calon peserta didik.

  • 27–31 Juli 2026: Proses seleksi administrasi dan tes skolastik.

  • 3 Agustus 2026: Pengumuman hasil seleksi.

  • 4–7 Agustus 2026: Daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan lolos.

  • 10 Agustus 2026: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Baca Juga: Miris! Siswa SDN Kalibuaya 1 Karawang Belajar di Atas Matras, Ruang Kelas Rusak Berat

Apa Itu Sekolah Nasional Terintegrasi?

Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan program baru Kemendikdasmen yang dirancang untuk memberikan layanan pendidikan berkelanjutan bagi peserta didik berprestasi mulai dari jenjang SMP hingga SMA.

Program ini menggabungkan proses pembelajaran yang saling terhubung antartingkat sehingga perkembangan akademik maupun karakter peserta didik dapat dibina secara lebih menyeluruh.

Pada tahap awal implementasi tahun 2026, SNT akan hadir di 17 kabupaten/kota sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke lebih banyak daerah pada tahun berikutnya.

Dengan dibukanya pendaftaran SPMB SNT 2026, calon peserta didik yang memenuhi syarat di wilayah pelaksanaan diharapkan segera mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai jadwal. 

Baca Juga: Penyaluran KUR Jember Lampaui Target Nasional, Kementerian UMKM Beri Apresiasi Tinggi

Program ini menjadi salah satu upaya Kemendikdasmen untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi melalui sistem pembelajaran yang berkelanjutan dari SMP hingga SMA. ***