POJOKSATU.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi melepas 1.147 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk mengikuti Program Probidik GEMA Jawa Barat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberi pengalaman mengajar secara langsung kepada calon guru di berbagai daerah.
Pelepasan mahasiswa dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (13/7/2026).
Baca Juga: Perkuat Sektor Pendidikan, Pemprov Jabar Terjunkan 1.147 Mahasiswa UPI ke Pelosok Daerah
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SMK dan dunia industri.
Kolaborasi ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, UPI, serta berbagai perusahaan untuk memperkuat kualitas pendidikan dan menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju visi Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Emas 2045.
Pengalaman Mengajar Jadi Kesempatan Emas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pengalaman mengajar secara langsung merupakan bekal penting yang tidak bisa diperoleh hanya melalui pembelajaran di kampus.
"Kesempatan mengikuti Program GEMA Jawa Barat merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa.
Mengajar secara langsung akan membentuk kepekaan, kepemimpinan, serta kemampuan memahami karakter peserta didik yang tidak diperoleh hanya dari pembelajaran di ruang kelas," ujarnya.
Ia juga mendorong para mahasiswa agar mengenal Jawa Barat secara lebih luas, tidak hanya wilayah perkotaan.
"Jangan hanya mengenal kota-kota besar. Mahasiswa harus hadir hingga ke pelosok, ke kampung, pesisir, pegunungan, dan berbagai daerah lainnya.
Baca Juga: Cetak SDM Unggul, Pemprov Jabar 'Jodohkan' Sekolah Maung dengan Industri
Di sanalah pendidikan harus benar-benar dirasakan masyarakat," tambahnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Membangun Pendidikan
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan pembangunan pendidikan membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk dunia industri.
Menurutnya, saat ini terdapat 26 perusahaan yang telah bekerja sama dengan Disdik Jawa Barat untuk memperkuat program link and match antara SMK dan industri.
"Hari ini terdapat 26 perusahaan yang bersinergi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam memperkuat program link and match antara SMK dan dunia industri.
Baca Juga: Dua Alasan Penahanan Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Tak Sah, Termasuk Penerbitan SPDP
Kami berharap sinergi ini terus berkembang karena Jawa Barat hanya bisa maju melalui kolaborasi seluruh pihak," katanya.
Herman juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan bonus demografi agar menjadi peluang bagi Indonesia.
"Seluruh lulusan SMA dan SMK harus memiliki tiga pilihan masa depan, yaitu melanjutkan pendidikan, bekerja, atau berwirausaha.
Tidak boleh ada pilihan keempat, yakni menganggur," tegasnya.
Ia menilai Program Probidik GEMA Jawa Barat bersama kemitraan dengan dunia usaha menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga: Nama Tan Kian di Kasus Asabri Dihilangkan atau SP3, Eks Jampidsus Febrie Sempat Menanggapi
Sebanyak 1.147 Mahasiswa Mengajar di 364 Sekolah
Kepala Disdik Jawa Barat Purwanto menjelaskan Program Probidik GEMA Jawa Barat dirancang untuk membantu sekolah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.
"Program ini bertujuan memastikan hak belajar peserta didik tetap terpenuhi secara optimal, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa melalui pembelajaran langsung di sekolah atau learning by doing," jelasnya.
Sebanyak 1.147 mahasiswa UPI akan ditempatkan di 364 satuan pendidikan selama enam bulan, yang terdiri atas:
- 230 SMA
- 116 SMK
- 18 SLB
Baca Juga: Resep Nasi Goreng Tom Yum, Perpaduan Rasa Asam Pedas yang Bikin Sarapan Makin Istimewa
Selama bertugas, mahasiswa akan terlibat dalam penyusunan perencanaan pembelajaran, proses belajar mengajar, hingga evaluasi pembelajaran bersama guru di sekolah.
"Program ini diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah, tetapi juga membentuk calon guru yang memiliki pengalaman empiris, kemampuan kepemimpinan, serta keterampilan sosial sebelum terjun ke dunia kerja," tutur Purwanto.
SMK Maung Gandeng 26 Perusahaan
Selain pelepasan mahasiswa, Disdik Jawa Barat juga memperkuat pendidikan vokasi melalui penandatanganan MoU antara 13 SMK Maung dan 26 perusahaan.
Baca Juga: Prediksi Semifinal Piala Dunia 2026: Ambisi Back-to-Back Argentina Hadapi Generasi Emas Inggris
Kerja sama tersebut bertujuan menyelaraskan pembelajaran di SMK dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Saat ini Program Sekolah Maung telah mencakup:
- 13 SMK Maung
- 99 konsentrasi keahlian
- 1.123 industri potensial
- 29 perguruan tinggi pendukung
Ekosistem tersebut diharapkan mampu memperkuat pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan daya saing lulusan SMK di Jawa Barat.
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Harga Barang di Kopdes Dikritik Netizen Lebih Mahal dari Minimarket Lain
Mahasiswa Antusias Mengikuti Program
Salah satu peserta Program Probidik GEMA Jawa Barat, Anggun Artika Prisa, mengaku bangga mendapat kesempatan mengikuti program tersebut.
"Saya merasa sangat senang dan bangga bisa terlibat dalam GEMA Jawa Barat.
Ini menjadi kesempatan saya untuk mengabdi, sekaligus belajar langsung di sekolah selama enam bulan," ujarnya.
Ia berharap dapat membangun kerja sama yang baik dengan guru, kepala sekolah, maupun peserta didik.
"Kami ingin bersama-sama membangun karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Pancawaluya.
Baca Juga: Solusi Daftar PPG Calon Guru 2026 Jika Ijazah Belum Keluar dan Minim Pengalaman Organisasi
Sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan penyelesaian masalah sebagai bekal menjadi guru di masa depan," tutupnya.
Program GEMA Jawa Barat menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mencetak calon guru yang memiliki pengalaman lapangan sebelum memasuki dunia kerja.
Di sisi lain, sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan dunia industri diharapkan mampu melahirkan lulusan yang semakin siap menghadapi kebutuhan pendidikan dan pasar kerja pada masa mendatang.***




