POJOKSATU.id — Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, resmi membuka Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah.
Program ini akan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026 dengan kelas perdana dimulai 20 September 2025.
Keputusan pendirian prodi tersebut ditetapkan melalui Sidang Majelis Tinggi Al-Azhar Nomor 343 pada 21 Juli 2025.
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menilai langkah ini sebagai peluang emas untuk menguatkan diplomasi budaya Indonesia.
“Pendirian program studi bahasa Indonesia ini tidak hanya menguntungkan dunia akademik, tetapi juga memperkuat posisi strategis Indonesia di dunia internasional, terutama dalam upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional,” ucap Hafidz dalam siaran pers, pada Selasa (2/9/2025).
Para alumni dari prodi ini diharapkan dapat menjadi Indonesianis yang berperan sebagai jembatan budaya dan bahasa, serta berkontribusi dalam pusat kajian Islam internasional di Asia Tenggara.
Pendirian prodi ini juga dipandang sebagai tonggak penting dalam pengakuan internasional atas bahasa Indonesia.
Proses pendirian melibatkan konsorsium tiga perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Mereka berperan dalam penyusunan kurikulum, penyediaan tenaga pengajar, hingga pertukaran akademik.
Selain itu, KBRI Kairo bersama Badan Bahasa Kemendikdasmen juga aktif menjalin koordinasi dengan Al-Azhar sejak 2023 hingga 2025, termasuk pertemuan dengan Rektor Universitas Al-Azhar dan Grand Syekh Al-Azhar.
Sebagai bentuk komitmen, Indonesia akan mengirimkan empat dosen secara berkelanjutan untuk mendukung operasional prodi ini.
Sejarah pengajaran bahasa Indonesia di Al-Azhar sebenarnya sudah dimulai sejak 2016 melalui kerja sama KBRI Kairo dan Badan Bahasa.
Awalnya hanya berupa kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), namun program ini terus berkembang hingga pada 2019 ditetapkan sebagai bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah.
Minat mahasiswa terhadap bahasa Indonesia pun terus meningkat.
Pada tahun akademik 2024/2025 tercatat 51 mahasiswa mengambil bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua.
Saat ini bahasa Indonesia telah sejajar dengan bahasa internasional lain yang diajarkan di Al-Azhar, seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Arab.
Pemerintah Indonesia menilai pendirian prodi ini sebagai langkah strategis dalam mempererat hubungan bilateral dengan Mesir, sekaligus memperkuat pemahaman Islam moderat di level akademik internasional.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Dengan dukungan berkelanjutan dari perguruan tinggi di Indonesia, prodi ini diharapkan mampu menjadi simbol persahabatan sekaligus kerja sama antara Indonesia dan Mesir. ***



