POJOKSATU.ID - Kemendikdasmen tengah mempersiapkan implementasi konsep pendidikan baru melalui "Sekolah Rakyat".

Fokus utama dalam tahap awal ini adalah proses rekrutmen guru dan kepala sekolah yang akan mengusung pendekatan berbeda dari sistem pendidikan formal yang ada.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam keterangannya menjelaskan bahwa proses rekrutmen guru untuk Sekolah Rakyat akan menggunakan mekanisme kontrak kerja individu.

Hal ini menunjukkan bahwa guru-guru yang direkrut akan memiliki status non-aparatur sipil negara dan dedikasinya akan terfokus pada sekolah tempat mereka dikontrak.

Baca Juga: Jangan Cari Tombol Unduh! Begini Cara Dapat SKTPG Setelah Muncul di Info GTK

Lebih lanjut, Abdul Mu'ti menekankan pentingnya kualifikasi guru dalam sistem ini. "Yang pertama ia harus fulltime, harus disitu, dan harus disampaikan diawal," ungkapnya.

Selain itu, kualifikasi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga akan menjadi pertimbangan dalam proses seleksi.

Sebuah inovasi menarik dalam sistem ini adalah fleksibilitas guru untuk mengampu lebih dari satu mata pelajaran.

Terkait posisi kepala sekolah, Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa penentuannya akan sangat bergantung pada jumlah siswa di suatu lokasi.

Baca Juga: Sekolah Rakyat: Rekrutmen Guru Profesional hingga Basis Data Dapodik dan DTSEN Rekrutmen Peserta Didik !

"Bisa disatu lokasi hanya memiliki 1 kepala sekolah yang diisi dengan tiga jenjang SD, SMP, SMA," ujarnya.

Kebijakan ini mengindikasikan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia di mana seorang kepala sekolah dapat membawahi beberapa jenjang pendidikan dalam satu kawasan Sekolah Rakyat.

Informasi penting lainnya yang disampaikan adalah mengenai Basis Nomor Induk Siswa Nasional (BNBA) bagi guru yang akan menjadi tenaga pendidik di Sekolah Rakyat.

"Untuk BNBA dari Guru yang akan menjadi tenaga pendidik, akan diserahkan pada 24 April," kata Abdul Mu'ti.

Hal ini menunjukkan bahwa proses administrasi dan pendataan guru sedang berjalan dan akan segera memasuki tahap finalisasi.

Selain fokus pada rekrutmen tenaga pendidik, Abdul Mu'ti juga menyinggung kurikulum yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat. "Sekolah Rakyat akan dikembangkan berbeda dengan sekolah biasa.

Siswa bisa masuk kapan saja tanpa mengikuti tahun ajaran, multi entry multi exit," jelasnya.

Kurikulum yang diusung adalah pendekatan individual (individual approach) atau pemetaan peserta didik di awal.

Baca Juga: Lulusan PPG Prajabatan atau Calon Guru Diprioritaskan Menjadi Guru Sekolah Rakyat, Kemensos Jamin Pendidikan Bermutu

Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan dan kecepatan belajar setiap siswa.

Dengan pendekatan rekrutmen guru yang berbasis kontrak individu, struktur kepemimpinan yang fleksibel, dan kurikulum yang berpusat pada individualisasi siswa.

Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi alternatif pendidikan yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Proses rekrutmen guru dan kepala sekolah menjadi langkah krusial dalam mewujudkan visi pendidikan yang berbeda ini.***