POJOKSATU.id - Sejumlah perguruan tinggi negeri mulai mengumumkan hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026.
Evaluasi tersebut dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bagian dari penilaian terhadap penerapan akuntabilitas kinerja perguruan tinggi.
Salah satu hasil yang telah diumumkan adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. UPI memperoleh nilai 94,45 dengan predikat AA atau Sangat Memuaskan, meningkat dari 93,95 pada 2025.
Capaian tersebut melanjutkan tren peningkatan nilai SAKIP UPI selama tujuh tahun sejak 2020.
Baca Juga: PGA IPB Scholarship 2026 Resmi Dibuka, Cek Benefit, Syarat dan Link Pendaftaran
Apa Itu Evaluasi SAKIP 2026?
Evaluasi SAKIP tidak hanya melihat kelengkapan laporan.
Penilaian mencermati bagaimana perguruan tinggi menjalankan sistem manajemen kinerja mulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan hingga evaluasi internal.
Dalam dokumen dan hasil evaluasi perguruan tinggi di lingkungan Kemdiktisaintek, empat komponen utama tersebut menjadi bagian penting penilaian SAKIP.
Artinya, predikat yang diperoleh bukan semata-mata menggambarkan kualitas administrasi, tetapi juga bagaimana kinerja direncanakan, diukur, dilaporkan, dievaluasi, dan diperbaiki.
Empat Komponen Penilaian SAKIP
Pada hasil evaluasi 2026 yang diumumkan UPI, penilaian terdiri atas:
- Perencanaan Kinerja: bobot 30 persen
- Pengukuran Kinerja: bobot 30 persen
- Pelaporan Kinerja: bobot 15 persen
- Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal: bobot 25 persen
Baca Juga: PPG Guru Tertentu 2026 Tahap 3 Panggil 29.151 Guru, Cek Jadwal dan Dokumen Lapor Diri
Dari empat komponen tersebut, UPI memperoleh nilai 27,60 untuk Perencanaan Kinerja, 27,60 untuk Pengukuran Kinerja, 15,00 untuk Pelaporan Kinerja, dan 24,25 untuk Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal.
Total nilai UPI mencapai 94,45. Komponen tersebut juga terlihat pada hasil evaluasi Universitas Andalas (UNAND) dan perguruan tinggi lain yang telah mengumumkan capaian SAKIP 2026.
Apa Arti Predikat AA?
Predikat AA merupakan kategori Sangat Memuaskan dan berada pada tingkat tertinggi dalam klasifikasi nilai evaluasi SAKIP.
Rentang predikatnya meliputi:
- AA: lebih dari 90 sampai 100, Sangat Memuaskan
- A: lebih dari 80 sampai 90, Memuaskan
- BB: lebih dari 70 sampai 80, Sangat Baik
- B: lebih dari 60 sampai 70, Baik
- CC: lebih dari 50 sampai 60, Cukup Baik
- C: lebih dari 30 sampai 50, Agak Kurang
- D: 0 sampai 30, Kurang.
Baca Juga: Bos Terseret OTT KPK, Saham SMRA Anjlok 13 Persen hingga Kinerja Summarecon Jadi Sorotan
Dengan demikian, nilai di atas 90 menempatkan perguruan tinggi dalam kategori AA atau Sangat Memuaskan.
UPI Bandung hingga Universitas Brawijaya
Hasil yang telah dipublikasikan menunjukkan sejumlah perguruan tinggi memperoleh predikat AA dalam Evaluasi SAKIP 2026.
UPI Bandung menjadi salah satu yang telah mengumumkan nilai secara terbuka, yakni 94,45.
Direktur Perencanaan dan Organisasi UPI Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si. menyebut peningkatan tersebut mencerminkan implementasi perbaikan berkelanjutan dalam memperkuat tata kelola dan akuntabilitas kinerja institusi.
Baca Juga: PPG Guru Tertentu 2026 Tahap 3 Dibuka, Cek Jadwal dan Syarat Lapor Diri
Sementara itu, Universitas Brawijaya (UB) kembali memperoleh predikat AA atau Sangat Memuaskan dengan nilai 91,4.
Nilai tersebut meningkat 0,6 poin dibandingkan capaian 90,8 pada 2025.
Hasil evaluasi UB terdiri atas nilai 27 dari bobot 30 untuk Perencanaan Kinerja, 27,6 dari bobot 30 untuk Pengukuran Kinerja, 13,8 dari bobot 15 untuk Pelaporan Kinerja, serta 23 dari bobot 25 untuk Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal.
Dalam keterangannya, SAK leader UB Dr. Ating Yuniarti menekankan bahwa capaian tersebut tidak semestinya dipandang hanya sebagai upaya mempertahankan predikat.
“Bagi PTN-BH seperti UB, otonomi yang lebih besar harus diimbangi dengan akuntabilitas yang lebih kuat,” ujarnya, seperti diberitakan Prasetya UB.
Menurut Ating, yang perlu dijaga adalah budaya kerja berbasis kinerja dan pertanggungjawaban publik, bukan sekadar label predikat.
Universitas Andalas dan UNJ Juga Raih AA
Selain UPI dan UB, Universitas Andalas (UNAND) memperoleh nilai 91,1 dengan predikat AA, meningkat dari predikat A pada 2025.
Hasil evaluasi UNAND mencatat nilai 27,6 untuk Perencanaan Kinerja, 27 untuk Pengukuran Kinerja, 13,5 untuk Pelaporan Kinerja, dan 23 untuk Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal.
UNAND masih mendapat rekomendasi perbaikan, antara lain memperkuat indikator dalam Renstra 2025–2029 agar lebih berorientasi pada outcome serta memperjelas hubungan capaian kinerja dengan penggunaan anggaran.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kumpul-Kumpul, Pertemuan LSM dan Pemerintah Gariskan Strategi Pembina Gizi Anak
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juga kembali memperoleh predikat AA atau Sangat Memuaskan dalam evaluasi SAKIP 2026 oleh Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek.
Predikat tersebut menjadi capaian AA untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sejak 2024.
Namun, UNJ belum mencantumkan nilai numerik SAKIP 2026 dalam pengumuman resminya.
Bukan Sekadar Mengejar Nilai
Capaian AA menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang sangat memuaskan, tetapi hasil evaluasi tetap menjadi bagian dari proses perbaikan.
Baca Juga: Ardi Idrus Ajak Suporter Penuhi Stadion, Madura United Bidik Kemenangan atas PSIM
Pada UPI, misalnya, peningkatan SAKIP diarahkan melalui perbaikan perencanaan, pengukuran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kinerja.
Program dan kegiatan juga diarahkan agar lebih berfokus pada pencapaian hasil yang telah ditetapkan.
Hal serupa terlihat pada UB. Peningkatan nilai tidak hanya dikaitkan dengan hasil akhir, tetapi juga dengan konsistensi penerapan sistem akuntabilitas di berbagai unit.
Karena itu, predikat AA SAKIP 2026 lebih tepat dipahami sebagai gambaran kualitas penerapan sistem akuntabilitas kinerja.
Tantangannya adalah bagaimana capaian tersebut terus dipertahankan sekaligus diterjemahkan menjadi tata kelola yang semakin terukur, transparan, dan berdampak. ***




