POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada hari Minggu.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara memberikan motivasi dan pesan menyentuh mengenai kunci keberhasilan hidup kepada para siswa yang hadir.

Menurut beliau, keberhasilan dapat dicapai dengan cara menjaga kerukunan, menghormati guru, serta mencintai orang tua.

Beliau juga menekankan pentingnya memiliki keteguhan hati dan membalas segala ejekan dengan sopan santun serta keberanian.

Baca Juga: Menilik Persiapan Penerimaan Siswa Baru dan Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Kemensos di Jambi

Kedatangan Presiden ke lokasi acara didampingi oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

Rombongan presiden disambut dengan sangat meriah melalui penampilan yel-yel, tari kecak, paduan suara, puisi, hingga pidato dalam bahasa Inggris oleh para siswa.

Selain menyaksikan pertunjukan, Kepala Negara juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan siswa, calon siswa, dan orang tua.

Suasana dialog berlangsung penuh haru karena beberapa peserta merasa gugup dan tidak menyangka bisa berbincang langsung dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70 Persen, Target Rampung Akhir Juni

Salah satu momen menyentuh terjadi saat seorang siswa bernama Gede Bagus Abimanyu menceritakan kisah hidupnya yang dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai penatu.

Bagus membagikan pengalamannya yang sempat mengalami perundungan semasa sekolah dasar hingga memicu trauma dan rasa tidak percaya diri.

Namun, setelah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, trauma tersebut hilang dan kini dia bahkan dipercaya menjadi Duta Anti Bullying di sekolahnya.

Mendengar cerita tersebut, Presiden Prabowo langsung beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri dan memeluk Bagus dengan hangat.

Di sisi lain, Presiden Prabowo mengaku sangat gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat yang peminatnya ternyata sangat banyak.

Terkait hal tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga lingkungan sekolah yang aman dari perundungan, kekerasan fisik atau seksual, dan intoleransi.

Pihak kementerian tidak segan untuk menindak tegas dan memberhentikan pelaku yang melanggar aturan ketat tersebut.

Untuk mengakomodasi tingginya peminat, saat ini pemerintah juga tengah membangun gedung Sekolah Rakyat permanen di puluhan titik di seluruh Indonesia guna mengatasi kelebihan kapasitas yang terjadi.***