POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) mulai menyalurkan program internet satelit gratis bagi satuan pendidikan yang belum memiliki akses jaringan internet, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, dengan tujuan mempercepat pemerataan konektivitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Internet Satelit Jadi Solusi Sekolah Tanpa Akses Jaringan
Internet satelit dipilih karena mampu menjangkau sekolah-sekolah yang tidak terlayani jaringan fiber optik maupun seluler.
Baca Juga: Rangkaian Teror Menerpa Selebgram DJ Donny, Rumah Dibom Molotov Rabu Dinihari Berujung Lapor Polisi
Dengan teknologi ini, sekolah di wilayah pegunungan, kepulauan, dan pedalaman tetap dapat menikmati akses internet untuk kegiatan pembelajaran.
Kemdikdasmen menegaskan bahwa konektivitas digital kini menjadi kebutuhan dasar pendidikan, seiring meningkatnya pemanfaatan platform pembelajaran daring dan sistem administrasi berbasis digital.
Penentuan Penerima Berdasarkan Validasi Data Dapodik
Sekolah penerima internet satelit ditetapkan berdasarkan data Dapodik yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh dinas pendidikan provinsi serta kabupaten/kota.
Baca Juga: Catat! Besok 1 Januari 2026 Layanan E-Service BPJS Ketenagakerjaan Tutup Sementara
Tidak ada pendaftaran mandiri dalam program ini.
Prioritas diberikan kepada sekolah yang benar-benar belum memiliki akses internet aktif dan berada di wilayah 3T, dengan data kepala satuan pendidikan yang tercatat aktif dan dapat dihubungi.
Jadwal Pengiriman dan Mekanisme Penyerahan Perangkat
Pengiriman perangkat internet satelit dilakukan langsung oleh penyedia yang ditunjuk pemerintah. Proses pengiriman berlangsung setiap hari, Senin hingga Minggu, pada pukul 08.00–17.00 waktu setempat.
Pihak penyedia akan menghubungi kepala satuan pendidikan melalui nomor telepon yang terdaftar di Dapodik. Sekolah diminta menyiapkan tim penerima serta lokasi serah terima perangkat.
Tidak Dipungut Biaya, Sekolah Diminta Waspada Penipuan
Kemdikdasmen menegaskan bahwa seluruh proses pengiriman hingga instalasi perangkat internet satelit tidak dipungut biaya.
Sekolah diminta waspada apabila ada pihak yang mengatasnamakan program ini dan meminta sejumlah uang.
Apabila ditemukan indikasi penipuan, sekolah disarankan segera melapor ke dinas pendidikan setempat.
Sebaran Penerima Internet Satelit per Jenjang Pendidikan
Total terdapat 8.625 satuan pendidikan yang menjadi sasaran program ini.
Sebagian besar penerima berasal dari jenjang sekolah dasar, disusul SMP, SMA, dan SMK.
Baca Juga: 31 Desember Layanan BPJS Ketenagakerjaan Dibatasi, Pengaduan Apa Saja yang Masih Dilayani?
Dominasi jenjang SD menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan layanan pendidikan dasar di daerah yang belum terjangkau internet.
Sebaran Penerima Berdasarkan Wilayah Pulau
Secara geografis, penerima internet satelit tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Papua, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, dan Kalimantan menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak.
Baca Juga: Update Harga Bahan Pokok 31 Desember 2025, Naik, Stabil, atau Malah Turun?
Sebaliknya, Pulau Jawa hanya mencatat jumlah penerima yang relatif kecil karena sebagian besar wilayahnya telah terlayani jaringan internet konvensional.
Tips Agar Instalasi Internet Satelit di Sekolah Berjalan Lancar
Sekolah disarankan memastikan data Dapodik selalu diperbarui, terutama nomor telepon kepala sekolah. Selain itu, lokasi pemasangan sebaiknya terbuka dan bebas hambatan agar sinyal satelit optimal.
Koordinasi dengan dinas pendidikan setempat juga penting agar proses instalasi berjalan lancar dan perangkat dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Wilayah 3T
Program internet satelit ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan digital antarwilayah.
Sekolah di daerah terpencil kini memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses sumber belajar digital dan meningkatkan mutu pendidikan.
Ke depan, pemerintah menargetkan konektivitas digital menjadi fondasi utama transformasi pendidikan nasional yang inklusif dan berkeadilan.***




