POJOKSATU.id - Jika sudah masuk Pembelajaran Mandiri PPG Daljab Batch IV 2025, Modul 1 Profesional biasanya langsung terasa sebagai titik awal yang paling menentukan.
Bukan cuma karena materinya padat, ya, tapi karena modul ini benar-benar mencerminkan kompetensi inti yang wajib dimiliki guru RA dalam mendampingi anak usia dini.
Jika jadwal tetap, pembelajaran mandiri Modul 1 Profesional Batch IV berlangsung pada 24 November–3 Desember 2025 di Learning Management System (LMS).
Artinya, pada tanggal 2–3 Desember atau hari ke-9 sampai ke-10, peserta mulai mengerjakan Tugas Akhir Modul (TAM) dengan 3 kali kesempatan dan nilai minimal 75.
Modul ini menyentuh kompetensi inti guru RA, mulai dari pemahaman perkembangan anak, prinsip pembelajaran yang benar, asesmen autentik, hingga pendidikan karakter dan moderasi beragama.
Berikut penjelasan lengkap setiap topik agar kamu makin siap menghadapi TAM.
Topik 1: Hakikat PAUD
Topik ini membahas pemahaman dasar tentang siapa anak usia dini dan bagaimana mereka tumbuh.
Guru RA perlu memahami bahwa PAUD bukan “mini SD”, melainkan layanan yang menekankan proses tumbuh kembang secara menyeluruh.
Penjelasan lengkap:
-
Anak usia dini tumbuh melalui pengalaman yang bersifat konkret, bukan hafalan.
-
PAUD berfungsi sebagai pondasi kehidupan, mencakup agama-moral, sosial-emosional, bahasa, kognitif, motorik, hingga seni.
-
Lingkungan belajar harus aman secara fisik dan emosional, nyaman, bersahabat, dan memberikan stimulasi.
-
Guru RA bertindak sebagai fasilitator, bukan pengajar akademik. Guru hadir untuk memandu, bukan memaksa anak mencapai capaian yang belum waktunya.
Topik 2: Muatan Pembelajaran PAUD
Pada topik ini dijelaskan isi pembelajaran yang harus diberikan di lembaga PAUD, termasuk RA.
Penjelasan lengkap:
-
Pembelajaran bersifat tematik-integratif, artinya berbagai aspek perkembangan dipadukan dalam satu pengalaman bermain.
-
Untuk PAI di RA, pembelajaran menekankan pembiasaan ibadah ringan seperti doa, salam, cuci tangan, berbagi, dan bersikap sopan.
-
Nilai tauhid diperkenalkan secara lembut lewat cerita, lagu, dan kegiatan harian.
-
Guru RA harus mampu menghubungkan kegiatan bermain dengan nilai agama dan karakter secara natural, bukan indoktrinatif.
-
Seluruh muatan belajar tidak boleh memaksakan target akademik seperti membaca-menulis yang terlalu dini.
Topik 3: Pendekatan Pembelajaran PAUD
Topik ini mengajak guru memahami bagaimana anak usia dini belajar dengan benar.
Penjelasan lengkap:
-
Anak belajar paling efektif melalui pengalaman langsung—mengamati, mencoba, berdialog, dan bergerak.
-
Pendekatan berpusat pada anak (child-centered) berarti guru memerhatikan minat, ritme belajar, dan kesiapan anak, bukan memaksakan rencana sepihak.
-
Pendekatan bermain, saintifik sederhana (mengamati–menanya–mencoba), dan berbasis proyek kecil sangat dianjurkan.
-
Guru harus fleksibel, peka terhadap perubahan emosi anak, serta inklusif terhadap keberagaman (fisik, budaya, kemampuan, dan agama).
-
Pembelajaran tidak boleh kaku; guru perlu menyesuaikan kegiatan dengan situasi anak saat itu.
Topik 4: Bermain dan Permainan PAUD
Ini topik paling inti untuk RA karena bermain adalah cara belajar utama anak usia 4–6 tahun.
Penjelasan lengkap:
-
Terdapat berbagai jenis permainan: sensorimotor, simbolik, konstruktif, permainan peran, dan permainan aturan.
-
Peran guru adalah merancang lingkungan bermain yang memancing eksplorasi, tanya-jawab, emosi positif, dan interaksi sosial.
-
Guru RA juga harus mampu menarik makna dari permainan, misalnya: menghitung benda saat bermain balok, mempraktikkan akhlak saat bermain peran, atau berdiskusi saat bermain aturan.
-
Integrasi PAI dilakukan melalui permainan peran ibadah sederhana (wudhu, salam, antre sebelum shalat), storytelling islami, atau lagu-lagu bertema akhlak.
-
Bermain bukan “mengisi waktu”—itu inti pembelajaran.
Topik 5: Kurikulum Merdeka PAUD
Topik ini membantu guru memahami kurikulum terbaru yang menekankan fleksibilitas dan perkembangan anak.
Penjelasan lengkap:
-
Kurikulum Merdeka menggunakan Capaian Pembelajaran (CP) yang tidak menuntut kemampuan akademik membaca-menulis terlalu dini.
-
Terdapat enam dimensi perkembangan yang harus diperhatikan secara seimbang.
-
Guru RA diberi ruang merancang alur kegiatan (ATP) sesuai konteks sekolah dan karakter anak.
-
Pembelajaran diferensiatif menjadi kunci—anak yang aktif tidak disamakan dengan anak yang butuh waktu lebih lama.
-
Nilai agama dalam RA masuk secara natural ke rutinitas harian seperti pembiasaan doa, kerapihan, dan budaya saling menghargai.
Topik 6: Asesmen dalam PAUD
Topik ini menegaskan bahwa asesmen PAUD berbeda total dari sekolah dasar.
Penjelasan lengkap:
-
Asesmen PAUD bersifat autentik, dilakukan melalui observasi, percakapan, catatan anekdot, unjuk kerja, dan portofolio karya.
-
Tidak ada tes tulis, ranking, atau label “pintar” dan “kurang pintar”.
-
Guru RA memantau perkembangan anak apa adanya, lalu menentukan stimulasi lanjutan.
-
Untuk PAI, asesmen memantau perilaku ibadah sederhana, sopan santun, empati, dan kepedulian sosial.
-
Laporan perkembangan harus menggambarkan proses, bukan hasil akademik.
Topik 7: Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter
Topik ini sangat penting untuk membentuk fondasi karakter anak sejak usia dini.
Penjelasan lengkap:
-
Pendidikan karakter berbasis keteladanan, pembiasaan, dan budaya kelas. Anak tidak diajari lewat ceramah panjang, tapi lewat contoh konkret dari guru.
-
Nilai utama: religius, jujur, mandiri, peduli, kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab.
-
Guru RA menanamkan nilai lewat rutinitas seperti salam, antre, berbagi makanan, merapikan mainan, serta menghargai teman.
-
Untuk PAI, nilai akhlak diperkuat melalui cerita nabi, kisah teladan, dan permainan sosial.
-
Karakter yang baik tidak muncul instan, butuh proses berulang.
Topik 8: Moderasi Beragama
Topik terakhir menekankan pentingnya menanamkan sikap beragama yang lembut dan moderat sejak dini.
Penjelasan lengkap:
-
Anak usia dini sebaiknya dikenalkan pada keberagaman dengan cara yang sederhana dan positif.
-
Moderasi beragama mencakup toleransi, anti kekerasan, cinta tanah air, serta tidak mudah menghakimi perbedaan.
-
Guru RA menjadi teladan utama dalam sikap moderat: tidak keras, tidak ekstrem, dan selalu mengutamakan kasih sayang.
-
Praktik moderasi di PAUD bisa lewat cerita, kegiatan kelompok, permainan kooperatif, dan dialog ringan tentang menghargai teman.
-
Bahasa yang digunakan harus lembut dan sesuai perkembangan anak.
Baca Juga: 20 LATIHAN Soal TES AKHIR MODUL PPG Daljab Kemenag, AKIDAH AKHLAK, Lengkap Jawaban dan Pembahasan
Sebagai tambahan, untuk membantu peserta memahami pola soal dan bentuk penilaian akhir, kamu bisa mengunduh contoh berkasnya melalui tautan resmi berikut: Contoh Soal TAM Guru Kelas RA
Ingat bahwa Modul 1 ini jadi fondasi penting untuk membentuk kepribadianmu sebagai guru RA yang lembut, sadar perkembangan anak, dan siap menghadirkan pembelajaran yang penuh makna.
Semoga perjalanan modul ini bikin Anda makin percaya diri menuju profesi guru yang utuh, hangat, dan berdampak bagi generasi kecil di masa depan. ***




