POJOKSATU.ID - Fenomena rekening KKS bansos yang sudah aktif dan terisi saldo meski kartu fisiknya belum diterima menjadi perbincangan di banyak daerah.
Banyak KPM (Keluarga Penerima Manfaat) terkejut ketika mendengar kabar bahwa dana PKH atau BPNT mereka sudah masuk duluan.
Padahal kartu belum dibagikan oleh pendamping sosial atau belum ada panggilan aktivasi dari bank.
Kondisi ini membuat sebagian warga bingung bagaimana mungkin rekening sudah hidup, padahal kartu belum didistribusikan?
Baca Juga: Kampanyekan Cegah HIV/AIDS, Universitas Bani Saleh Menggelar UBS RUN 2025
Untuk menjawab itu, pihak bank penyalur pun memberikan penjelasan teknis mengenai mekanisme peralihan layanan bansos dari Pos ke Himbara.
Bank menjelaskan bahwa dalam program bansos 2025, mekanisme pembukaan rekening KKS dilakukan secara kolektif berdasarkan data yang sudah tervalidasi oleh Kemensos.
Artinya, begitu data KPM dinyatakan lengkap, valid, dan NIK tidak bermasalah, bank dapat membuka rekening otomatis tanpa kehadiran fisik penerima.
Proses ini meliputi:
1. Verifikasi by system terhadap data KPM.
2. Pembukaan rekening massal oleh bank.
3. Penempatan dana bansos setelah SP2D diterbitkan.
4. Pencetakan kartu yang dilakukan kemudian.
Baca Juga: KKS Tertunda, Dana Bisa Hilang? Inilah Risiko Dana Bansos Ngendap Akibat Pencairan Lambat
Inilah penyebab utama mengapa banyak rekening KKS sudah berstatus aktif secara sistem, walaupun kartu fisiknya belum dibagikan.
Bank menyebut bahwa kartu hanyalah alat untuk mengakses rekening, bukan syarat rekening tersebut hidup.
Karena itu, ketika bank sudah membuka rekening milik KPM, statusnya langsung aktif meski kartu belum sampai di tangan penerima.
Akibatnya, saldo bansos dapat ditempatkan lebih cepat oleh pemerintah, terutama ketika bank sudah menyelesaikan sinkronisasi data.
Bahkan dalam beberapa kasus, nominal bantuan termasuk rapelan sudah masuk lebih dulu sebelum pendamping memanggil warga untuk mengambil kartu.
Skema ini dipilih karena proses peralihan dari PT Pos ke Himbara membutuhkan kecepatan.
Jika menunggu kartu selesai dicetak dan didistribusikan, pencairan akan tertunda lebih lama.
Ada beberapa faktor yang membuat kartu datang belakangan meski rekening sudah hidup:
1. Distribusi bertahap
Bank sering membagi jadwal sesuai kuota wilayah dan kesiapan pendamping.
2. Antrean pencetakan kartu
Dalam migrasi nasional, kartu dicetak massal sehingga butuh waktu.
3. Validasi tambahan di daerah
Sebagian wilayah meminta KPM hadir membawa dokumen asli sebelum kartu diserahkan.
4. Penjadwalan ulang aktivasi
Banyak kantor bank mengalami antrean membludak sehingga aktivasi terpaksa dijadwalkan ulang.
Baca Juga: Rapelan Banjir di Sebagian Wilayah, tapi Banyak KPM Masih Kosong, Ada Apa dengan KKS Peralihan?
Bank memastikan bahwa dana yang sudah disalurkan tetap aman.
Selama rekening aktif dan data KPM benar, saldo tidak akan hilang.
Namun penerima dihimbau segera mengambil kartu ketika jadwal pembagian tiba agar dapat menarik atau membelanjakan dana sesuai ketentuan.
Pihak bank pun mengingatkan pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak lain.
Meski kartu belum diterima, rekening tetap berada di bawah nama KPM sehingga tidak dapat digunakan oleh orang yang tidak berwenang.
Pantau informasi dari pendamping sosial mengenai jadwal pengambilan kartu.
Siapkan dokumen lengkap: KTP, KK, dan surat undangan bila ada.
Baca Juga: Mekanisme Baru! KKS Bansos Kini Cair Cepat Tanpa Tunggu Jadwal Nasional, KPM Wajib Cek Saldo!
Segera aktivasi kartu setelah diterima untuk mencegah kendala saat penarikan.
Jika ragu apakah saldo sudah masuk, tanyakan langsung ke bank atau agen resmi.
Rekening KKS dapat aktif lebih dulu karena bank membuka rekening kolektif berdasarkan data yang sudah diverifikasi Kemensos.
Hal inilah yang menyebabkan dana sudah bisa masuk meski kartu belum dibagikan.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan di Kalimantan, Hutan Tampak Rimbun dari Jalan, Botak di Baliknya
Bagi KPM, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan, saldo aman dan akan dapat digunakan segera setelah kartu diterima serta diaktivasi.***




