POJOKSATU.id — beginilah reaksi guru yang professional dalam melatih kecerdasan anak didiknya, “Bunda, kenapa radio enggak ada gambarnya? Suaranya datang dari mana sih?”
Nah, pertanyaan polos ini datang dari siswa-siswi TK B PAUD Islam Terpadu Bintang, Banjarmasin.
Dan bukannya dijawab dengan teori panjang lebar, para guru justru ngajak anak-anak langsung lihat ke sumbernya.
Wadidaw, keren banget ya!
Hari Rabu, 6 Agustus 2025, jadi hari yang penuh pengalaman untuk anak-anak TK B.
Baca Juga: Polres Subang Ungkap Jaringan Perdagangan Orang Modus Dijadikan Pemandu Lagu
Mereka mengadakan studi luar sekolah dengan tema “Alat Komunikasi” ke Radio Republik Indonesia (RRI) Banjarmasin.
Kegiatan ini bukan cuma jalan-jalan biasa, tapi sekaligus jadi jembatan antara rasa penasaran anak-anak dengan dunia nyata.
Belajar Langsung ke Dunia Siaran? Asik Banget!
Menurut wali kelas TK B, Miftahul Jannah, kunjungan ini berawal dari rasa ingin tahu anak-anak tentang alat komunikasi, khususnya radio.
“Mereka tanya, kok radio enggak ada gambarnya? Suaranya dari mana?”
ujar Bunda Miftah sambil tertawa.
Baca Juga: Ramai Bendera One Piece di Bulan Kemerdekaan, Pemkot Bandung Angkat Suara
Akhirnya, daripada dijelasin lewat gambar doang, anak-anak diajak langsung menyaksikan proses siaran di studio RRI.
Di sana, mereka melihat berbagai alat siaran, proses rekaman, dan bahkan menyapa penyiar yang lagi bertugas.
Waaah, antusiasme mereka luar biasa!
Radio Itu Seru, dan Penuh Sejarah
Kunjungan ini pun disambut hangat oleh pihak RRI.
Fayakun Furu, Ketua Tim Layanan dan Pengembangan Usaha (LPU) RRI Banjarmasin, sangat senang bisa berbagi ruang dan cerita kepada generasi cilik.
“Radio itu alat komunikasi publik yang dulu jadi alat perjuangan bangsa.
Baca Juga: Kok Bisa? 35 Anggota DPRD Purwakarta Masuk Daftar Penerima BSU
Penting banget dikenalkan sejak dini,”
kata Pak Fayakun.
Ia berharap dari kunjungan ini muncul ketertarikan anak-anak terhadap dunia komunikasi dan penyiaran.
Menurutnya, RRI memang sudah rutin bekerja sama dengan beberapa TK lain untuk memberikan edukasi langsung seperti ini.
Pembelajaran Kontekstual yang Bermakna
Di era serba visual seperti sekarang, anak-anak cenderung akrab dengan media yang ada gambarnya—TV, YouTube, dan sejenisnya.
Tapi lewat kunjungan ini, anak-anak belajar bahwa suara pun bisa jadi media yang powerful.
“Kami ingin mereka tahu bahwa belajar tidak harus duduk di kelas.
Dunia nyata bisa jadi tempat belajar yang luar biasa,”
tambah Miftahul.
Anak-anak terlihat senang, penasaran, dan aktif bertanya selama di ruang siar.
Bahkan beberapa dari mereka berani berbicara di depan mikrofon, lho! Siapa tahu ada calon penyiar masa depan yang sedang lahir dari kunjungan ini kan?
Belajar di Luar Kelas, Kenangan yang Tak Terlupakan
Belajar lewat pengalaman nyata seperti ini tentu lebih membekas daripada sekadar gambar di papan tulis.
Anak-anak bukan cuma tahu radio itu apa, tapi mereka merasakan langsung bagaimana radio bekerja.
Dan yang lebih penting lagi, kegiatan ini menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan rasa ingin tahu yang jadi bekal penting dalam proses tumbuh kembang mereka.
Wahhh seru banget ya melihat anak PAUD IT yang sudah menerapkan kurikulum deep learning. ***




