POJOKSATU.id — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) membuka secara resmi seleksi penerimaan Bintara untuk tahun 2026.

Program ini memberikan peluang bagi generasi muda terbaik Indonesia yang memiliki keinginan untuk mengabdi kepada negara melalui jalur militer, khususnya di lingkungan angkatan laut.

Dalam pelaksanaannya, proses seleksi dirancang berlangsung secara terbuka dan transparan, dengan sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi oleh setiap calon peserta.

Baca Juga: Air Pohon

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi TNI AL.

Oleh karena itu, para pendaftar diharapkan sudah menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan sejak awal agar tidak mengalami kendala selama tahapan seleksi berlangsung.

Untuk dapat mengikuti seleksi, calon peserta harus memenuhi persyaratan umum yang telah ditetapkan.

Di antaranya adalah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia, memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut, serta setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga: GAMKI Tetap Polisikan Jusuf Kalla, Kuasa Hukum: Yang Kita Dorong Adalah Kesetaraan

Selain itu, peserta harus berusia minimal 18 tahun saat resmi dilantik menjadi prajurit, tidak memiliki catatan kriminal yang dibuktikan melalui keterangan dari Polres setempat, serta berada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Calon juga tidak boleh sedang kehilangan hak untuk menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan.

Selain persyaratan umum, terdapat pula ketentuan khusus yang wajib dipenuhi.

Baca Juga: Gencatan Senjata Baru Dimulai, Militer Israel Malah Mau Operasi Terarah di Lebanon Selatan 

Peserta pria harus memiliki tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan yang proporsional.

Latar belakang pendidikan minimal adalah SMA atau MA dari semua jurusan, maupun lulusan SMK, MAK, atau D3 sesuai ketentuan yang berlaku.

Nilai rata-rata akhir (gabungan UAN dan UAS) minimal sebesar 55,00. Dari sisi usia, peserta minimal berumur 17 tahun 10 bulan dan maksimal 22 tahun saat pembukaan pendidikan pertama yang dijadwalkan pada 9 Oktober 2026.

Baca Juga: Anggota TNI yang Sempat Koma Satu Bulan Gara-gara Diserang Israel Akhirnya Gugur di Lebanon

Khusus untuk lulusan D3, batas usia maksimal diperpanjang hingga 24 tahun. Selain itu, peserta juga harus bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama.

Adapun untuk lulusan D3, terdapat sejumlah jurusan yang menjadi prioritas kebutuhan, antara lain Teknik Informatika, Akuntansi, Manajemen Logistik, Perpajakan, Kesekretariatan, Teknik Komputer, Manajemen Informatika, Keperawatan, Farmasi, Radiologi, Teknik Laboratorium Medis, Fisioterapi, Teknik Elektro Medik, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, Gizi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Anestesi, Teknologi Perangkat Lunak, Teknik Sipil, Arsitektur, Statistika, Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, bidang Siber, Teknik Permesinan Kapal, Teknik Pertanian, hingga Air Traffic Control.

Baca Juga: 15 Cara Menghemat Data Internet agar Kuota Awet dan Kantong Tetap Aman

Sementara itu, lulusan SMK dari berbagai jurusan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi.

Di luar itu, terdapat pula sejumlah persyaratan tambahan yang harus dipenuhi oleh calon peserta.

Di antaranya adalah belum menikah dan bersedia tidak menikah selama menjalani pendidikan, bukan merupakan anggota TNI, Polri, maupun PNS, serta siap ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.

Baca Juga: Kunker Wapres Gibran di Papua Aman, Antusiasme Warga Jadi Bukti Tolak Radikalisme

Bagi lulusan luar negeri, ijazah wajib mendapatkan pengesahan dari kementerian terkait.

Peserta juga tidak diperkenankan memiliki tato atau tindik, kecuali karena alasan agama atau adat.

Bagi yang sudah bekerja, diwajibkan melampirkan surat izin dari instansi tempat bekerja.

Baca Juga: Mualem Desak Pemerintah Pusat Keruk Muara Sungai, Nelayan Aceh Terancam

Seluruh dokumen administrasi harus lengkap dan asli, serta peserta harus berkomitmen mematuhi aturan seleksi yang bebas dari praktik KKN.

Beberapa wilayah juga mensyaratkan domisili minimal satu tahun.

Selain itu, peserta wajib memiliki kartu BPJS atau jaminan kesehatan yang masih aktif, data kependudukan yang valid, serta akun media sosial yang telah aktif setidaknya selama enam bulan.

Baca Juga: Hak dan Kewajiban PRT Usai UU Disahkan, Pastikan Asisten Rumah Tangga Diperlakukan Manusiawi

Untuk jadwal pelaksanaan, tahap sosialisasi berlangsung mulai Selasa, 1 April hingga Selasa, 15 April 2026.

Sementara itu, pendaftaran secara online dibuka mulai Senin, 7 April hingga Rabu, 30 Juli 2026 melalui laman resmi TNI AL di al.rekrutmen-tni.mil.id.

Rekrutmen ini menjadi kesempatan besar bagi generasi muda yang bercita-cita meniti karier di dunia militer sekaligus memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Oleh sebab itu, calon peserta diimbau untuk memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi dengan baik agar dapat mengikuti setiap tahapan seleksi secara optimal tanpa hambatan.***