POJOKSATU.id, DIREKTORAT Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) melalui Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) terus mendorong peningkatan mutu pendidik melalui program Revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Salah satu langkah strategisnya adalah penyaluran bantuan pendanaan Program Peningkatan Kualitas LPTK dalam Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025.

Penandatanganan perjanjian pelaksanaan bantuan pendanaan ini berlangsung pada Rabu, 30 Juli 2025, disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Dirjen Saintek Ahmad Najib Burhani, Direktur SSPT Ardi Findyartini, serta jajaran pimpinan Kemendiktisaintek dan perwakilan dari institusi penerima.

Baca Juga: HONORER Tak Lolos Seleksi CASN 2024 Diangkat PPPK Paruh Waktu, Cek Gaji dan Jam Kerjanya!

“Guru adalah kunci transformasi pendidikan. Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa setiap LPTK mampu menghasilkan pendidik profesional yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki nilai-nilai kepemimpinan dan inovasi,” tegas Menteri Brian.

Sebanyak 17 LPTK dari berbagai wilayah Indonesia menjadi penerima bantuan pendanaan, yaitu:

-Universitas Ahmad Dahlan
-Universitas Halu Oleo
-Universitas Hamzanwadi
-Universitas Jambi
-Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
-Universitas Muhammadiyah Jember
-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
-Universitas Musamus
-Universitas Islam Nusantara Al-Washliyah
-Universitas Negeri Jakarta
-Universitas Negeri Makassar
-Universitas Negeri Yogyakarta
-Universitas Nusa Cendana
-Universitas Pasundan
-Universitas Pendidikan Ganesha
-Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
-Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Baca Juga: SIPENA, Program Mahasiswa KKNT IPB University Dorong Legalitas Usaha UMKM di Desa Jatinom Wonogiri

Direktur SSPT, Ardi Findyartini, menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan program PPG.

“Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan guru di LPTK, khususnya di Program Studi PPG, selain berorientasi pada pemenuhan indikator akreditasi unggul, proses perbaikan berkelanjutan perlu terus dijaga,” ungkapnya.

Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp7,3 miliar, disalurkan melalui skema hibah kompetitif. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masing-masing LPTK untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan profesi guru.

Baca Juga: Kemenpan RB Putuskan Masa Kerja PPPK Paruh Waktu Hanya 1 Tahun, Setelah Itu Diangkat Penuh Waktu atau Dirumahkan?

Program ini tidak hanya ditujukan untuk pencapaian jangka pendek, tetapi diarahkan untuk menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan. Transformasi menyeluruh menjadi fokus utama, tidak sebatas penguatan infrastruktur, melainkan juga transformasi sistem pembelajaran yang lebih relevan dan progresif.

 

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Melalui pendanaan ini, Ditjen Saintek ingin memperkuat peran strategis LPTK dalam mencetak guru profesional yang adaptif terhadap dinamika pendidikan masa depan.

Setiap langkah program diharapkan memiliki visi jangka panjang yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi ekosistem pendidikan guru di Indonesia. ***