POJOKSATU.ID - Program prioritas Kementrian Agama (Kemenag) di tahun 2024 adalah mengubah Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) menjadi universitas atau institut.
Ada 11 nama PTKN yang akan berubah menjadi universitas, namun hal itu tentunya setelah dinyatakan memenuhi kriteria dan persyaratan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokraasi (KemenpanRB).
Dalam rapat Kerja Nasional Kemenag pada Februari 2024 lalu, di Semarang total 11 PTKN yang melakukan proses transformasi. Sembilan Intitut Agama Islam Negeri (IAIN), satu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), dan satu Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN).
Proses transformasi ke 11 PTKN ini pun sedang berlangsung.
Menteri Yaqut Cholil Qoumas menegaskan para pimpinan PTKN fokus dan serius dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta harus benar-benar diorientasikan pada upaya menjadikan PTKN semakin baik.
Berikut daftar 11 PTKN yang sedang berproses menjadi universitas atau institut:
1. Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja menjadi Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan
2. Institut Agama Islam Negeri Madura menjadi Universitas Islam Negeri Madura
3. Institut Agama Islam Negeri Kediri menjadi Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri
4. Institut Agama Islam Negeri Metro menjadi Universitas Islam Negeri Jurai Siwo
5. Institut Agama Islam Negeri Ambon menjadi Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon
6. Institut Agama Islam Negeri Kudus menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
7. Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe menjadi Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah
8. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis menjadi Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis
9. Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya menjadi Universitas Islam Negeri Palangka Raya
10. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo menjadi Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari
11. Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe menjadi Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah
Menurut Yaqut, peran PTKIN juga harus ditingkatkan serta penerbitan jurnal yang berakreditasi unggul
"Dukungan teknologi informasi juga menjadi keharusan. Tansformasi harus mampu mewujudkan akselerasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing global, beriman, dan bertakwa,” tutup Yaqut. ***




