POJOKSATU.id - Persiapan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) Matematika SD/MI tidak hanya soal menguasai operasi hitung dasar.
Ujian ini juga mengukur kemampuan memahami konsep, menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, serta kemampuan bernalar secara logis.
Bagi calon guru, orang tua, maupun siswa yang sedang mempersiapkan TKA, memahami struktur soal dan pendekatan yang digunakan menjadi langkah penting agar proses belajar lebih terarah.
Secara umum, TKA Matematika SD/MI dirancang untuk mengukur penguasaan konsep matematika dasar, kemampuan menjelaskan konsep kepada anak, serta penerapan matematika dalam berbagai situasi sederhana.
3 Muatan Utama Materi TKA Matematika SD/MI
Materi yang diujikan dalam TKA Matematika SD/MI umumnya terbagi menjadi tiga kelompok utama.
1. Bilangan (Number Sense)
Materi bilangan menjadi fondasi utama dalam matematika tingkat dasar. Pada bagian ini, siswa diuji kemampuan memahami berbagai jenis bilangan serta operasinya.
Cakupan materi bilangan antara lain meliputi bilangan bulat dan operasi hitung seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Selain itu, siswa juga perlu memahami pecahan, desimal, persen, hingga penerapannya dalam soal cerita.
Materi lain yang sering muncul adalah FPB dan KPK, pola bilangan, serta kemampuan melakukan penaksiran dan pembulatan.
Sebagai contoh soal sederhana:
Jika Andi memiliki 24 permen dan ingin membaginya secara merata kepada 6 temannya, maka setiap teman akan menerima 4 permen.
Contoh lain yang menguji penalaran adalah soal tentang operasi pecahan atau desimal. Misalnya, jika seseorang memiliki 3,5 kg gula dan menggunakan 1,25 kg untuk membuat kue, maka sisa gula yang dimiliki adalah 2,25 kg.
Baca Juga: Burayot, Kue Tradisional Khas Garut yang Renyah di Luar dan Lembut di Dalam
2. Geometri dan Pengukuran
Materi kedua berkaitan dengan pemahaman bentuk, ruang, dan pengukuran. Pada bagian ini siswa akan mempelajari sifat-sifat bangun datar dan bangun ruang.
Bangun datar yang biasanya muncul dalam soal antara lain persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran. Sementara untuk bangun ruang mencakup kubus, balok, prisma, hingga tabung.
Selain itu, siswa juga perlu memahami berbagai jenis pengukuran seperti panjang, berat, waktu, suhu, dan kecepatan.
Contoh soal kontekstual yang sering muncul misalnya perhitungan luas daerah di sekitar kolam berbentuk persegi panjang atau menentukan volume bangun ruang sederhana.
Materi lain yang juga sering diujikan adalah konsep simetri, pencerminan, serta posisi titik pada koordinat kartesius.
Baca Juga: Daftar 8 Bus Jakarta–Surabaya Favorit Pemudik, Tiketnya Cepat Habis Tiap Lebaran
3. Pengolahan Data
Materi pengolahan data menguji kemampuan membaca, memahami, dan menyajikan informasi dalam bentuk visual.
Siswa biasanya diminta menafsirkan data dari tabel, diagram batang, atau diagram lingkaran. Selain itu, terdapat juga materi ukuran pemusatan data seperti rata-rata, median, dan modus.
Konsep peluang sederhana juga menjadi bagian dari materi ini.
Sebagai contoh, jika terdapat data jumlah siswa yang menyukai beberapa mata pelajaran dan total siswa berjumlah 70 orang, maka siswa perlu menghitung persentase dari masing-masing kategori berdasarkan data yang tersedia.
Baca Juga: 5 Resep Keripik Pisang Renyah untuk Sajian Lebaran, Mudah Dibuat di Rumah
5 Kompetensi Matematis yang Diukur dalam TKA
Selain materi, TKA Matematika juga menilai lima kompetensi penting dalam kemampuan matematika siswa.
1. Pengetahuan Matematika
Kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman konsep dasar, rumus, serta prosedur matematika. Siswa diharapkan tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami alasan di balik penggunaan rumus tersebut.
2. Representasi Matematis
Kemampuan ini menunjukkan bagaimana siswa menyajikan konsep matematika dalam berbagai bentuk, seperti gambar, grafik, simbol, atau cerita.
Misalnya, pecahan 3/4 dapat direpresentasikan dalam bentuk gambar, desimal 0,75, atau persen 75 persen.
Baca Juga: Operator Sekolah Tidak Perlu Melakukan Sinkronisasi Data Dapodik Dengan Kondisi Berikut!
3. Penalaran Matematis
Penalaran matematis berkaitan dengan kemampuan menarik kesimpulan logis berdasarkan informasi yang tersedia.
Contohnya seperti menemukan pola bilangan atau menjelaskan alasan dari suatu pernyataan matematika.
4. Pemecahan Masalah
Kemampuan ini menguji bagaimana siswa menyelesaikan permasalahan baru menggunakan strategi yang tepat.
Biasanya siswa diminta memahami soal terlebih dahulu, membuat rencana penyelesaian, menjalankan strategi yang dipilih, kemudian memeriksa kembali hasilnya.
Baca Juga: Tanpa Sinkronisasi Hari Ini, SKTP Maret Akan Gunakan Data Februari Berpengaruh Pada TPG!
5. Koneksi Matematis
Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan menghubungkan berbagai konsep matematika sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Misalnya hubungan antara pecahan dengan pembagian makanan, persentase dengan diskon harga, atau diagram lingkaran dengan penyajian data.
Strategi Belajar Menghadapi TKA Matematika
Agar lebih siap menghadapi ujian, siswa dapat menerapkan beberapa strategi belajar yang sederhana tetapi efektif.
- Pertama, biasakan membaca soal dengan teliti dan memahami apa yang sebenarnya ditanyakan.
- Kedua, gunakan cara penyelesaian yang paling sederhana dan mudah dipahami.
- Ketiga, biasakan memeriksa kembali jawaban untuk memastikan perhitungan dan satuan sudah benar.
Baca Juga: THR ASN 2026 Sudah Cair Rp3,1 Triliun! Menkeu Targetkan Semua Rampung Pekan Depan
Belajar secara rutin juga sangat penting. Siswa dapat membagi waktu belajar setiap hari untuk mempelajari bilangan, geometri, pengolahan data, hingga latihan soal campuran. ***




