POJOKSATU.ID - Masih banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum memahami aturan penggunaan rekening bantuan sosial (bansos).
Salah satu imbauan yang kerap disampaikan pendamping sosial adalah rekening bansos sebaiknya tidak dipakai untuk transaksi sehari-hari, dan cukup digunakan untuk menerima transfer dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Lalu, mengapa aturan ini begitu penting?
Rekening bansos baik melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun rekening bank penyalur dibuat khusus untuk menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran.
Baca Juga: KPM Sudah Graduasi tapi Tidak Tanda Tangan, Haruskah Kembalikan Uang Bansos?
Penggunaan rekening di luar peruntukannya justru berpotensi menimbulkan masalah, mulai dari gangguan pencairan hingga risiko evaluasi kepesertaan.
Rekening Bansos Bersifat Khusus
Berbeda dengan rekening pribadi biasa, rekening bansos memiliki fungsi spesifik dan terbatas, yakni sebagai media penyaluran dana bantuan dari negara.
Sistem penyaluran bansos dirancang untuk memantau alur dana dari pemerintah langsung ke penerima, tanpa tercampur transaksi lain.
Jika rekening bansos digunakan untuk transaksi harian seperti menerima transfer pribadi, jual beli, atau pembayaran rutin, maka pola transaksi menjadi tidak jelas.
Baca Juga: Wabup Intan Dorong Penguatan Karakter di Tengah Laju Teknologi Pendidikan
Hal ini dapat menyulitkan sistem dalam mengidentifikasi dana bansos yang seharusnya diterima KPM.
Berisiko Mengganggu Sistem Penyaluran
Salah satu alasan utama larangan penggunaan transaksi harian adalah risiko gangguan teknis dan administratif.
Transaksi yang terlalu aktif atau tidak wajar bisa memicu penilaian tertentu dalam sistem perbankan maupun sistem bansos.
Dalam beberapa kasus, rekening yang terdeteksi aktif secara tidak biasa dapat masuk ke proses evaluasi.
Akibatnya, pencairan bansos bisa tertunda, bahkan rekening berpotensi diblokir sementara untuk keperluan klarifikasi.
Berpengaruh pada Evaluasi Kesejahteraan
Transaksi di rekening bansos juga dapat menjadi salah satu indikator dalam evaluasi data kesejahteraan.
Baca Juga: Wawalkot Pilar Tinjau Turap Serpong Green Park, Upaya Tangsel Tekan Risiko Banjir dan Longsor
Jika rekening bansos menunjukkan aktivitas keuangan yang intens, sistem bisa menilai bahwa kondisi ekonomi penerima sudah meningkat.
Penilaian ini tentu tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya, tetapi tetap dapat memengaruhi status kepesertaan bansos.
Inilah sebabnya pendamping sosial menyarankan agar rekening bansos tidak digunakan sebagai rekening utama aktivitas keuangan.
Menjaga Transparansi dan Akuntabilitas
Pemerintah menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bansos.
Baca Juga: Investasi Rp91,5 Triliun Masuk Banten, Andra Soni Bidik Pemerataan Ekonomi hingga Desa
Dengan membatasi penggunaan rekening hanya untuk menerima transfer dari Kemensos, proses audit dan pelaporan menjadi lebih mudah dan jelas.
Jika dana bansos tercampur dengan transaksi lain, potensi kesalahpahaman meningkat, baik bagi penerima maupun petugas pendamping.
Pemisahan fungsi rekening menjadi langkah sederhana namun krusial untuk menjaga ketertiban administrasi.
KPM diimbau memiliki rekening pribadi terpisah untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Rekening bansos cukup digunakan untuk menerima bantuan, kemudian dana dapat ditarik atau digunakan sesuai ketentuan program.
Pendamping sosial juga mengingatkan agar KPM tidak menutup atau mengganti rekening bansos tanpa koordinasi, karena perubahan tersebut bisa menghambat penyaluran bantuan berikutnya.
Masih beredar anggapan bahwa semakin aktif rekening bansos digunakan, semakin besar peluang bantuan cair.
Baca Juga: Wawalkot Pilar Tinjau Turap Serpong Green Park, Upaya Tangsel Tekan Risiko Banjir dan Longsor
Anggapan ini tidak benar. Justru sebaliknya, penggunaan yang tidak sesuai peruntukan bisa menimbulkan masalah baru.
Informasi resmi terkait penggunaan rekening bansos hanya bersumber dari pendamping sosial, Dinas Sosial, dan kanal resmi pemerintah.
Rekening bansos bukan rekening umum, melainkan rekening khusus untuk menerima bantuan dari Kemensos.
Menggunakannya untuk transaksi sehari-hari berisiko mengganggu pencairan, memengaruhi evaluasi kesejahteraan, dan menimbulkan masalah administrasi.
Oleh karena itu, KPM disarankan disiplin memisahkan rekening bansos dan rekening pribadi demi kelancaran penyaluran bantuan.***




