POJOKSATU.ID - Pembukaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) tahun 2026 memunculkan pertanyaan besar di kalangan aparatur non-ASN.

Di tengah dibukanya kesempatan bagi masyarakat umum, nasib PPPK terutama PPPK Paruh Waktukembali menjadi sorotan.

Apakah mereka diperbolehkan ikut mendaftar, atau justru tersingkir oleh aturan administratif?

 

Seleksi PPPK KemenHAM 2026 Bersifat Terbuka

Secara umum, seleksi PPPK KemenHAM 2026 memang dibuka untuk publik.

Baca Juga: Utang Jumbo 2026 Tembus Rp 832 Triliun, Terbesar Sepanjang Sejarah! Purbaya Pasang Badan

Rekrutmen ini ditujukan bagi pelamar yang memenuhi kualifikasi pendidikan, pengalaman kerja, serta persyaratan administratif sebagaimana ditetapkan panitia seleksi nasional.

Namun, keterbukaan tersebut tidak bersifat mutlak. Setiap pelamar wajib tunduk pada seluruh ketentuan hukum yang tertuang dalam pengumuman resmi KemenHAM.

 

Syarat Penting yang Menentukan Nasib PPPK

Dalam Surat Pengumuman Nomor SEK 1140 KP 02 01 Tahun 2025 tentang Pengadaan PPPK di Lingkungan KemenHAM, terdapat sedikitnya 14 persyaratan umum yang wajib dipenuhi pelamar.

Salah satu poin paling krusial berkaitan langsung dengan status kepegawaian.

Baca Juga: Gus Yahya Angkat Suara! Tegaskan Tak Bela Yaqut Meski Adik Kandung Jadi Tersangka KPK

Ketentuan ini hadir untuk memberikan kejelasan sekaligus menjawab polemik yang selama ini berkembang di lapangan.

Di mana secara tegas dinyatakan bahwa pelamar tidak diperbolehkan sedang menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Calon PNS, PPPK, Calon PPPK.

Hingga PPPK Paruh Waktu, serta tidak boleh tercatat sebagai prajurit aktif TNI maupun anggota Polri.

 

PPPK Paruh Waktu Masih Aktif Dipastikan Gugur

Berdasarkan aturan tersebut, PPPK Paruh Waktu yang masih aktif bekerja dipastikan tidak diperbolehkan mengikuti seleksi PPPK KemenHAM 2026.

Larangan ini bersifat tegas dan tidak memberikan ruang tafsir lain.

Bahkan, pelamar yang masih berada dalam proses pengusulan penetapan nomor induk kepegawaian (NIK) juga tidak dapat mengikuti seleksi.

Baca Juga: Viral Lansia Ngaku Purnawirawan TNI dan Pernah Jadi Ajudan KDM, Namun Diduga Dibuang Istri, tapi Identitas Disebut ‘Bodong’

Artinya, selama status kepegawaian belum benar-benar berakhir, peluang mendaftar tertutup.

 

Kapan PPPK Paruh Waktu Bisa Mendaftar?

Meski demikian, harapan bagi PPPK Paruh Waktu tidak sepenuhnya padam.

Dalam ketentuan yang berlaku, tidak ditemukan larangan bagi mantan PPPK Paruh Waktu untuk mengikuti seleksi PPPK KemenHAM 2026.

PPPK Paruh Waktu diperbolehkan mendaftar apabila:

Baca Juga: Carter 747

1. Kontrak kerja telah berakhir

2. Tidak lagi memiliki ikatan kepegawaian dengan instansi sebelumnya

3. Status kepegawaiannya sudah nonaktif saat pendaftaran

Dengan kata lain, status PPPK Paruh Waktu harus benar-benar selesai secara administratif.

 

Syarat Tambahan yang Wajib Dipenuhi

Selain status nonaktif, terdapat syarat penting lain yang harus dipenuhi mantan PPPK Paruh Waktu.

Mereka harus menyelesaikan masa kontrak dengan baik dan tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat.

Seluruh kewajiban kontrak juga harus dituntaskan sesuai peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Danrem 063/SGJ Terima Penghargaan Swasembada Pangan 2025

Jika masih terdapat catatan pelanggaran atau masalah administratif, peluang untuk lolos seleksi bisa tertutup.

 

Nasib PPPK di Tengah Rekrutmen Baru

Kondisi ini menimbulkan ironi. Di satu sisi, pemerintah membuka rekrutmen PPPK baru.

Di sisi lain, PPPK Paruh Waktu yang masih aktif justru tidak bisa ikut bersaing.

Situasi ini menegaskan bahwa status kontrak PPPK Paruh Waktu masih berada pada posisi rentan dalam sistem kepegawaian nasional.

Baca Juga: Peduli Aceh Tamiang, Karyawan XLSMART - Rumah Tahfiz Muslimin Salurkan 8.000 Liter Air Bersih dan 1.000 Al-Qur’an

Seleksi PPPK KemenHAM 2026 memang terbuka, tetapi tidak untuk PPPK Paruh Waktu yang masih aktif bekerja.

Peluang hanya terbuka bagi mantan PPPK Paruh Waktu yang kontraknya telah berakhir dan bersih dari masalah administratif.

Memahami aturan ini menjadi kunci agar pelamar tidak gugur sejak tahap awal seleksi.***