POJOKSATU.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kabar yang membawa angin segar bagi dunia pendidikan nasional.
Dalam pemaparan realisasi anggaran, pemerintah menegaskan bahwa berbagai program strategis sepanjang 2025 hingga awal 2026 telah melibatkan ribuan guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Sekolah Rakyat.
"Hingga 31 Desember 2025, realisasi anggaran program ini mencapai Rp6,6 triliun atau sekitar 85 persen dari pagu yang ditetapkan," jelas Menkeu Purbaya baru-baru ini.
Baca Juga: Ramai Isu Rapelan Gaji Pensiunan PNS 10 Januari 2026, Ini Klarifikasi PT TASPEN
Anggaran tersebut dialokasikan untuk renovasi sentra pendidikan serta penyelenggaraan proses belajar mengajar bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat telah mendidik hampir 16 ribu siswa dari kelompok ekonomi desil 1 dan 2.
Program ini juga melibatkan lebih dari 6.800 guru dan tenaga kependidikan yang mengoperasikan 166 sekolah dari jenjang SD hingga SMA di berbagai daerah.
Sekolah Rakyat dan Peran Guru
Pemerintah menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai bentuk intervensi langsung negara dalam memperluas akses pendidikan.
Baca Juga: Ingin Lolos CPNS 2026? Intip Kementerian Minim Pendaftar dengan Gaji hingga Rp12 Juta
Renovasi infrastruktur dilakukan oleh Kementerian PUPR, sementara penyelenggaraan pendidikan dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial.
Guru yang terlibat dalam program ini tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pendamping sosial bagi siswa.
Pemerintah menilai kehadiran guru dalam lingkungan pendidikan yang menyasar kelompok rentan menjadi kunci keberhasilan program.
Selain Sekolah Rakyat, pemerintah juga menyiapkan pengembangan Sekolah Unggul Garuda.
Meski realisasi anggarannya masih relatif kecil dibandingkan pagu, program ini diproyeksikan menjadi pusat unggulan pendidikan berbasis transformasi dan inovasi ke depan.
Revitalisasi Sekolah dan Madrasah
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan memaparkan realisasi anggaran revitalisasi sekolah dan madrasah yang mencapai Rp18,9 triliun hingga akhir 2025.
Anggaran tersebut tersebar di Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Kementerian PUPR.
Baca Juga: Info GTK Berubah Jelang TPG 2026, Guru Wajib Tahu Ini
Program ini bertujuan memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar lebih layak dan aman bagi siswa dan guru.
Pemerintah menilai revitalisasi fisik sekolah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Selain sektor pendidikan, Menkeu juga memaparkan berbagai program sosial lain seperti makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, dan ketahanan pangan.
Keseluruhan program tersebut saling berkaitan dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pemerintah berharap, keterlibatan guru dalam berbagai program strategis ini dapat memperkuat peran pendidikan sebagai penggerak utama pembangunan nasional.***




