POJOKSATU.id - Jadwal masuk sekolah selama bulan Ramadan telah dikeluarkan pemerintah. 

Ketentuannya diterangkan dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 5/2026, Nomor 2/2026, dan Nomor 400.1/857/SJ tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Berdasarkan SEB tersebut, siswa mendapat libur awal Ramadan pada 18 hingga 21 Februari 2026. Kemudian, siswa masuk kembali pada 23 Februari sampai 14 Maret 2026.

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan selama periode belajar tatap muka pada bulan Ramadan adalah pesantren kilat. 

Kemenag sendiri juga memberikan rekomendasi kegiatan pesantren kilat yang bisa dilakukan di madrasah atau di sekolah.

Baca Juga: Profil Universitas Putra Abadi Langkat, Kampus Berbasis Kearifan Lokal Menuju Daya Saing Global 2041

Contoh Kegiatan Pesantren Kilat

Dikutip dari Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1290 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pembelajaran pada Bulan Ramadan Tahun 2026, Kemenag memiliki rekomendasi rundown kegiatan pesantren kilat, yaitu sebagai berikut:

  1. 03.30–04.30 – Bangun tidur, persiapan sahur, makan sahur
    Penanggung jawab: Panitia konsumsi | Lokasi: Ruang makan

  2. 04.30–05.00 – Persiapan pribadi (mandi, wudu)
    Penanggung jawab: Pendamping asrama | Lokasi: Kamar mandi

  3. 05.00–05.30 – Salat Subuh berjamaah
    Penanggung jawab: Guru piket (imam) | Lokasi: Masjid

  4. 05.30–06.30 – Kultum Subuh dan tilawah Al-Qur’an
    Penanggung jawab: Guru PAI/peserta | Lokasi: Masjid

  5. 06.30–07.00 – Kerja bakti membersihkan area asrama
    Penanggung jawab: Piket harian | Lokasi: Area asrama

  6. 08.00–09.30 – Sesi 1: Klinik tahsin Al-Qur’an
    Penanggung jawab: Guru tahfiz | Lokasi: Kelas (kelompok kecil)

  7. 10.00–11.30 – Sesi 2: Fahmil Qur’an (pemahaman makna)
    Penanggung jawab: Guru PAI | Lokasi: Kelas

  8. 11.30–12.00 – Persiapan salat Zuhur
    Penanggung jawab: Peserta mandiri | Lokasi: Kamar mandi

  9. 12.00–12.30 – Salat Zuhur berjamaah
    Penanggung jawab: Peserta giliran (imam) | Lokasi: Masjid

  10. 12.30–15.30 – Istirahat siang (qailulah)
    Penanggung jawab: – | Lokasi: Kamar

  11. 15.30–16.00 – Persiapan salat Asar
    Penanggung jawab: Peserta mandiri | Lokasi: Kamar mandi

  12. 16.00–16.30 – Salat Asar berjamaah
    Penanggung jawab: Peserta giliran (imam) | Lokasi: Masjid

  13. 16.30–17.45 – Sesi 3: Kajian kitab/fikih praktis
    Penanggung jawab: Ustaz tamu/guru senior | Lokasi: Aula

  14. 17.45–18.00 – Persiapan berbuka puasa
    Penanggung jawab: Panitia konsumsi | Lokasi: Masjid

  15. 18.00–18.10 – Azan Maghrib, doa berbuka, makan takjil
    Penanggung jawab: Seluruh peserta | Lokasi: Masjid

  16. 18.10–18.30 – Salat Maghrib berjamaah
    Penanggung jawab: Guru piket (imam) | Lokasi: Masjid

  17. 18.30–19.30 – Makan malam dan istirahat
    Penanggung jawab: Panitia konsumsi | Lokasi: Ruang makan

  18. 19.30–20.30 – Salat Isya dan Tarawih (8 rakaat)
    Penanggung jawab: Imam tetap | Lokasi: Masjid

  19. 20.30–21.30 – Sesi 4: Muhasabah dan refleksi harian
    Penanggung jawab: Wali kelas/pembina | Lokasi: Kelas

  20. 21.30–22.00 – Persiapan tidur
    Penanggung jawab: Peserta mandiri | Lokasi: Kamar

  21. 22.00–03.30 – Istirahat malam
    Penanggung jawab: Guru jaga (shift) | Lokasi: Kamar

  22. 02.00–03.00 – Qiyamul lail (opsional, malam ke-2 dan ke-3)
    Penanggung jawab: Sukarela | Lokasi: Masjid

Baca Juga: VIRAL! Pemuda Bobol Kotak Amal Anak Yatim di Masjid Padang, Uang Rp18 Juta Raib dalam Semalam

Ketentuan Pesantren Kilat

Dalam edaran Kemenag, program pesantren Ramadan ini dilakukan dengan sistem asrama dengan pengalaman tinggal di lingkungan edukatif selama minimal tiga hari dua malam.

Program ini dapat dilakukan oleh:

  • Siswa jenjang madrasah aliyah (MA) semua tingkat

  • Siswa jenjang madrasah tsanawiyah (MTs) kelas 3 yang dianggap siap secara mental dan fisik

  • Madrasah yang terdapat fasilitas asrama atau aula memadai

Program pesantren kilat ini diharapkan dapat menjadi momen pembelajaran spiritual dan pembiasaan disiplin bagi siswa, sekaligus memberi pengalaman Ramadan yang lebih bermakna. ***