POJOKSATU.id - Antusiasme calon PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terlihat jelas dalam beberapa hari terakhir.
Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Lombok Barat dilaporkan melonjak tajam.
Seiring dimulainya tahapan pemberkasan bagi calon PPPK Paruh Waktu.
Baca Juga: Tak Lolos PPPK Paruh Waktu? Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Honorer di 2025, Simak Lengkapnya
Lonjakan ini membuat layanan SKCK di Polres Lobar dipadati pemohon sejak pagi hari.
Mayoritas pemohon merupakan tenaga honorer yang tengah melengkapi dokumen administrasi sebagai syarat lanjutan setelah dinyatakan memenuhi kriteria PPPK Paruh Waktu.
Situasi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait potensi pungutan liar di tengah tingginya antrean.
Menanggapi hal itu, pihak kepolisian langsung memberikan penegasan.
Pemohon SKCK Calon PPPK Melonjak
Polres Lombok Barat mencatat peningkatan signifikan jumlah pemohon SKCK dibanding hari-hari biasa.
Jika sebelumnya permohonan SKCK cenderung stabil, kini ratusan pemohon datang silih berganti untuk mengurus dokumen penting tersebut.
Baca Juga: ITB Perluas Jalur Masuk 2026, Hadirkan SSU hingga 27 Prodi Internasional
SKCK menjadi salah satu persyaratan wajib dalam proses pemberkasan PPPK Paruh Waktu.
Tanpa dokumen ini, calon PPPK tidak bisa melanjutkan proses administrasi hingga tahap penerbitan surat keputusan.
Lonjakan pemohon ini juga menjadi indikator tingginya minat dan harapan tenaga honorer di Lombok Barat untuk memperoleh status kerja yang lebih pasti melalui skema PPPK Paruh Waktu.
Polres Lobar Tegaskan Bebas Pungli
Di tengah ramainya pemohon, Polres Lombok Barat menegaskan bahwa seluruh pelayanan SKCK dilakukan sesuai ketentuan dan bebas dari pungutan liar.
Masyarakat diminta tidak ragu melapor jika menemukan praktik yang menyimpang.
Dikutip dari Posbali, Rabu 17 September 2025, Kaur Yanmin Sat Intelkam Polres Lombok Barat menyatakan:
“Ramainya pemohon SKCK ini menunjukkan antusiasme tinggi para calon PPPK Paruh Waktu dalam melengkapi persyaratan administrasi."
"Polres memastikan seluruh pelayanan dilakukan secara profesional, tertib, dan tanpa pungutan liar di luar ketentuan resmi,”.
Baca Juga: Gaji PPPK BGN 2025 Tertinggi Tembus Rp7 Juta, Terendah Dapat Berapa?
Penegasan ini disampaikan untuk memberikan rasa aman dan kepastian hukum kepada masyarakat yang sedang mengurus SKCK.
Pelayanan Tetap Berjalan Normal
Meski jumlah pemohon meningkat, Polres Lombok Barat memastikan pelayanan tetap berjalan normal.
Petugas telah disiagakan untuk mengatur alur pendaftaran, pemeriksaan berkas, hingga penerbitan SKCK agar antrean tidak menumpuk terlalu lama.
Polres juga mengimbau pemohon untuk melengkapi seluruh persyaratan sebelum datang ke kantor pelayanan guna mempercepat proses dan menghindari antrean berulang.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang tunggu dan sistem antrean juga dimaksimalkan demi kenyamanan pemohon.
SKCK Jadi Dokumen Krusial PPPK Paruh Waktu
SKCK menjadi salah satu dokumen krusial dalam proses PPPK Paruh Waktu karena berfungsi sebagai bukti bahwa calon pegawai tidak memiliki catatan kriminal.
Dokumen ini menjadi bagian dari verifikasi integritas dan kelayakan calon ASN.
Oleh karena itu, Polres Lombok Barat mengingatkan agar pemohon mengurus SKCK melalui jalur resmi.
Serta tidak menggunakan jasa perantara yang berpotensi menimbulkan biaya tambahan di luar ketentuan.
Baca Juga: Indonesia Dikepung 3 Siklon! Geger Nasional, BMKG Warning Cuaca Ekstrem Bisa Meledak Kapan Saja
Harapan Masyarakat
Dengan adanya penegasan bebas pungli dari Polres Lobar, masyarakat berharap proses pemberkasan PPPK Paruh Waktu dapat berjalan lancar dan transparan.
Kejelasan ini dinilai penting agar para tenaga honorer dapat fokus menyelesaikan tahapan administrasi tanpa rasa khawatir.
Lonjakan pemohon SKCK di Lombok Barat juga mencerminkan besarnya harapan terhadap kebijakan PPPK Paruh Waktu sebagai solusi penataan tenaga honorer.
Baca Juga: FANTASTIS! PPPK BGN 2025 Dapat Tunjangan yang Berbeda Dengan Gaji Pokok, Ini Daftarnya
Aparat kepolisian pun diharapkan terus menjaga komitmen pelayanan yang bersih, cepat, dan profesional demi mendukung proses tersebut.***




