POJOKSATU.id - Program pendidikan profesi Kementerian Agama atau PPG 2024 Kemenag dipastikan akan dibuka akhir Juni 2024 ini.
Ini merupakan kesempatan besar bagi guru Pendidikan Agama Islam atau guru PAI di lingkungan Kemenag untuk meningkatkan kompetensi melalui PPG Kemenag 2024.
Ketua Panitia Nasional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Agama, Ahmad Zainul Hamdi, menyebut, ada 4 hal terkait PPG yang harus menjadi perhatian bersama.
"Pertama, skema anggaran, jadwal PPG, penyamaan masa studi bagi kategori 1 (K1) dan kategori 2 (K2), serta kebersamaan dalam pengelolaan PPG," jelasnya dikutip Pojoksatu.id dari laman resmi Kemenag, Senin 3 Juni 2024.
Tahun ini, dipastikan tidak ada anggaran PPG dari APBN dan BIB (Beasiswa Indonesia Bangkit).
Akan tetapi, Direktorat PAI dan Dirjen Bimas Kristen telah menjalin kerjasama dan bersinergi dengan pemerintah daerah.
Hal ini dilakukan agar guru-guru tersebut bisa mengikuti PPG 2024 Kemenag untuk meningkatkan kompetensi tanpa memikirkan biaya.
Dengan skema pembiayaan tersebut, guru-guru bisa menjadi mahasiswa PPG 2024 Kemanag secara gratis seperti tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Direktorat PAI dan Dirjen Bimas Kristen.
Inung juga mendorong para Kepala Bidang di provinsi untuk melakukan pendekatan dan meyakinkan pemerintah daerah untuk turut membiayai PPG.
"Ini harus ditiru, termasuk oleh Direktorat GTK Madrasah. Guru-guru Diniyah dan Pondok Pesantren saja yang juga berada di bawah naungan Kementerian Agama, mendapatkan anggaran dari Pemerintah Daerah. Jadi, Pemda itu sudah melakukan diskresi," tegas dia.
Dia mengungkap bahwa sejumlah pengelola PPG sudah mendapatkan anggaran dari pemerintah daerah, maka PPG harus berjalan tahun ini.
"Saya targetkan PPG bisa terlaksana pada akhir bulan Juni. Oleh sebab itu, Petunjuk Teknis Pelaksanaan PPG tahun 2024 ini harus segera selesai," tekan dia.
Untuk masa pendidikan, nantinya peserta K1 dan K2 berbeda.
Untuk K1 akan menjalani masa pendidikan lebih cepat yakni 4 bulan.
Sedangkan untuk K2 akan menjalani masa pendidikan lebih lama, yakni 6 bulan.
"Saya berharap agar masa pendidikan untuk K2 disamakan menjadi 4 bulan dengan pemadatan materi, tugas belajar mandiri dan juga tetap mempertimbangkan penugasan yang manusiawi. Sudah banyak keluhan tentang ini," bebernya.
Dia juga menekankan agar pengelola pusat dan daerah bekerja bersama-sama dengan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) PTKIN.
"Maka, saya ingin ada pemerataan terutama terkait dengan pembagian peserta PPG. Sehingga blocking kuota untuk masing-masing LPTK kedepan harus dilakukan," kata dia.
Dia juga meminta Panitia Nasional bisa langsung mengintervensi kuota PPG yang terlalu gemuk di LPTK tertentu.
Kemudian dibagi dengan LPTK lainnya dengan jumlah peserta yang minim agar terjadi pemerataan.
Daftar Provinsi, Kabupaten/Kota
Sementara, Sekretaris Panitia Nasional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Agama, M. Munir, memastikan program pendidikan profesi guru atau PPG PAI 2024 tetap berjalan dengan skema pembiayaan dari pemerintah daerah.
"Tiap tahun, jumlah pemerintah daerah yang bersinergi dengan kita semakin bertambah," ungkap dia.
Saat ini, ada 9 provinsi, 142 kabupaten/kota yang telah membiayai PPG Guru PAI.
"Total peserta PPG yang dibiayai Pemda adalah 11.716 guru," jelas dia..
Berikut ini rincian 6 besar daerah yang membiayai PPG 2024 Kemenag untuk guru PAI:1
Provinsi:
1. Jawa Barat: 2.776 guru
2. Jawa Tengah: 2.200 guru
3. Sumatera Barat: 956 guru
4. Sulawesi Selatan: 837 guru
5. Jawa Timur: 589 guru
6 Aceh: 460 guru
Kabupaten/Kota:
1. Kabupaten Blora: 499 guru
2. Kota Makassar: 450 guru
3. Kota Padang: 413 guru
4. Kabupaten Kerawang: 395 guru
5. Kabupaten Subang: 345 guru
6. Kabupaten Garut: 328 guru
Demikian informasi PPG Kemenag 2024 dibuka akhir juni, skema dan daftar 6 besar provinsi dan kabupaten/kota peserta terbanyak, biaya peserta gratis. Semoga bermanfaat.***




