POJOKSATU.ID - Tak hanya Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI yang mengkritik pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait tenaga pendidik sebagai beban negara.

Penulis kondang Tere Liye pun ikut memberikan kritik kepada Bendahara Negara itu.

"Guru memang beban negara," tulis Tere Liye, dalam akun Instagramnya @tereliyewriter yang dikutip pada Selasa (19/8/2025).

Baca Juga: PGRI Kritik Pernyataan Menkeu Sri Mulyani, Koruptor yang Patut Disebut Beban Negara Bukan Guru

Selanjutnya Tere Liye menuliskan, ada 3 juta guru di Indonesia ini, 50% lebih adalah guru SD. Dan itu betul, memangnya tugas pemerintah mikirin gaji 3 juta orang ini? Nggak gitu loh.

"Ayolah, giliran kalian yang mikir dikit napa," lanjutnya.

Jika kalian minta gaji guru rata-rata 10 juta per bulan, sambung Tere Liye, total 120 juta per tahun, maka itu 360 triliun sendiri setahun. Belum THR-nya, belum tunjangan pajak penghasilannya, dan lain sebagainya.

"Mikir dong! Kalian itu memang beban negara. Ngabisin duit negara. Itu tuh 3 juta! Bukan cuma 300 ekor," ujarnya.

Baca Juga: Imbas Gagal Tampil Gegara Rayain Ulang Tahun Camat, Bupati Muaro Jambi Undang Grup Drumband Siswa MTs Hadir saat Karnaval

Dia juga membeberkan bahwa skor PISA nasional rendah. Kualitas pendidikan rendah. Mau nyalahin pemerintah? Mikir dong! Kalian kan yang tiap hari ketemu murid, masa' salah Presiden.

Salah Menteri-nya. Yang ngajar kan kalian. Itu tuh salah guru-gurunya jika anak-anak tidak bisa baca, berhitung tidak bisa.

"Guru itu memang beban negara. Itu fakta. Banget. Sementara kontribusinya apa? Betulan ngajar dengan serius? Betulan pengen anak-anaknya pintar? Sudah rahasia umum, guru itu profesi pilihan terakhir, gara-gara tidak bisa jadi pegawai BUMN, tidak bisa jadi pejabat, tidak bisa jadi ini itu, baru deh, honorer guru, syukur-syukur besok jadi ASN. Ngaku sajalah," sindir Tere Liye.

Baca Juga: Kondisi Sumur Minyak Blora Masih Menyala, Petugas Akui Kesulitan Karena Tak Ditemukan Kepala Sumur

Lebih lanjut Tere Liye menuliskan, setelah berpuluh tahun pemerintah memberikan kalian gaji, tunjangan-tunjangan, bersyukur gitu loh. Dan, tidak usahlah berharap neko-neko. Beban kok banyak tingkah.

Jika tidak tahan, berhenti sana. Kalian itu, pemerintah sudah habis-habisanan loh, tiap ganti Menteri, ganti kurikulum, ganti buku teks, ganti kebijakan, itu semua biar kalian tambah maju. Lantas apa hasilnya? Kalian banyak ngeluh.

"Saya setuju sekali dengan pernyataan guru itu beban negara. Sudah saatnya masyarakat luas ikut menanggungnya. Pemerintah itu banyak beban yang lebih penting dan mendesak. Ngasih makan 600 lebih anggota DPR/DPD, hampir 100 menteri+wamen, ribuan anggota DPRD, bahkan termasuk petinggi-petinggi, manajamen BUMN, itu semua jauh lebih penting. Pun tukin-tukin untuk posisi yang lebih strategis githu lhoh," sindir Tere Liye lagi, aroma sarkas makin terasa.

"Kalian? 3 juta! Cuma remah-remah rengginang tidak penting. Hanya beban. Anak-anak Indonesia itu cukup dikasih MBG, besok-besok pinter semua. Nggak perlu kalian!" tutup Tere Liye.

Baca Juga: Siapa Camat Sungai Bahar? Viral Dituding Penyebab Drumband MTsN 7 Muaro Jambi Gagal Tampil

Tampak sejumlah netizen yang mengikuti akun penulis novel-novel best seller ini pun memahami bahwa tulisannya menyindir pemerintah sekaligus mengingatkan tugas mulia para pendidik.

"Ini lagi nguji kemampuan literasi ya?" tulis akun @retac***

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

"Jadi teringat nama "Sutan Pane" dalam buku selamat tinggal karya Tere Liye. Integritas, Netral, Objektif," kata akun @sdi***