POJOKSATU.ID -  Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrulloh menegaskan pentingnya pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Yang berbasis prestasi dan manajemen talenta untuk mendukung pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Pengukuhan Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin.

Yang dilanjutkan dengan Pemberian Anugerah ASN Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, di Banjarbaru, Selasa (23/12/2025).

Baca Juga: BKN Ingatkan 147 CPNS Baru, Pentingnya Karakter dan Integritas Abdi Negara, Simak Penjelasannya

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zudan menekankan bahwa ASN harus dipersiapkan secara sistematis, mulai dari mengenali potensi sejak dini.

Hingga menempatkan orang yang tepat pada posisi strategis demi keberhasilan pembangunan Kalimantan Selatan.

 

Anugerah ASN Jadi Investasi Strategis Daerah

Prof. Zudan mengapresiasi penyelenggaraan Anugerah ASN Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk penghargaan nyata atas kinerja aparatur.

Menurutnya, terpilihnya 12 ASN terbaik bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga investasi strategis daerah.

Baca Juga: Kepala BKN Prof Zudan Ingatkan 6.403 PPPK Paruh Waktu Kalsel Pahami Perjanjian Kerja, Karena Sebagai Dasar Penilaian

Ia menyebut para penerima penghargaan sebagai rising star yang diproyeksikan menjadi pemimpin Kalimantan Selatan di masa depan.

ASN muda berprestasi, kata dia, harus dibina secara berkelanjutan agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal dan berkontribusi nyata bagi daerah.

 

Budaya Kerja Berprestasi Harus Diperkuat

Pemberian Anugerah ASN yang disertai insentif berupa tunjangan kinerja, hadiah.

Kemudian juga, rekomendasi kenaikan pangkat luar biasa dinilai Prof. Zudan sebagai langkah konkret membangun budaya kerja berprestasi.

Ia menegaskan bahwa BKN mendukung penuh pembinaan ASN berbasis prestasi, termasuk melalui mekanisme kenaikan pangkat luar biasa bagi ASN berkinerja unggul.

Baca Juga: Ini Penjelasan Prof Zudan soal Pro ASN BKN Gratis dan Implementasi Manajemen Talenta

Skema tersebut terbukti mampu mempercepat pengembangan karier ASN sekaligus mendorong kompetisi sehat dalam birokrasi.

 

Manajemen Talenta, Dari Rising Star ke The Right Man

Lebih lanjut, Prof. Zudan menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta ASN untuk menyiapkan kader terbaik menduduki jabatan strategis sesuai kompetensi dan selaras dengan visi kepala daerah.

Dalam manajemen talenta, ASN dipetakan ke dalam tiga kategori.

Baca Juga: Perkuat Wawasan ASN, Bupati Trenggalek Gelar Acara Bedah Buku Reset Indonesia untuk Ajang Berdiskusi Bersama

1. Rising star, yakni ASN berprestasi tinggi yang diproyeksikan menjadi pemimpin masa depan.

2. ASN kelas menengah atau medioker yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kapasitas.

3. ASN berkinerja rendah yang membutuhkan pembinaan khusus.

Baca Juga: Tepat Sebulan Kurang 2 Hari, Jenazah Anak 12 Tahun Korban Terakhir Longsor Sibolga Ditemukan

“Prinsip utama yang harus dijalankan adalah the right man on the right place, sehingga potensi ASN dapat dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Prof. Zudan dikutip dari BKN pada 24/12/2025.

 

ASN Harus Dukung Visi Pembangunan Kalsel

Kebijakan dan pengelolaan ASN, lanjut Prof. Zudan, harus diarahkan untuk mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan.

Dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, berbudaya, religius, dan sejahtera.

Visi tersebut diwujudkan melalui pembentukan manusia unggul, yang diukur dari tingkat pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Irjen Kemenag Khairunnas Tegaskan Integritas ASN Bukan Sekadar Slogan, Tapi Kewajiban Sejak Sumpah Jabatan, Simak penjelasannya

Dalam konteks ini, ASN diharapkan menjadi motor penggerak kebijakan dan pelaksana program secara profesional dan berintegritas.

 

Stunting dan Anak Tidak Sekolah Jadi Prioritas

Dalam paparannya, Prof. Zudan juga menyoroti isu anak tidak sekolah dan penurunan angka stunting sebagai prioritas lintas sektor yang harus mendapat perhatian serius.

Penanganan stunting harus dilakukan secara terencana, terukur, dan melibatkan berbagai perangkat daerah, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Juga: Kabar Gembira, 2.505 PPPK Paruh Waktu Riau Resmi Terima SK Pengangkatan

Fokus utama, menurutnya, adalah pemenuhan gizi ibu hamil dan anak usia dini sebagai fondasi membangun generasi unggul Kalimantan Selatan.

 

Peran Strategis Kalsel dan Tantangan Ekonomi

Selain isu sosial, Prof. Zudan juga menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pengendalian inflasi.

Kalimantan Selatan dinilai memiliki peran strategis secara nasional, terutama dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga: Rahasia Hemat Listrik dengan AC 1/2 PK, Nyaman Tanpa Boros Tagihan

Oleh karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD) diminta bekerja keras menjaga stabilitas harga, memperkuat UMKM.

Serta melaksanakan operasi pasar secara tepat sasaran demi melindungi daya beli masyarakat.

 

Nilai Religius dan Integritas ASN

Menutup arahannya, Prof. Zudan mengajak seluruh ASN di Kalimantan Selatan untuk membumikan nilai religius dan akhlak mulia dalam birokrasi dan kehidupan bermasyarakat.

Nilai tersebut diwujudkan melalui perilaku jujur, empati sosial, kebersihan fasilitas publik, serta pelayanan yang berintegritas.

Baca Juga: Nyaris Bangkrut, PLTSa Benowo Diselamatkan Menkeu Lewat Suntikan Dana Rp120 Miliar

“Mari ASN di lingkungan Kalimantan Selatan terus berkolaborasi, bekerja profesional, dan berorientasi pada hasil demi keberhasilan pembangunan daerah,” tutupnya.

Penguatan pembinaan ASN berbasis prestasi dan manajemen talenta menjadi kunci mendorong ASN Kalimantan Selatan tampil sebagai garda depan pembangunan.

Dari rising star hingga the right man, ASN diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan yang profesional, berintegritas, dan selaras dengan visi pembangunan daerah serta kepentingan masyarakat.***