POJOKSATU.id - Program Pendidikan Profesi Guru untuk Guru Tertentu Tahap 5 kembali menjadi sorotan setelah banyak peserta mempertanyakan durasi pembelajaran mandiri yang hanya diberikan selama tujuh hari.

Dalam sistem lama, pembelajaran mandiri biasanya berlangsung lebih panjang sehingga guru memiliki cukup ruang untuk memahami modul secara menyeluruh.

Durasi yang sangat singkat pada tahap ini membuat sebagian peserta merasa kewalahan.

Baca Juga: Lapor Diri PPG Guru Tertentu Tahap 5 Tahun 2025 Hanya 2 Hari! Ada Dokumen yang Tidak Lagi Digunakan!

Banyak yang menilai bahwa waktu tujuh hari tidak sebanding dengan beban modul yang harus dipelajari.

Kondisi ini memunculkan diskusi hangat di berbagai forum guru yang meminta penyesuaian waktu.

Pemerintah diminta memberi klarifikasi agar tidak menimbulkan kebingungan berlanjut.

Durasi 7 Hari Dianggap Tidak Ideal untuk Beban Modul PPG

Para guru yang mengikuti tahap ini mengaku bahwa modul yang disediakan mencakup materi mendalam dan menuntut analisis yang matang.

Baca Juga: Bea Cukai di Ujung Tanduk! Purbaya Ancam Ulangi Langkah Soeharto Tahun 1985

Pembelajaran mandiri hanya tujuh hari dianggap tidak mampu mengakomodasi proses pemahaman secara optimal.

Banyak peserta mengatakan, waktu tersebut hanya cukup untuk membaca sekilas, bukan menganalisis atau mempraktikkan tugas yang diminta.

Beban tugas PPG juga semakin berat karena peserta harus menyiapkan refleksi, portofolio, hingga latihan implementasi pembelajaran.

Jika waktu terlalu sempit, kualitas pemahaman peserta bisa terpengaruh.

Hal inilah yang membuat guru menilai durasi mandiri seharusnya lebih panjang agar hasil belajar lebih maksimal.

Alasan Resmi Penyesuaian Kalender, Efisiensi, dan Keseragaman Jadwal

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa durasi tujuh hari ditetapkan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kalender akademik.

Dengan banyaknya angkatan dan jadwal yang berdekatan, penyelenggara ingin memastikan semua tahap berlangsung tepat waktu.

Baca Juga: DOWNLOAD PDF Contoh Soal Sumatif Akhir Semester 1 BAHASA INDONESIA Kelas 6, Kurikulum Merdeka

Kebijakan ini juga dilakukan untuk menjaga keseragaman antar gelombang agar seluruh peserta menyelesaikan pembelajaran sesuai siklus sistem.

Selain itu, efisiensi operasional menjadi alasan mengapa durasi mandiri diperpendek.

Namun sebagian guru menilai alasan tersebut tidak mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta.

Baca Juga: TPG Gagal Cair Karena Rekening Baru? Begini Penjelasan Ditjen GTK dan Solusi Resminya

Pemerintah didesak meninjau kembali kebijakan ini agar tetap efektif tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.

Guru Merasa Terburu-buru Menyelesaikan Modul dan Tugas PPG

Banyak guru melaporkan bahwa mereka terpaksa menyelesaikan tugas PPG dalam waktu yang sangat mepet.

Pengumpulan tugas refleksi, analisis kasus, hingga rangkuman modul harus dikejar dengan tenggat waktu yang ketat.

Baca Juga: Nilai TPG Cair Tak Sesuai? Ditjen GTK Pastikan Hak Guru Tak Akan Hilang Selembar Pun

Beberapa peserta bahkan harus mengorbankan waktu mengajar reguler karena harus fokus menyelesaikan tugas dalam hitungan hari.

Tekanan waktu ini membuat proses pembelajaran tidak berjalan alami.

Alih-alih memahami materi, peserta justru terbebani oleh tenggat tugas yang menumpuk.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tujuan utama PPG untuk meningkatkan kompetensi guru justru tidak tercapai secara optimal.

Kualitas Pembelajaran Dikhawatirkan Terdampak

Durasi belajar yang terlalu pendek dikhawatirkan memengaruhi kualitas pemahaman peserta.

PPG seharusnya menjadi wadah untuk memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Namun dengan waktu yang terbatas, peserta hanya mampu membaca permukaan materi tanpa pemahaman mendalam.

Baca Juga: Stop Siasat Status Guru! I Nyoman Parta Tolak Keras PPPK Paruh Waktu, Ini Penjelasan Lengkapnya

Pekerjaan rumah, analisis skenario pembelajaran, hingga praktik rancangan model belajar sering diselesaikan terburu-buru.

Kondisi ini membuat sebagian guru pesimis bahwa hasil akhir PPG dapat menggambarkan kemampuan sesungguhnya.

Kekhawatiran mengenai kualitas lulusan PPG tahap ini mulai mencuat dalam berbagai diskusi pendidikan nasional.

Guru Minta Pemerintah Meninjau Ulang Kebijakan Durasi Mandiri

Suara perhatian guru mulai menguat agar durasi pembelajaran mandiri ditinjau ulang.

Baca Juga: Pemanggilan Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 5 Dimulai, CEK Jadwal Lengkap agar Tidak Ketinggalan Tahapan Pentingnya!

Mereka berharap pemerintah kembali menerapkan durasi yang lebih manusiawi dan memungkinkan peserta belajar dengan fokus.

Banyak guru mengusulkan penambahan waktu minimal 14 hari untuk memberi ruang mempelajari modul dan menyelesaikan tugas secara lebih matang.

Pemerintah dianggap perlu membuka dialog agar peserta tidak lagi merasa terbebani secara mental maupun administratif.

Baca Juga: Benarkah TPG Triwulan 4 Hanya Dua Bulan? Guru Syok, Ini Penjelasan Resmi dan Prediksi Pencairan 2025

Jika penyesuaian dilakukan, kualitas pelaksanaan PPG akan meningkat dan menciptakan lulusan yang lebih kompeten.

Kebijakan yang lebih fleksibel juga dapat mengurangi keluhan yang selama ini muncul.

Waktu 7 Hari Dianggap Terlalu Singkat, Guru Harap Ada Revisi

Polemik durasi pembelajaran mandiri PPG Guru Tertentu Tahap 5 kembali menunjukkan pentingnya keseimbangan antara jadwal program dan kebutuhan peserta.

Waktu tujuh hari dinilai terlalu mepet untuk memahami modul yang kompleks serta menyelesaikan berbagai tugas yang wajib dikumpulkan.

Guru berharap pemerintah mempertimbangkan ulang kebijakan ini agar pembelajaran mandiri berjalan efektif dan tidak hanya menjadi formalitas.

Revisi durasi akan membantu peserta mencapai standar kompetensi yang lebih baik.

Hingga ada penyesuaian, peserta diimbau mengatur waktu dengan baik agar tidak kewalahan.

Pemerintah sendiri diharapkan segera memberikan penjelasan langsung untuk meredakan polemik.***