POJOKSATU.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) kembali membuka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia santri dan pengasuh pesantren, agar mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus menghadapi tantangan peradaban global.

Beasiswa ini menyasar santri berprestasi, khususnya dari keluarga kurang mampu, yang ingin menempuh pendidikan tinggi di bidang strategis pembangunan seperti kedokteran, sains, teknologi, pertanian, serta kajian Islam kontemporer.

Baca Juga: Intip Harta Kekayaan Mochammad Afifuddin, Ketua KPU Habiskan Anggaran Rp90 Miliar Demi Sewa Jet Pribadi

Pemerintah berharap lulusan program ini mampu tampil sebagai Santri Profesional yang berdaya saing tinggi.

LFSP membagi program beasiswa ini dalam lima kategori utama, yaitu:

S1 Dalam Negeri (Jawa Tengah)

Dikhususkan bagi santri yang akan menempuh pendidikan di bidang Kedokteran, Pertanian, Sains Teknologi, Teknik, Matematika, dan Keislaman. Seluruh biaya kuliah ditanggung penuh dari semester 1 sampai semester 8.

Vokasi & S1 Luar Negeri (Bidang Saintek)

Menyediakan kesempatan belajar di negara tujuan seperti Turki, India, Jepang, Korea Selatan, China, dan Taiwan bagi santri yang ingin memperdalam ilmu saintek.

S1 Luar Negeri Double Degree

Program khusus untuk bidang sains dan teknologi, di mana mahasiswa menjalani empat semester studi di luar negeri dalam sistem gelar ganda.

Baca Juga: TKA Telah Tiba! Ini Jadwal, Bentuk Soal, dan Durasi Pengerjaan Tes Tiap Mata Pelajaran, Semua Jenjang

S1 Luar Negeri Bidang Keislaman

Dilaksanakan melalui kerja sama pendidikan dengan Universitas Al Azhar (Mesir) dan Al Ahqof (Yaman). Beasiswa meliputi biaya kuliah, visa, asuransi, hingga tiket perjalanan.

S2 Dalam Negeri

Diperuntukkan bagi para pengasuh pesantren dengan fokus kajian Keislaman, Humaniora, dan Sains Teknologi.

Syarat dan Mekanisme Seleksi

Calon penerima harus berdomisili di Jawa Tengah serta pernah atau sedang mengabdi di pesantren terdaftar pada EMIS/IJOP.

Tahapan seleksi meliputi:

• Seleksi administrasi: KTP, rekomendasi pesantren, dan bukti penerimaan kampus atau kartu hasil studi.
• Seleksi akademik dan kepesantrenan: hafalan Al-Qur'an minimal 3–10 juz sesuai jenjang dan kemampuan membaca kitab kuning.
• Wawancara: penilaian kemampuan bahasa asing dan wawasan kebangsaan.

Baca Juga: Bus PO Haryanto Kecelakaan Tunggal di Tol Semarang-Batang, Ini Identitas 3 Penumpang yang Tewas

Untuk pendaftar kategori luar negeri, wajib memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tujuan.

Sedangkan pengasuh pesantren yang mendaftar S2 harus minimal sudah menempuh semester keenam dan memiliki IPK di atas 3,0.

Komitmen Penerima Beasiswa

Penerima beasiswa wajib memberikan laporan akademik setiap semester, menyelesaikan studi tepat waktu, serta mengabdi minimal satu tahun di pesantren pemberi rekomendasi setelah lulus.

Program ini dijadwalkan melalui tahapan seleksi pada awal tahun 2026 dan dikelola langsung oleh LFSP Jawa Tengah.

Pemprov Jateng menegaskan bahwa program ini adalah komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat kontribusi santri di bidang pendidikan tinggi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Informasi Resmi! Begini Aturan Pembayaran TPG Triwulan 3 Bagi Guru Honorer yang Diangkat PPPK Tahun 2025!

Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui website resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya. Bantu kirim tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya. ***