POJOKSATU.ID – Sebanyak 65 pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Balangan memperkuat struktur organisasi penanggulangan bencana.
Baca Juga: Tampil Kencang, Pebalap Astra Honda Raih Deretan Podium di Ajang Internasional dan Nasional
Sekaligus memberikan kepastian status bagi tenaga honorer yang selama ini mengabdi di instansi tersebut.
Rahmi Tekankan Pentingnya Komitmen dan Kinerja
Dalam sambutannya, Rahmi menyampaikan apresiasi kepada para pegawai yang telah resmi diangkat menjadi PPPK.
Dia berharap status baru ini dapat menjadi dorongan untuk bekerja lebih disiplin dan profesional.
Baca Juga: Begini Mekanisme Penukaran Uang Saat Redenominasi Rupiah Diterapkan
Menjadi PPPK bukan sekadar perubahan status, tapi juga tanggung jawab besar.
Di harapkan rekan-rekan semua menjaga komitmen dan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Balangan.
Kinerja aparatur BPBD memiliki dampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.
Oleh karena itu, kedisiplinan, kesiapsiagaan, dan rasa tanggung jawab menjadi modal utama dalam menjalankan tugas di lapangan.
Dari Honorer ke PPPK Paruh Waktu
Sebelum diangkat, ke-65 pegawai tersebut merupakan tenaga honorer yang telah bertahun-tahun membantu kegiatan penanggulangan bencana di Balangan.
Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi administrasi, mereka kini sah berstatus sebagai PPPK paruh waktu.
Program pengangkatan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memberikan kesempatan yang lebih layak bagi tenaga non-ASN yang telah lama mengabdi di instansi pemerintah daerah.
Dengan status baru ini, mereka akan mendapatkan hak sesuai ketentuan, termasuk honor tetap dan jaminan kerja yang lebih jelas.
Baca Juga: 1.499 PPPK Paruh Waktu Pemprov Kepri Resmi Terima SK di Hari Pahlawan
Meski paruh waktu, tanggung jawab dan beban kerja mereka tetap sama dalam menjaga kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana.
Peran Vital BPBD Balangan
BPBD Balangan memiliki peran sentral dalam menangani berbagai bencana, mulai dari banjir, longsor, hingga kebakaran lahan yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.
Dengan tambahan 65 PPPK baru, kapasitas lembaga ini diharapkan semakin kuat.
Rahmi menegaskan, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama. Menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar setiap kejadian bisa ditangani secara cepat dan tepat.
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemkot Palu Kirim Pegawai Magang ke Kementerian
Selain kesiapsiagaan di lapangan, para pegawai PPPK juga akan dilibatkan dalam kegiatan edukasi kebencanaan untuk masyarakat.
Upaya ini dinilai penting agar warga memiliki pengetahuan dasar dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.
Diharapkan Jadi Teladan Aparatur Daerah
Kepala BPBD berharap seluruh PPPK yang baru dilantik dapat menjadi teladan bagi pegawai lain, terutama dalam hal disiplin, kejujuran, dan pelayanan publik.
Mereka bekerja bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban, tapi untuk melindungi nyawa dan masa depan masyarakat Balangan.
Ada pesan juga agar semangat pengabdian tidak luntur meski status kepegawaian telah berubah.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memantau kinerja dan memberi pembinaan berkala agar seluruh pegawai tetap berada di jalur profesionalisme.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Balangan melalui BPBD berkomitmen meningkatkan kesejahteraan pegawai dan memperkuat sistem penanggulangan bencana.
Baca Juga: Tampil Kencang, Pebalap Astra Honda Raih Deretan Podium di Ajang Internasional dan Nasional
Dengan bertambahnya tenaga PPPK, diharapkan pelayanan publik di bidang kebencanaan semakin optimal.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Balangan mendukung reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan cepat, responsif, dan humanis.
Dengan diangkatnya 65 pegawai BPBD Balangan menjadi PPPK paruh waktu, harapan besar kini disandarkan pada peningkatan kinerja dan kualitas layanan kebencanaan di daerah tersebut.
Langkah ini bukan hanya bentuk penghargaan atas pengabdian para tenaga honorer, tetapi juga investasi sumber daya manusia untuk masa depan Balangan yang lebih tangguh menghadapi bencana.***




