POJOKSATU.ID - Langkah Indonesia dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menarik perhatian dunia internasional.

Kali ini, kekaguman datang dari Ibu Negara Brasil, Rosangela Lula da Silva, yang secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif besar yang digagas di Indonesia.

"Ibu Negara cukup terkesan baru mulai kami capai dalam dalam 10 bulan," ujar Dian Fatwa anggota BGN, dikutip dari video pada tanggal 25 Oktober 2025 unggahan akun X @Heraloebss.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Pembangunan Keluarga dan Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko

"Walaupun beliau juga cukup paham tentu dalam perjalananya tidak semulus yang kita bayangkan, tapi mereka cukup impress, 10 bulan sudah mencapai 37 juta," sambungnya

Pengakuan ini bukan sekadar pujian biasa, melainkan cerminan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kesehatan anak-anak di tanah air.

Tetapi juga telah menjadi inspirasi global. Model program ini dinilai berpotensi besar untuk direplikasi oleh negara-negara lain.

Baca Juga: Beasiswa OSC 2025 Kembali Dibuka, Kuliah Gratis S1 dan S2 Full Sampai Lulus di 18 Kampus Ternama Indonesia

Yang menghadapi tantangan serupa dalam isu gizi dan pendidikan.


MBG Investasi Jangka Panjang bagi Generasi Penerus Bangsa

Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis yang berkomitmen meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan.

Tujuannya sangat jelas, yakni memberikan akses makanan sehat tanpa biaya, sekaligus berperan penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti stunting.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Bersama 4.000 Santri Doa Bersama Untuk Korban Tragedi Ambruknya Gedung Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo

Peningkatan gizi yang terjamin sejak dini merupakan fondasi krusial dalam membangun sumber daya manusia berkualitas.

Program ini adalah investasi kolektif, memastikan anak-anak Indonesia memiliki bekal kesehatan dan kognitif yang optimal untuk bersaing di masa depan.

Upaya mencerdaskan anak bangsa tidak dapat dilepaskan dari pemenuhan kebutuhan dasar gizi.


Jejak Brasil dalam Strategi Indonesia

Menariknya, Indonesia sendiri dalam merancang MBG banyak mengambil pelajaran dari keberhasilan program sejenis di Brasil.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Bersama 4.000 Santri Doa Bersama Untuk Korban Tragedi Ambruknya Gedung Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo

Brasil telah lama menjalankan program makan siang di sekolah yang sukses mengatasi masalah gizi dan kemiskinan.

Bahkan mewajibkan sebagian bahan makanan berasal dari hasil pertanian keluarga lokal.

Kini, dengan adanya kunjungan dan apresiasi dari Rosângela Lula da Silva, terjadi sebuah lingkaran inspirasi.

Baca Juga: Rayakan Hari Santri, NU Care-LAZISNU Salurkan Beasiswa hingga Timur Tengah

Indonesia yang awalnya mencontoh, kini justru menjadi model percontohan yang dikagumi.

Ibu Negara Brasil dikabarkan menyaksikan langsung distribusi makanan bergizi kepada para siswa, melihat pelaksanaan program di lokasi secara langsung.


Dampak Program yang Meluas Dari Sekolah ke Ekonomi Lokal

Keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari piring makan anak-anak sekolah. Program ini juga memiliki dampak ekonomi yang luas.

Baca Juga: Rayakan Hari Santri, NU Care-LAZISNU Salurkan Beasiswa hingga Timur Tengah

Dengan penetapan sebagai salah satu prioritas nasional, MBG turut memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Serta meningkatkan ekonomi di daerah setempat melalui pengadaan bahan makanan.

Hingga saat ini, program tersebut telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan semakin banyaknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Fakta ini menegaskan bahwa strategi holistik yang diterapkan Indonesia sangat relevan dan dapat direplikasi untuk mengatasi tantangan global akan gizi dan pendidikan.

Sesuai dengan harapan banyak pemimpin negara lain.***