POJOKSATU.id — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui platform Learning Management System (LMS) kembali membuka berbagai pelatihan daring dengan metode Massive Open Online Course (MOOC) untuk periode Oktober hingga Desember 2025.

Program ini diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) di bawah koordinasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (BPPSDMK).

Pelatihan bisa diikuti secara gratis oleh tenaga kesehatan, ASN, non-ASN, termasuk mahasiswa bidang kesehatan dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: Cek, Hasil Seleksi Calon Anggota BAZNAS Unsur Masyarakat Masa Kerja 2025–2030, 16 Orang Terpilih dari Berbagai Latar Belakang

Peserta cukup membuat akun di lms.kemkes.go.id dan mendaftar pada pelatihan yang sesuai dengan bidangnya.

Jadwal Pelatihan di LMS Kemenkes

Berikut jadwal dan materi pelatihan MOOC Kemenkes periode Oktober hingga Desember 2025.

1. MOOC Inklusif Penyandang Disabilitas & Bahasa Isyarat Sederhana

  • Jumat, 3 Oktober – Senin, 3 November 2025
  • Link: LMS Kemenkes – Kursus Disabilitas
  • Materi: Kebijakan pelayanan inklusif, komunikasi efektif, pengenalan bahasa isyarat dasar.
  • Manfaat: Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam melayani pasien penyandang disabilitas.
  • SKP 2 / JPL 15

2. MOOC Pengenalan Pengelolaan Limbah Fasyankes (Angkatan 1)

  • Selasa, 7 Oktober – Jumat, 17 Oktober 2025
  • Link: LMS Kemenkes – Kursus Limbah Fasyankes
  • Materi: Pengantar limbah medis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan limbah.
  • Manfaat: Membantu tenaga fasyankes memahami standar pengelolaan limbah sesuai peraturan Kemenkes.
  • SKP 2 / JPL 20

Baca Juga: Gaji PPPK 2025 Naik Hingga 12 Persen, Ini Rincian Gaji Tiap Golongan dan Daftar Tunjangannya

3. MOOC Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan (Angkatan 1)

  • Selasa, 7 Oktober – Rabu, 15 Oktober 2025
  • Link: LMS Kemenkes – Kursus Keamanan Pangan
  • Materi: Kebijakan keamanan pangan, higiene, penyakit bawaan makanan, dan proses produksi pangan aman.
  • Manfaat: Meningkatkan standar keamanan pangan di fasilitas umum dan pelayanan makanan.
  • SKP 2 / JPL 6

4. MOOC Dasar Surveilans Penyakit Campak Rubella (Angkatan 2)

  • Minggu, 5 Oktober – Rabu, 5 November 2025
  • Link: LMS Kemenkes – Kursus Surveilans Campak Rubella
  • Materi: Konsep surveilans penyakit, penemuan kasus, pengelolaan spesimen, pencatatan, pelaporan, dan KLB.
  • Manfaat: Membantu tenaga surveilans dan petugas Puskesmas dalam mendeteksi dini penyakit menular.
  • SKP 2 / JPL 20

5. MOOC Pelayanan Kontrasepsi Dasar (Uji Coba)

  • Minggu, 5 Oktober – Minggu, 12 Oktober 2025
  • Link: LMS Kemenkes – Kursus Kontrasepsi Dasar
  • Materi: Konsep kontrasepsi, etika pelayanan, metode KB, konseling, rujukan, dan pencegahan infeksi.
  • Manfaat: Diperuntukkan bagi bidan dan tenaga medis untuk memperkuat pelayanan KIA & KB.
  • JPL 20

Baca Juga: Kemendiktisaintek Buka Program Magang MARENMA Batch 1 Tahun 2025, Simak Syarat dan Jadwalnya

6. MOOC Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Level 4 (Batch 2)

  • 1 Oktober – 31 Desember 2025
  • Link: LMS Kemenkes – Kursus Kompetensi Manajerial
  • Materi: Integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, dan pengelolaan perubahan.
  • Manfaat: Mendukung peningkatan kemampuan kepemimpinan dan soft skill ASN Kemenkes.

Manfaat Bagi Peserta

Semua peserta yang menyelesaikan pelatihan dengan nilai minimal 70% akan memperoleh sertifikat elektronik resmi dari Kemenkes.

Sertifikat ini dapat digunakan sebagai:

  • Bukti pengembangan kompetensi profesi,

  • Pemenuhan angka kredit jabatan fungsional, dan

  • Syarat administratif dalam promosi jabatan atau akreditasi fasilitas kesehatan.

Selain itu, beberapa pelatihan menjadi prasyarat untuk mengikuti pelatihan lanjutan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) wilayah masing-masing.

Baca Juga: TPG Triwulan 3 Tak Kunjung Cair karena Tugas Tambahan Ekuivalensi Tidak Valid? Jangan Khawatir Begini Cara Mengatasinya!

Pelatihan daring melalui LMS ini juga memberi dampak positif secara karier.

Peserta dengan sertifikat kompetensi yang relevan sering mendapat prioritas dalam seleksi jabatan struktural maupun fungsional, karena dianggap memiliki upskilling dan reskilling sesuai arah transformasi kesehatan nasional. ***