POJOKSATU.id - Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Kalimantan Tengah.
Dosen Universitas Palangka Raya (UPR), Rendy Muhamad Iqbal, berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang kimia dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dengan prestasi yang benar-benar luar biasa.
Dalam wisuda yang digelar pekan ini, Rendy dinobatkan sebagai lulusan terbaik dan menerima Chancellor Award, penghargaan tertinggi dari Canselor UTM, Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Baginda Raja Permaisuri Agong Raja Zarith Sofiah. Wah, pencapaian yang nggak main-main ya.
Baca Juga: Jawara Modifikator Unjuk Karya Keren di Pesta Akbar Honda Modif Contest 2025
“Alhamdulillah saya lulus dengan capaian sempurna, yakni mendapat IPK 4.00 dengan masa studi kurang dari tiga tahun,” kata Rendy di Palangka Raya, Sabtu.
Ucapannya terasa begitu sederhana padahal prestasinya bertaraf internasional.
UTM, Kampus Berkelas Dunia
UTM tempat Rendy menyelesaikan doktoralnya dikenal sebagai salah satu universitas riset terbaik di Asia—peringkat 153 dunia dan 25 terbaik Asia.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Resmi Diatur, Minimal Setara Honorer Lama atau UMR Daerah, Ini Penjelasannya
Tak heran bila gelar dan penghargaan yang ia dapat makin menunjukkan kualitas akademiknya.
“Terlebih penghargaan ini langsung diberikan oleh Ratu Malaysia, tentu menjadi kehormatan besar bagi saya menjadi salah seorang lulusan terbaik,” ujarnya penuh syukur.
Produktif Meneliti, Segudang Publikasi
Sepanjang studi, Rendy benar-benar total.
Ia menulis tiga artikel sebagai penulis pertama di jurnal internasional bereputasi Q1/Q2 dengan total impact factor 11,7.
Baca Juga: AI Canggih Buatan Mahasiswa UBSI Ini Mampu Deteksi Kesegaran Pare dengan Akurasi Hampir 95 Persen
Selain itu, ia juga aktif menjadi co-author di berbagai karya ilmiah lainnya.
Prestasi non-akademiknya pun tak kalah mentereng: Gold Medal dan Best of the Best Innovation di ITEX 2023, Silver Medal di Inatex 2023, serta MyMembrane Award 2023 dari Malaysia Membrane Society. Banyak banget, kan?
Didukung Beasiswa dan Proyek Riset Bergengsi
Selama menempuh studi, ia menerima beasiswa Program Degree by Research (DBR) dari BRIN.
Baca Juga: Loh Serius? Jika RUU KUHAP Sah Bolehkan Sadap Orang Tanpa Izin Hakim Cuma Karena ‘Mendesak’?
Rendy juga terlibat dalam proyek penelitian Petronas Research Shd Bhd (PRSB) yang fokus pada teknologi membran desalinasi air laut.
Penelitian yang sangat relevan dengan kebutuhan masa depan.
Perjalanan dari Sampit hingga Malaysia
Rendy lahir dan besar di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Lingkungan kota kecil tak menghalanginya menembus panggung akademik global.
Baca Juga: Terjawab! Apakah PPPK Paruh Waktu Bisa Naik Gaji? Ini Rangkuman Data Lengkapnya
Ia menempuh studi S1 di Universitas Brawijaya, S2 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Program Profesi Insinyur di Universitas Lambung Mangkurat sebelum akhirnya menyelesaikan doktoralnya di UTM.
Sejak 2018, ia mengabdi sebagai dosen di Program Studi Kimia FMIPA UPR, memberikan ilmu dan inspirasi bagi mahasiswa di Kalimantan Tengah.
“Harapan saya, pencapaian ini bisa memberi motivasi bagi mahasiswa dan generasi muda Kalimantan Tengah,” tutupnya.
Di balik kisahnya, terasa jelas bagaimana kerja keras, dukungan, dan keyakinan mampu membawa seseorang jauh lebih tinggi dari yang dibayangkan. ***




