POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan punya cara berbeda dalam memberikan apresiasi kepada pegawainya. Khusus bagi ASN yang rajin salat berjamah diberi hadiah umrah gratis.
Pemberian hadiah umrah ini bermula ketika Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam di awal masa jabatannya pada Februari 2025 lalu, mengajak bawahannya selalu salat berjamaah di masjid.
Ajakan itu dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Nomor 400.8/0144/KESRA Tahun 2025 yang mendorong disiplin ibadah bagi aparatur pemerintah.
Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa pegawai (PNS dan PPPK) muslim dianjurkan mengikuti salat berjamaah di masjid terdekat sebagai bagian dari pembinaan akhlak dan etika kerja.
Baca Juga: SELEKSI Rekrutmen PPPK BGN 2025, Apakah Menggunakan PASSING GRADE? Penjelasan Ini Perlu Diketahui
"Mungkin ini terkesan agak memaksakan beribadah. Tapi saya pikir tidak masalah memaksa orang untuk berbuat kebaikan," kata Bupati Irwan beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, bagi pegawai yang rajin salat berjamaah akan diberikan penghargaan berupa hadiah umrah gratis.
Implementasi SE Salat Berjamaah
Surat edaran itu disambut baik para pegawai Pemkab Luwu Timur. Masjid-masjid di kompleks perkantoran Pemkab Lutim selalu dipenuhi jamaah (mayoritas kalangan ASN) saat waktu salat dhuhur dan azhar.
Usai salat azhar yang juga menjelang jam pulang kantor, para ASN diwajibkan absen di masjid. Catatan absen itu pula yang jadi panduan Pemkab Lutim dalam menilai pegawai yang rajin salat berjamaah.
Baca Juga: Sejumlah Instansi Wajibkan Nilai TOEFL Minimal untuk Seleksi CPNS, Cek Daftarnya di Sini
Tercatat sejak Februari 2025 itu, Pemkab Lutim sudah 4 kali melakukan undian pemenang hadiah umrah gratis untuk ASN yang rajin salat berjamaah.
Akhirnya pada 10 Desember kemarin, sebanyak 20 ASN (PNS dan PPPK) yang sebelumnya menang undian, berangkat umrah ke Tanah Suci.
Pemberangkatan jamaah berlangsung di Masjid Amirul Mukminin dan dipimpin langsung Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
Suasana haru tampak mewarnai acara pelepasan yang dihadiri keluarga jamaah dan sejumlah pejabat daerah. Seluruh jamaah tampak mengenakan pakaian ihram seragam yang telah disiapkan panitia.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi kepada para pegawai yang dinilai konsisten menghadiri salat berjamaah selama beberapa bulan terakhir.
“Program ini dibuat untuk memberikan motivasi bagi para pegawai agar meningkatkan kedisiplinan ibadah,” ujar Bupati Irwan.
Ia menegaskan bahwa program tersebut bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter aparatur.
Irwan juga meminta jamaah yang berangkat untuk mendoakan kebaikan bagi seluruh masyarakat Luwu Timur.
“Tolong doakan daerah kita agar selalu aman, sejahtera, dan diberikan kelancaran dalam penyelenggaraan pemerintahan,” katanya.
Bupati berharap perjalanan ibadah tersebut dapat memberikan ketenangan batin dan meningkatkan etos kerja para pegawai setelah kembali ke tanah air.
Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Golkar, Aripin, ikut memberikan apresiasi terhadap program tersebut.
Menurutnya, kebijakan ini menghadirkan teladan positif bagi aparatur pemerintah.
“Program ini menunjukkan bahwa kedisiplinan ibadah diapresiasi dengan cara yang konkret,” ujarnya.
Baca Juga: Papua Selatan jadi Provinsi dengan Jumlah PNS Paling Sedikit di Indonesia
Aripin berharap pegawai lain turut termotivasi meningkatkan komitmen spiritual dan etika kerja.
Ia juga menilai bahwa penghargaan seperti ini dapat membawa dampak jangka panjang bagi pelayanan publik.
“Semoga budaya kerja aparatur menjadi lebih bersih, jujur, dan penuh tanggung jawab setelah mengikuti ibadah ini,” sambungnya.
Salat Berjamaah karena Allah, Bukan Kejar Hadiah Umrah
Para jamaah umrah terdiri dari ASN dan PPPK, yang terpantau rajin salat berjamaah di masjid sekitar kantor masing-masing.
Seleksi penerima umrah dilakukan melalui sistem pemantauan kehadiran salat berjamaah yang diterapkan sejak awal tahun. Data tersebut dikumpulkan oleh petugas kecamatan dan bagian Kesra.
Salah satu penerima hadiah, Akbar Tanjunt, mengungkapkan rasa haru setelah menerima kesempatan tersebut.
“Saya tidak pernah menyangka bisa berangkat tahun ini,” ujar pegawai BKPSDM Luwu Timur itu.
Ia mengatakan bahwa konsistensi mengikuti salat berjamaah dilakukan bukan karena mengejar hadiah, tetapi sebagai kewajiban seorang muslim. “Hadiah ini hanya bonus dari Allah,” tambahnya.
Baca Juga: Ingin Daftar PPPK BGN 2025? Ini Perkiraan Gaji yang Akan Kamu Terima
Peserta lain, Risal Jamuddin, menyebut bahwa kesempatan tersebut menjadi pengalaman spiritual yang sangat berarti.
“Saya merasa sangat bersyukur. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ujarnya.
Ia berjanji akan kembali bekerja dengan semangat baru setelah menyelesaikan ibadah tersebut.
Sebelum pemberangkatan, para peserta menerima syal, koper, dan perlengkapan ihram dari Bupati Irwan sebagai simbol pelepasan.
Rombongan kemudian diberangkatkan menuju Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah dan Madinah.
Program hadiah umrah bagi pegawai religius ini telah menjadi salah satu inovasi pembinaan aparatur yang diapresiasi masyarakat.
Pemerintah daerah berencana meneruskan program ini pada tahun berikutnya dengan mekanisme penilaian yang lebih terstruktur.
Dengan adanya program tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih disiplin, religius, dan berorientasi pada pengabdian.***




