POJOKSATU.ID - Langit cerah menemani suasana hangat di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 14 Jakarta Timur pada Rabu, 5 November 2025.
Hari itu, madrasah menggelar kembali Program Budaya Literasi Digital atau Probulita dengan penuh semangat.
Tema tahun ini bertajuk “Suara untuk Alam.” Tema itu menjadi ajakan bagi seluruh siswa untuk peduli pada kelestarian alam dan lingkungan sekitar.
Probulita sudah menjadi tradisi tahunan di MTsN 14 Jakarta Timur.
Baca Juga: Pendaftaran SIPKA Guru Dibuka hingga 30 November 2025, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Kegiatan ini bukan sekadar ajang menulis, tetapi wadah menanamkan kecintaan pada literasi dan tanggung jawab sosial.
Kepala MTsN 14 Jakarta Timur, Evi Suryani terlihat bangga menyaksikan jalannya acara.
“Probulita bukan sekadar kegiatan literasi. Ini cara kami membangun karakter dan memperkuat nilai keislaman di madrasah,” ujarnya.
Menurut Evi, madrasah ingin membentuk generasi yang literat, kreatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
“Literasi harus jadi kebiasaan sehari-hari agar siswa terbiasa berpikir kritis dan bertindak bijak,” tuturnya.
Baca Juga: Program Sertifikasi Kompetensi Dosen dan Tendik Vokasi 2025 Resmi Dibuka, Ini Panduannya!
Kegiatan berlangsung di KOLASE, singkatan dari Kolam Literasi dan Ekspresi. Tempat ini menjadi ruang terbuka hijau favorit bagi para siswa.
Suasana rindang dan udara sejuk membuat peserta lebih leluasa mengekspresikan ide dan kreativitasnya.
Siswa kelas VII tampil membacakan puisi bertema “Kepedulian terhadap Alam.”
Mereka menyampaikan pesan sederhana namun kuat tentang pentingnya mencintai bumi.
“Jangan biarkan hutan menangis karena ulah kita,” ucap salah satu siswa dengan lantang di tengah tepuk tangan teman-temannya.
Dua siswi, Asna dan Nabila, tampil percaya diri sebagai pembawa acara. Mereka memandu jalannya kegiatan dengan gaya santai tapi penuh energi.
Para wali kelas dan guru ikut hadir memberikan dukungan. Kehadiran mereka menambah semangat para peserta yang tampil di hadapan rekan-rekannya.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program nasional Madrasah Adiwiyata.
Melalui program tersebut, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang hijau, bersih, dan ramah.
Guru dan siswa bekerja sama menjaga kebersihan area KOLASE. Mereka menanam bibit tanaman hias di sudut taman sebagai simbol cinta lingkungan.
Probulita bukan hanya tentang menulis atau membaca. Melainkan jembatan antara ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan kesadaran ekologis yang menyatu di lingkungan madrasah.
Tema “Suara untuk Alam” menggambarkan komitmen madrasah melahirkan generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab.
Siswa tidak hanya diajak membaca dunia, tetapi juga menjaga dunia tempat mereka belajar dan tumbuh.
Acara diakhiri dengan pembacaan doa bersama. Para siswa terlihat bahagia dan bangga telah menjadi bagian dari gerakan literasi yang mencintai alam.
Dengan semangat Probulita, MTsN 14 Jakarta Timur menegaskan tekadnya membangun madrasah berbudaya literasi tinggi dan berpihak pada kelestarian bumi.***




