POJOKSATU.id — Program AIA Healthiest Schools (AHS) kembali hadir dengan misi menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan menyenangkan bagi siswa dan guru.
Inisiatif pendidikan ini dirancang untuk mendorong penerapan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di sekolah-sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dalam pelaksanaannya, AHS mengusung dua program utama, yaitu Modul Pembelajaran Komprehensif dan Kompetisi AIA Healthiest Schools.
Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan wawasan mendalam mengenai strategi penerapan pembelajaran berbasis proyek atau project based learning (PjBL) guna menciptakan sekolah yang sehat dan berdampak.
“Melalui acara ini, peserta akan diperkenalkan dengan esensi dan tujuan program AHS, mendapatkan inspirasi dari praktik baik penerapan project-based learning (PjBL) di sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang sehat," ungkap Anggayudha Ananda Rasa, Head of SMM Bandung sekaligus pelatih dalam kegiatan ini.
Baca Juga: Viral! Belum Bayar SPP, Siswa Kelas 4 SD Swasta di Medan Ini Harus Belajar di Lantai
Ia juga menambahkan kegiatan juga diarahkan untuk mempelajari strategi efektif menerapkan PjBL bersama para ahli dan praktisi pendidikan.
Kegiatan yang bertajuk Workshop Pembelajaran Berbasis Proyek yang Berdampak di Sekolah ini akan diselenggarakan Sabtu, 11 Januari 2025 di SDN 260 Griya Bumi Antapani, Jl. Tanjungsari VI no. 40, Antapani, Bandung mulai pukul 09.00 - 11.30 WIB.
Acara ini akan dipandu oleh Astri Winarti Widiastuti, Penggerak KGBN Kota Bandung yang juga merupakan guru di SDN 260 Griya Bumi Antapani, Bandung.
"Kegiatan ini terbatas untuk 50 sekolah, dengan setiap sekolah hanya dapat mengirimkan satu perwakilan," jelas Acy, panggilan akrab Astri.
Astri berharap, hadirnya kegiatan ini bisa meningkatkan kompetensinya sebagai seorang guru.
"Semoga para guru semakin mumpuni menempatkan siswa berperan sebagai pusat pembelajaran dan memiliki kebebasan untuk menentukan aktivitas belajarnya sendiri dalam proyek nyata dan relevan," tambah Acy.
Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui tautan https://bit.ly/AHSBandung.
Workshop ini memberikan berbagai keuntungan bagi peserta, antara lain:
- 1. Materi pembelajaran mengenai cara merancang ide proyek kreatif yang relevan dengan permasalahan di sekolah, mencakup empat pilar: Makan Sehat, Gaya Hidup Aktif, Kesehatan Mental, serta Sehat & Lestari.
- 2. Sertifikat kepesertaan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mendukung lingkungan belajar sehat.
- 3. Program mentoring selama dua bulan dalam rangka mendukung implementasi proyek.
- 4. Apresiasi proyek hingga total US$ 100,000 dalam bentuk fasilitas dan sarana sekolah.
- 5. Kesempatan tampil di kompetisi internasional AIA Healthiest Schools sebagai perwakilan Indonesia.
“Seminar roadshow ini bertujuan untuk memotivasi rekan-rekan guru agar mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis proyek, yang tidak hanya mendorong inovasi dalam proses belajar-mengajar, tetapi juga meningkatkan kolaborasi antar guru dan murid,” tanggap Kepala Sekolah SDN 260 Griya Bumi Antapani, Yeti Nurhayati.
Baca Juga: Jabar Siap Jadi Pelopor Penerapan Deep Learning di Sekolah
Peserta juga akan mendapatkan manfaat tambahan berupa kesempatan berinteraksi langsung dengan narasumber ahli dan praktisi pendidikan yang berbagi pengalaman sukses mereka.
AHS menjadi momentum penting bagi sekolah-sekolah di Indonesia untuk bertransformasi menuju lingkungan belajar yang lebih sehat dan bermakna. ***




