POJOKSATU.id - Universitas Pattimura (UNPATTI) menjadi salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di kawasan Indonesia Timur.
Berlokasi di Jalan Ir. M. Putuhena, Poka, Kota Ambon, Maluku, kampus ini terus berkembang sebagai pusat pendidikan tinggi yang mengusung visi menjadi universitas unggul, mendunia, dan berkarakter budaya kepulauan pada 2045.
Untuk mewujudkan visi tersebut, UNPATTI berkomitmen menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan mengembangkan penelitian berdaya saing internasional.
Baca Juga: Prabowo Jawab Kritik The Economist, Sebut Program MBG Bukan Kebijakan Radikal
Kampus ini juga menerapkan hasil riset bagi pembangunan masyarakat, serta memperkuat tata kelola kelembagaan yang modern dan berkualitas.
Saat ini Universitas Pattimura memiliki sembilan fakultas yang menaungi berbagai bidang keilmuan.
Fakultas tersebut meliputi Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Perikanan dan Fakultas Ekonomi.
Baca Juga: Anda Menang
Selain itu ada juga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Program Studi Pendidikan Kedokteran yang mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2008/2009.
Di balik perkembangannya saat ini, Universitas Pattimura memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang.
Kampus negeri ini resmi berdiri pada 8 Agustus 1962, namun cikal bakalnya telah dimulai beberapa tahun sebelumnya melalui inisiatif para tokoh masyarakat Maluku yang memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan tinggi.
Baca Juga: Barang Belanjaan Dadan Hindayana Cs akan Dimanfaatkan BGN, Termasuk Motor-motor Harga Rp 1 Triliun
Salah satu sosok yang berperan penting adalah Dr. J. B. Sitanala, seorang dokter sekaligus tokoh pendidikan.
Dr. J. B. Sitanala mendorong lahirnya perguruan tinggi di Maluku sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan dengan pembentukan Yayasan Perguruan Tinggi Maluku Irian Barat pada 20 Juli 1955 yang dipimpin Cornelis Loppies.
Yayasan itu menjadi fondasi awal berdirinya Universitas Pattimura.
Baca Juga: Barang Belanjaan Dadan Hindayana Cs akan Dimanfaatkan BGN, Termasuk Motor-motor Harga Rp 1 Triliun
Langkah besar berikutnya diwujudkan melalui pendirian Fakultas Hukum pada 3 Oktober 1956 yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Universitas Pattimura.
Setelah itu, pengembangan terus dilakukan dengan membuka Fakultas Sosial dan Politik pada 6 Oktober 1959, disusul Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada 10 September 1961.
Seiring berjalannya waktu, UNPATTI terus memperluas bidang keilmuan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Perguruan tinggi negeri ini berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia di Maluku maupun kawasan Indonesia Timur.
Dengan mengusung karakter budaya kepulauan sebagai identitas utama, Universitas Pattimura tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik.
Kampus ini juga berupaya melahirkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Baca Juga: Hasil Lab Forensik Satu Keluarga Tewas di Wisata Posong, Keracunan Karbon Monoksida dari Arang
Lebih dari enam dekade berdiri, Universitas Pattimura terus membuktikan bahwa pendidikan tinggi membangun generasi yang mampu membawa kemajuan bagi daerah, bangsa, dan dunia melalui semangat belajar, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
***




