POJOKSATU.ID - Ini kabar gembira bagi dunia pendidikan khususunya para guru, di mana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan meluncurkan empat program pendidikan.
Pengumuman rencananya berlangsung di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo, tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2025 mendatang.
Lalu apa saja program pendidikan yang akan diluncurkan Presiden Prabowo itu? Berikut rinciannya:
1. Bantuan Tunai untuk Guru Non Sertifikasi
Presiden akan memberikan bantuan tunai untuk guru honorer non-sertifikasi yang selama ini belum mendapatkan bantuan pemerintah.
Bantuan ini akan disalurkan dalam bentuk cash transfer yang jumlahnya akan diumumkan pada 2 Mei 2025.
“Pemerintah sedang membahas peningkatan kesejahteraan guru-guru non-ASN yang belum sertifikasi,” kata Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, data penerima bantuan sedang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Guru non-ASN yang belum sertifikasi selama ini belum menerima insentif sebagaimana guru sertifikasi.
Baca Juga: Cellica Minta Penjelasan PT Changshin Karawang Soal Pekerja yang Meninggal
Dengan program ini, mereka akan mendapat pengakuan dan dukungan yang lebih layak dari negara.
2. Rehabilitasi dan Renovasi Ribuan Sekolah
Program selanjutnya adalah rehabilitasi 10.440 sekolah negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai Rp7,15 triliun untuk mendanai program ini secara nasional.
Sekolah akan menerima bantuan secara langsung dan dikelola secara swakelola.
Skema ini memungkinkan sekolah membeli bahan bangunan dari wilayah lokal dan mempekerjakan warga setempat.
Baca Juga: Mengenang Raminten: Ikon Kuliner dan Budaya Jawa di Yogyakarta, Karya Hamzah Sulaiman
“Bahan dan pekerja dari daerah. Nilainya akan kembali ke masyarakat,” jelas Presiden Prabowo dalam pernyataan resminya.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu sarana pendidikan secara merata.
3. Digitalisasi Sekolah untuk Pemerataan Teknologi
Presiden juga menekankan pentingnya digitalisasi sekolah sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.
Digitalisasi akan dilakukan merata untuk memastikan siswa dan guru mendapat akses teknologi yang sama.
Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital yang semakin berkembang.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada kesenjangan digital di seluruh wilayah Indonesia.
4. Bantuan Pendidikan untuk Guru Belum S1
Program terakhir ditujukan kepada guru yang belum memiliki gelar sarjana (S1).
Banyak guru, terutama lulusan SPG atau SMA, masih terkendala biaya untuk melanjutkan kuliah.
Karena syarat sertifikasi guru adalah lulus S1, bantuan ini sangat krusial.
Dengan adanya bantuan pendidikan ini, guru bisa mengikuti program PPG dan memperoleh sertifikasi.
Program ini membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas guru secara nasional.
Baca Juga: Start Cepat, Arsenal GAGAL TUMBANGKAN Crystal Palace, Pesta Juara Liverpool TERTUNDA
Selain empat program di atas, ada wacana pengembalian sistem penjurusan di SMA.
Instruksi Presiden kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Menko PMK telah memunculkan diskusi terkait wacana ini.
Seperti diketahui, sistem penjurusan sempat dihapus pada masa Menteri Nadiem Makarim.
Kini, Presiden Prabowo mempertimbangkan pengembalian sistem penjurusan demi pemetaan minat dan bakat siswa.
Pemerintah masih mengkaji implementasi teknis dan efek jangka panjang kebijakan tersebut.
Pengumuman resmi akan dilakukan jika wacana ini benar-benar diimplementasikan.
Pemerintah Serius Perhatikan Kesejahteraan Guru
Dengan total anggaran Rp7,15 triliun, program ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun pendidikan.
Dana akan disalurkan langsung ke sekolah melalui transfer tunai untuk mendorong transparansi dan efisiensi.
Pemerintah berharap program-program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
Presiden menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaannya.
Dengan demikian, para guru di Indonesia bisa tetap optimis dan siap menyambut perubahan dalam dunia pendidikan. Harap menyimak peluncuran resmi program pada 2 Mei 2025 mendatang.***



