POJOKSATU.ID - Belakangan ini, beredar sebuah gambar di media sosial yang mengklaim adanya pembukaan lowongan bagi 1.554 Guru Sekolah Rakyat.

Dalam pesan berantai tersebut, disebutkan bahwa para pelamar yang lulus akan langsung diangkat menjadi PNS.

Selain status ASN, narasi dalam gambar tersebut juga menjanjikan pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) serta Tunjangan Profesi (TP).

Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, informasi yang tercantum dalam gambar tersebut dipastikan adalah hoaks atau berita bohong.

Baca Juga: Kemenag Bantah Isu Pengambilalihan Kas Masjid yang Dikelola oleh Pemerintah!

Masyarakat diminta untuk sangat berhati-hati karena gambar tersebut sengaja disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memicu antusiasme palsu.

Pemerintah melalui instansi terkait menegaskan bahwa proses seleksi ASN selalu dilakukan melalui pintu resmi seperti SSCASN milik BKN.

Pengangkatan tenaga pendidik menjadi ASN tidak pernah dilakukan secara instan tanpa melalui tahapan tes yang ketat dan transparan.

Modus seperti ini sering kali digunakan untuk melakukan penipuan data pribadi atau pungutan liar kepada calon pelamar.

Baca Juga: Upaya Kemensos Menjamin Bansos Tepat Sasaran dengan Sistem Desil dalam DTSEN!

Penggunaan istilah "Sekolah Rakyat" dalam narasi tersebut juga dinilai janggal karena tidak sesuai dengan nomenklatur pendidikan resmi saat ini.

Visual yang digunakan dalam gambar tersebut terlihat merupakan hasil manipulasi atau pencatutan foto kegiatan resmi instansi lain untuk meyakinkan korban.

Kita harus selalu melakukan verifikasi ulang melalui situs web kementerian atau media sosial resmi yang bercentang biru sebelum mempercayai informasi lowongan kerja.

Jangan mudah memberikan dokumen pribadi seperti KTP atau ijazah kepada pihak yang identitasnya tidak jelas di platform pesan instan.

Berbagi informasi yang belum terbukti kebenarannya hanya akan memperluas jangkauan keresahan di tengah masyarakat.

Pastikan untuk selalu menyaring informasi sebelum membagikannya kepada keluarga atau rekan sejawat.

Kesadaran digital yang tinggi adalah kunci utama untuk memutus rantai penyebaran hoaks di era informasi yang serba cepat ini.***