POJOKSATU.id - Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan internasional. Universitas Al-Azhar Mesir resmi membuka Program Studi (Prodi) Bahasa Indonesia untuk tahun akademik 2025/2026.
Pemerintah Indonesia pun langsung menyiapkan pengajar Bahasa Indonesia guna mendukung kelancaran program baru ini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dan Badan Bahasa Kemendikdasmen untuk mengirim tenaga pengajar.
Baca Juga: Kemendiktisaintek Buka Program RIKUB 2026, Dana Riset Hingga Rp700 Juta untuk Dosen dan Peneliti!
“Kami memiliki program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di 57 negara. Ini bagian penting dari gerakan penginternasionalan bahasa Indonesia,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Minggu (9/11/2025).
Ia menegaskan, bahasa tidak sekadar alat komunikasi, tapi juga jembatan yang mempererat kerja sama antarnegara dalam bidang ekonomi, budaya, hingga pendidikan.
Siap Jaga Kelangsungan Prodi Bahasa Indonesia
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dan Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf, juga menyatakan komitmennya menjaga keberlanjutan prodi tersebut.
Baca Juga: KPK Selidiki Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Whoosh
“Ini momentum bersejarah. Setelah penggunaan Bahasa Indonesia di sidang UNESCO, kini pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Al-Azhar menjadi pengakuan internasional yang membanggakan,” kata Hafidz.
Sebelumnya, pada Kamis (6/11/2025), Mendikdasmen Abdul Mu’ti mewakili pemerintah Indonesia menandatangani naskah kerja sama dengan Rektor Universitas Al-Azhar, Syaikh Salamah Daud.
Kerja sama ini mencakup pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia, kajian bahasa dan sastra pada manuskrip Indonesia di Mesir, hingga penyelenggaraan uji kemahiran Bahasa Indonesia.
Baca Juga: Bogor Bike Festival 2025 Siap Guncang Pakansari, Angkat Sport Tourism dan Ekonomi Kreatif Daerah
Dua Negara Sepakat Lakukan Pertukaran Akademik
Selain itu, Indonesia dan Mesir juga sepakat untuk saling menyelenggarakan kegiatan akademik serta pertukaran ahli dan buku-buku antara kedua negara.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir, Abdul Muta’ali, mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia sebenarnya telah diajarkan di Al-Azhar sejak 2016, namun masih sebatas mata kuliah pilihan di Fakultas Bahasa dan Terjemahan.
“Sejak awal 2024, mata kuliah ini nyaris ditutup. Setelah kami analisis, Bahasa Indonesia perlu dinaikkan levelnya menjadi program studi tersendiri,” jelasnya.
Koordinasi intensif pun dilakukan dengan pihak dekanat, rektor, hingga Grand Syeikh Al-Azhar, Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyeeb.
Hasilnya, Majelis Tinggi Al-Azhar akhirnya menerbitkan Keputusan Nomor 343 pada 12 Juli 2025 yang mengizinkan pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.***




