POJOKSATU.id - Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi membuka penerimaan proposal “Program Bantuan Program Studi pada Pendidikan Tinggi Vokasi yang Menerapkan Kurikulum Link and Match dengan DUDIKA” Tahun 2026.

Program selaras Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) ini ditujukan bagi perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang menyelenggarakan pendidikan vokasi.

Dilansir dari laman resmi Kemdiktisaintek, Jumat 8 Mei 2026, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul, adaptif, serta mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga: Innalillah, Korban Meninggal Kecelakaan ALS di Sumsel Kini 17 Orang, Terbaru Fahrul Hubaidi

Di tengah perkembangan revolusi industri 4.0, pendidikan vokasi dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, perguruan tinggi vokasi juga dituntut lebih responsif terhadap kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) melalui pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang fleksibel dan relevan.

Program bantuan ini juga sejalan dengan kebijakan transformasi pendidikan tinggi, termasuk implementasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Bantuan Maksimal Rp70 Juta per Program Studi

Dalam program tersebut, setiap program studi vokasi berkesempatan memperoleh bantuan pembiayaan maksimal sebesar Rp70 juta.

Baca Juga: AS Bombardir Situs Rudal dan Intelijen Iran Saat Gencatan Senjata Masih Berlaku

Dana bantuan diperuntukkan bagi implementasi program penguatan kurikulum Link and Match dengan DUDIKA, bukan untuk kebutuhan rutin maupun belanja modal.

Perguruan tinggi juga diperbolehkan menambahkan dana pendamping atau co-funding dari institusi masing-masing.

Komponen Biaya yang Dapat Diajukan

Berikut komponen biaya yang diperbolehkan dalam proposal:

-Jasa profesi narasumber
-Penyusunan panduan atau modul
-Biaya rapat, FGD, workshop, sosialisasi, dan diseminasi bersama mitra
-Belanja bahan habis pakai
-Perjalanan dinas narasumber, peserta, dan panitia
-Honorarium tim pengelola program maksimal 10 persen

Seluruh penganggaran wajib mengacu pada PMK Nomor 32 Tahun 2025 tentang Standar Biaya Masukan (SBM) Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal PPPK, Kepala Daerah Diminta Tak Khawatir soal Batas Belanja Pegawai

Syarat Pengajuan Proposal

Pengajuan proposal dilakukan oleh program studi dan dikirimkan melalui perguruan tinggi masing-masing disertai surat pengantar resmi.

Proposal wajib diunggah melalui aplikasi Kurikulum Akademik dan Vokasi (KURASI) dalam format PDF dengan ukuran maksimal 10 MB.

Batas akhir pengiriman proposal ditetapkan pada 12 Juni 2026 pukul 23.59 WIB.

Selain itu, program studi pengusul diwajibkan mengikuti kegiatan sosialisasi program bantuan yang akan dilaksanakan secara daring pada Mei 2026.

Baca Juga: Emas Melemah Usai Isu Perdamaian AS-Iran, Tapi Diprediksi Bisa Tembus USD 5.200

Jadwal Program Bantuan Vokasi 2026

-Pengumuman program: Minggu pertama–kedua Mei 2026

-Sosialisasi program: Mei 2026

-Penerimaan proposal: Mei hingga minggu kedua Juni 2026

-Seleksi administrasi: Minggu kedua Juni 2026

-Seleksi substansi proposal: Minggu kedua hingga keempat Juni 2026

-Pengumuman hasil seleksi: Minggu keempat Juni 2026

-Bimbingan teknis dan kontrak: Minggu pertama–kedua Juli 2026

-Pencairan bantuan termin I (90 persen): Juli–Agustus 2026

-Implementasi program: Juli–Desember 2026
Baca Juga: Simak, BKN Berikan Lima Tips Ini untuk Hadapi Seleksi CAT KDKMP–KNMP 2026

-Monitoring dan evaluasi: Oktober 2026

-Pencairan termin II (10 persen): Oktober–Desember 2026

-Seminar hasil dan laporan akhir: paling lambat 1 Desember 2026

Panduan lengkap proposal dapat diakses melalui: Panduan Link and Match 2026 dan informasi registrasi sosialisasi tersedia di: Sosialisasi Program Link and Match 2026. ***